Saturday, May 1, 2010

Wireline Access - G20

[Authors: Johan Sunaris, Felix Jatmiko (G20)]
International Telecommunication Union (ITU-T) mendefinisikan Broadband sebagai transmisi lebih cepat dari tingkat primer ISDN yaitu 1,5 Mbps. Namun, broadband biasanya dipahami sebagai internet kecepatan tinggi melebihi 256 kbps.

China memiliki pelanggan broadband yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh faktor pemicu yaitu tarif broadband yang murah. Berdasarkan statistik, Indonesia semakin berkembang dalam hal broadband.

Dalam kuliah ini pula diperkenalkan service scenario yaitu, 2 play (internet, voice), 3 play (internet, voice, SD TV, HD TV) dan 4 play.

Bila kita melihat pada sejarah broadband, pengaksesan internet dapat kita bagi menjadi:
  • The Past : Dial Up; PC- Dial Up Modem _Telephone Exchange - RAS - Internet
  • The Present : Digital Subcriber Line (DSL); PC- ADSL Modem - Splitter - DSLAM - BRAS - Internet; Perbedaan yang menyolok antara the present dan the past adalah menyatukan layanan telefon dan internet secara bersamaan dengan splitter. Hal ini merupakan terobosan pada jamannya, karena kenyamanan yang diberikan lebih.
  • The Future; Optical Network Unit/ Terminal - WDM - Optical Line Terminal - Service Mode

Wireline merupakan teknologi akses yang berkembang pesat untuk mendukung layanan internet baru. Beberapa teknologi yang dikembangkan adalah Voice over Packet (VoP), xDSL, dan layanan kabel lain. Namun, diharapkan bahwa banyak dari jaringan akses juga akan mendukung layanan teleponi seperti Plain Old Telephone Service (POTS). Dua teknologi yang digunakan dalam akses wireline adalah Media Access Gateway dan Cable Modem Termination Systems. Media Access Gateway memungkinkan penyediaan layanan agregat seperti video, data, suara dan fax.

Wireline Access Broadband meliputi :
  • Digital Subscriber Line (DSL)
  • Cable TV Networks (CATV)
  • Power Lines
  • Optical Fibre

Salah satu bentuk penggunaan layanan wireline access broadband adalah IPTV. Layanan ini bersifat multicast, dari satu sumber untuk banyak pengakses secara bersamaan. Dasar dari layanan IPTV adalah triple play, dimana data video, audio, dan data dipertukarkan didalam jaringan tempat layanan di deliver. Beberapa bagian yang memungkinkan adanya IPTV di antaranya adalah universal broadband access, data aware transport, service aware edge, dan service network.

Trafik jaringan IP pada IPTV dapat diatur agar beberapa jenis paket bundling bisa dilewatkankan di atasnya. Hal ini berdampak positif pada efisiensi penggunaan jaringan. IPTV juga memungkinkan layanan interaktif seperti Video on Demand.

Opini

Perkembangan Teknologi Informasi dan Broadband yang cepat dan dinamis telah mendorong naiknya kebutuhan masyarakat akan internet pada umumnya. Kebutuhan masyarakat akan teknologi telekomunikasi semakin lama akan semakin bertambah yang akan menyebabkan kebutuhan telekomunikasi di masa yang akan datang akan semakin kompleks. Teknologi-teknologi yang baru yang akan masuk seperti IP TV , Video On Demand serta teknologi multimedia diharapkan mampu memberikan fasilitas dan kenyamanan bagi masyarakat guna menyejahterakan masyarakat.

    Share | Save

    Subscribe

2 comments:

joko said...

Helmi Muslim Sutarto / 13206026
Joko Ari Wibowo / 13206205

--
Bisnis atau usaha yang berbasis wireline access saat ini tidak terlalu bergairah. Hal ini disebabkan layanan yang ditumpangkan kesana sudah menjadi layanan komoditi, seperti layanan komunikasi suara dan internet (melalui ADSL). Untuk menggairahkan kembali bisnis wireline access ini, Para operator dan pihak pengambil kebijakan sedang merencanakan dan mengimplementasikan layanan triple play (voice, data dan video) dan IPTV. Yang akan kami bahas sedikit ialah mengenai IPTV karena layanan ini sangat erat kaitannya dengan bisnis yang berbasis wireline access.

Layanan IPTV generasi pertama dapat dilewatkan ke kabel telepon yang telah terpasang ke rumah-rumah (teknologi pertama adalah DSL, selanjutnya mungkin akan diugrade ke ADSL2+ atau VDSL) sehingga operator tidak perlu effort banyak untuk membangun sebuah jaringan IPTV yang baru.

Untuk generasi pertama, segmentasi pengguna layanan IPTV mungkin akan diarahkan ke high-end karena charge yang dikenakan masih relatif tinggi. Namun, jika sudah datang saatnya layanan IPTV dengan tarif flat, masyarakat secara luas dapat menggunakan layanan ini.

Kehadiran layanan IPTV ini merupakan tantangan bagi operator TV kabel dan Satelit, sehingga diperlukan regulasi yang tepat guna agar teknologi yang tadinya digunakan untuk menggairahkan kembali bisnis yang berbasis wireline access malah melemahkan bisnis lain, dalam hal ini TV kabel dan Satelit.

priambada said...

G27
Iman Firmansyah 13206133
Priambada Aryaguna 13206170

Ingin menanggapi sedikit tentang China sebagai country dengan broadband user terbanyak. Kata salah seorang teman saya yang kebetulan bekerja di sana, China punya yang namanya search engine sendiri, social networking sendiri, apa2 sendiri katanya. Sepertinya secara tidak langsung, dengan adanya buanyaknya situs yang "only available in china" dan "made in china" tetapi mendunia (cinta produk dalam negeri :D), hal ini menjadi trigger masyarakat disana untuk mencicipi teknologi internet (secara tak langsung mampir juga k broadband). Entah hal ini berhubungan apa tidak, sekedar info tambahan saja. Terima kasih... :D

Post a Comment