Saturday, May 1, 2010

Wireline Access - G23

[Authors: Hefrizal Septi Ferdinand, Peter Hamonangan L Tobing (G23)]
Q1: Bagaimana cara membedakan jalur layanan untuk aplikasi internet dan IPTV, padahal menggunakan kabel yang sama?

A1: Mekanisme ini sudah diatur dalam perangkat/device yang digunakan oleh user. Jadi, sejumlah data yang ditransmisikan melalui FTTH dapat dengan cerdas dikelompokan berdasarkan keperluannya masing masing. Misalnya untuk voice, IPTV, internet, dan lain sebagainya. Analoginya sama seperti cara kerja switch, dimana sejumlah data akan ditransmisikan secara tepat sampai ke tujuannya masing-masing.

Q2: Mengapa sistem penerimaan karyawan baru di Huawei ada yang outsourcing, padahal setahu saya outsourcing akan menyulitkan dalam penjenjangan karir selanjutnya?

A2: Untuk masalah penerimaan karyawan, seluruh kebijakan diatur oleh bagian HRD perusahaan. Untuk lebih jelasnya, silahkan tanyakan kepada bagian HRD. Tetapi, kebijakan outsourcing yang kami terapkan ini juga banyak diterapkan oleh vendor-vendor lain.

Q3: Siapa target pasar dari FTTH?

A3: Sebagai negara dengan jumlah pengguna internet yang cukup banyak, Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi daya serap broadband yang tinggi. Tentunya dalam beberapa tahun ke depan, diprediksi bahwa tingkat kebutuhan koneksi broadband akan semakin meningkat. Target pasar dari FTTH pada umumnya adalah khalayak ramai ( korporasi maupun personal/rumah-rumah ) yang membutuhkan koneksi broadband.

Opini

Kehadiran GPON dan FTTH tentunya akan sangat menunjang kemajuan masyarakat Indonesia pada umumnya. Namun seperti yang kita ketahui, kendala yang dihadapi oleh negara kita dalam menyelanggarakan broadband adalah dari segi kesiapan infrastruktur, regulasi, dan belum ada operator yang mau berinvestasi dalam implementasi FTTH. Selain itu, faktor harga kabel optik yang masih cukup mahal membuat penerapan FTTH masih belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat. Sepertinya kita masih harus bersabar lebih lama lagi sebelum dapat menikmati layanan broadband menggunakan FTTH di Indonesia.

    Share | Save

    Subscribe

2 comments:

zahara said...

Grup 14:
Zahara Yulianti (13206018)
Nur Inayah Yusuf (13206138)

Kami ingin menambahkan tentang penerapan GPON yang telah dicoba oleh beberapa vendor seperti Alcatel yang meluncurkan 7342 ISAM FTTU solution yang didasarkan pada spesifikasi yang diajukan oleh Service Access Network (FSAN) dari ITU. Produk ini bisa memungkinkan service providers untuk untuk mendeploy voice, data, dan video services ke para pengguna pada rates hingga 2.5Gbps.

Memang penerapan GPON ini masih belum terlihat di Indonesia. Hal ini disebabkan juga karena teknologi ini yang mahal. Semoga teknologi GPON dan FTTH segera diaplikasikan di negara kita ini.

Terima kasih

risyad17 said...

G5:
Arya Zaenal Risyad (13206054)
Fikri Ramadhan (13206191)

Kami tertarik mengomentari tentang layanan IPTV di Indonesia. Keberadaan teknologi Internet Protocol Television atau IPTV diyakini bakal menggeser dan menjadi pesaing baru dalam bisnis televisi berlangganan, khususnya televisi kabel atau satelit. Akan tetapi, untuk sementara konsumen IPTV masih pada kalangan terbatas.
TV kabel berlangganan akan mendapat pesaing baru dari pengembangan teknologi berbasis internet yang bisa mengirimkan data berbentuk video. Apalagi teknologi ini memanfaatkan jaringan kabel telepon yang sudah banyak tersambung di rumah-rumah konsumen sehingga operator tidak perlu lagi membuat jaringan baru yang memakan biaya besar. Salah satu perusahaan di Indonesia yang sudah mengaplikasikan layanan ini adalah PT.Telkom lewat program triple playnya yaitu sambungan suara, data broadband dan multimedia, termasuk TV internet.

terima kasih

Post a Comment