Saturday, May 1, 2010

Wireline Access - G22

[Authors: Yuris Mulya S, Hermanto (G22)]
Q1 : Bagaimana dampak dari perpindahan atau migrasi teknologi DSL ke teknologi FTTH ?

A1 : Sebenarnya latar belakang operator ingin melakukan deployment teknologi FTTH sangatlah beraneka ragam. Salah satunya adalah karena jangkauan atau range nya yang cukup jauh. Karena alasan itulah banyak ISP (Internet Service Provider) yang tertarik menyampaikan teknologi ini. Terakhir Huawei telah bekerja sama dengan Centrin yang berlokasi di Bandung. Jarak atau jangkauan FTTH bisa mencapai 20 km dimana jika ditarik garis lurus jarak fiber nya bisa menjangkau hingga 2 km. Hal inilah yang mengakibatkan banyak operator melirik teknologi ini karena dapat menghemat fiber. Jadi operator yang memiliki fiber terbatas atau yang tidak ingin menambah penggunaan fiber dapat menggunakan teknologi FTTH. Misalnya saja dalam komunikasi point to point, core dari fiber bisa di-split dengan splitter sehingga bisa dicabangkan. Mengenai masalah Telkom, Telkom sendiri baru melakukan deployment GPON dan FTTH sendiri 2009 akhir ini. Alasan utama penggunaan teknologi DSL beralih ke FTTH lebih dilatarbelakangi oleh masalah bandwidth untuk memenuhi kebutuhan konsumen sehingga provider men-switch teknologinya karena jika ketersediaan bandwidth membesar, maka konsumen pasti akan beralih ke provider tersebut . Jadi Telkom yang awalnya menggunakan teknologi DSL, ketika beralih ke GPON dapat menyediakan upstream dan downstream sampai 2.5 Gbps. Hal inilah yang mengakibatkan Telkom meyakini sebagai kunci utama ketertarikan pasar sehingga sangat sesuai dengan tujuan utama Telkom dalam teknologi high speed internet dan juga telkomvision sebagai contoh teknologi yang membutuhkan bandwidth tinggi.

Q2 : Bagaimana cara membedakan jalur layanan ISP untuk berbagai macam layanan seperti IPTV dan internet ?

A2 : Sebenarnya gambaran umum cara kerja layanan ISP dpat dilihat pada slide presentasi dari Pak Eras Hermawan (Huawei). Dengan alasan itulah banyak ISP yang tertarik ke teknologi GPON karena sekaligus mengintegrasikan teknologi high speed internet nya, VoIP dan sekaligus IPTV. Untuk masalah IPTV misalnya firstmedia harus bekerja sama lagi dengan penyedia/ provider layanan IPTV karena dibutuhkan jaringan high end sendiri untuk IPTV nya. Oleh karena itu, bagi ISP yang tidak mau membangun sendiri jaringan IPTV nya maka mereka dapat menggunakan jasa operator yang menyediakan layanan IPTV tersebut.

Q3 : Mengapa sistem penerimaan karyawan baru di Huawei ada yang outsourcing, bukankah hal tersebut justru akan menyulitkan jenjang karir selanjutnya?

A3 : Untuk masalah penerimaan karyawan baru ini, lebih baik bertanya ke bagian HRD Huawei. Huawei dari tahun 2000-2008 yang berawal sebagai representative office berkembang menjadi regional office. Karena alasan itulah Huawei sangat membutuhkan sumber daya yang besar dan selama ini pihak HRD bekerja sama dengan pihak outsourcing. Yang saya ketahui, tidak hanya di Huawei yang menerapkan sistem ini, namun vendor-vendor lain sudah banyak yang menerapkan sistem ini sebelum Huawei menerapkan hal tersebut seperti NSN dan Ericsson.

Opini

Kami sangat setuju dengan adanya migrasi dari teknologi DSL ke FTTH. Instalasi teknologi FTTH ini akan mengembangkan industri multimedia, untuk kemudian FTTH akan ada kemungkinan untuk menyampaikan layanan multimedia seperti HDTV, download musik dan video. Ini akan mempunyai dampak yang besar dalam dunia ekonomi dan akan menyaksikan bentuk baru yang muncul dari dunia bisnis dalam sektor teknologi. Juga operator jaringan akan menghasilkan keuntungan baru untuk meningkatkan transfer data, dan dapat menutupi biaya instalasi dari jaringan FTTH. Perkembangan teknologi fiber optik sekarang ini mulai menurunkan biaya.

Perkembangan ini berasal dari loop laser, solusi untuk menyalurkan video, dan topologi jaringan passive. Bentuk baru dari pelayanan ini membutuhkan high speed access dan broad bandwidth, yang merupakan perangkat untuk kriteria jaringan yang baru. Perkembangan ini membuat FTTH lebih menarik, yang mana FTTH diketahui mampu mentransmisikan bandwidth tinggi dengan rugi-rugi yang kecil. Biaya pemeliharaan FTTH yang rendah menjadi pilihan yang menarik untuk jaringan akses broadband lainnya pada suatu area tertentu. Suatu teknologi akan membutuhkan kapasitas yang lebih besar dari struktur jaringan saat ini yang dapat menyediakan video digital. Sekarang ini digital video dapat dikompres menjadi hanya membutuhkan 1,5 sampai 6 Mbps (sesuai dengan kualitas gambar) dan perkembangan dari HDTV (High Definition Television) kompres diperkecil sehingga bit rate untuk HDTV menjadi 20 Mbps. Digital video akan membutuhkan teknologi FTTH untuk mendukung bandwidth yang tinggi. Perkembangan dalam teknologi mikro juga dapat menurunkan biaya dari decompressor chip membuat digital video lebih bagus pada pemakai. Dan meningkatnya kebutuhan pada 10 sampai 15 tahun mendatang, FTTH adalah yang terbaik dan mungkin hanya satu-satunya teknologi yang mudah berkembang untuk menyediakan transfer rate yang tinggi menyerupai standard dari 155,52 Mbps sebagai STM-1.

    Share | Save

    Subscribe

No comments:

Post a Comment