Saturday, May 1, 2010

Wireline Access - G19

[Authors: Beny Nugraha, Habibur Muhaimin (G19)]
Pada kuliah kapita selekta pada hari Selasa, 27 April 2010, Pak Eras dari Huawei menjelaskan mengenai “Wireline Access Broadband Technology”. Wireline sendiri adalah teknologi komunikasi dengan menggunakan kabel copper/tembaga atau dengan fiber optik. Sedangkan broadband adalah teknologi komunikasi berkecepatan tinggi (hingga 256 kbps).

Ada 3 sudut pandang yang dibahas Pak Eras pada presentasinya, yang pertama adalah sudut pandang statistik. berdasarkan statistik dari www.broadbandtrends.com, didapat bahwa jumlah subscribers broadband paling banyak terdapat di Asia Pasific. Negara China menjadi negara dengan jumlah subscribers broadband yang paling banyak. Di Indonesia jumlah subsribers broadband masih sedikit karena disebabkan tarifnya yang lebih mahal dibandingkan dengan negara lain. Selain itu negara yang lain juga disupport oleh infrastruktur yang lebih bagus.

Sudut pandang kedua adalah sudut pandang user. Dari jumlah usernya, di Amerika Serikat pengguna VOBB (Voice Over Broadband) lebih banyak, hal ini disebabkan tarifnya yang lebih murah dari PSTN. Infrastruktur di Indonesia yang masih kurang baik menyebabkan jumlah pelanggan broadband masih lebih sedikit.

Sudut pandang ketiga adalah sudut pandang teknologi. Teknologi Broadband Wireline Access dikelompokkan menjadi :
  • DSL (Digital Subscriber Line)
  • CATV (Cable TV Network)
  • Power Lines
  • Optical Cable.

Pada zaman dulu, internet menggunakan dial-up, dimana dial-up ini dapat terintegrasi dengan telepon rumah. bandwitdth yang tersedia rendah, hanya s/d 56 Kbps, kekurangan utamanya adalah saat menggunakan internet, telepon rumah tidak bisa digunakan.

Zaman sekarang teknologi menggunakan DSL (Digital Subscriber Line). Diagram DSL dapat digambarkan sebagai berikut :

Kelebihannya adalah pada saat internet digunakan, telepon rumah juga tetap dapat digunakan, hal ini disebabkan adanya penggunaan splitter antara telepon rumah dengan ADSL Modem. bandwidth yang tersedia tergantung dari jarak.

Untuk masa depan, akan menggunakan Passive Optical Network (PON). Kelebihannya adalah tidak menggunakan sumber listrik pada jaringan transmisinya.

Opini

Untuk mengembangkan teknologi broadband di Indonesia, perlu diperbaiki dulu infrastrukturnya. Fasilitas dial-up lebih baik ditinggalkan karena memiliki lebih banyak kekurangan, sehingga dapat difokuskan untuk pengembangan DSL atau bahkan PON.

    Share | Save

    Subscribe

6 comments:

mshiddiqsh said...

group 7 :
Shendiary Aviolanda (13206050)
M. Shiddiq S.H. (13206074)

Kami setuju dengan opini yang disampaikan oleh group 19.

Hal yang masih membuat kami bingung adalah bagaimana trend yang akan terjadi mengenai dua teknologi yang terutama dibahas di tulisan group 19 ini, yaitu : broadband dan wireline.

Apakah teknologi wireline akan menjadi kecenderungan yang digunakan masyarakat? Hal tersebut bisa saja terjadi berhubung bandwidth yang disediakan dapat jauh lebih besar daripada yang disediakan oleh teknologi broadband sehingga memungkinkan para pengguna untuk sesedikit mungkin meninggalkan rumah, apalagi ditambah dengan tidak bergantungnya teknologi ini pada sinyal dan cuaca.

Atau apakah teknologi broadband yang akan menguasai?,saat ini tentu saja hal ini yang sedang terjadi, terutama disebabkan oleh mobilitasnya yang tinggi.

Menurut kami, kedua teknologi ini akan tetap sangat dibutuhkan dan terpakai, hanya saja pada bagiannya masing-masing. Teknologi wireline mungkin akan sedikit yang digunakan sebagai access point dan lebih banyak digunakan sebagai jaringan backbone.

Mari kita tunggu bagaimana perkembangannya.

Terima kasih. =)

natasiaditha said...

Kelompok G13:

Ditha N (132 05 010)
Roy BVB (132 06 203)

Walaupun saat ini teknologi wireless menjadi topik hangat di dunia telekomunikasi, akan tetapi tidak dapat dipungkiri kalo teknologi wireline tetap mendapat perhatian untuk pengembangan ke depannya. Apalagi dengan ditemukannya teknologi kabel optik yang menawarkan perfomansi yang lebih baik dibandingkan dengan teknologi wireline terdahulu. Salah satu kendala yang saat ini masih menghambat pengimplementasian kabel optik di indonesia adalah biaya yang besar dan luas wilayah Indonesia yang dipisahkan dengan lautan. Oleh karena itu, pengimplementasian kabel optik perlu dilakukan secara bertahap dan dengan perencanaan yang baik. Sementara itu, langkah yang dapat dilakukan oleh operator adalah memperkuat jaringan teknologi wireless agar kebutuhan broadband masyarakat masih tetap dapat dipenuhi dengan baik.

risyad17 said...

G5:
Arya Zaenal Risyad (13206054)
Fikri Ramadhan (13206191)

Kami setuju dengan pendapat kelompok G13 diatas. Teknologi wireless dan teknologi wireline (khususnya kabel optik) memang sepatutnya mendapat perhatian yang sama dalam hal pengembangan dan implementasinya di Indonesia. Karena keduanya memang memiliki kegunaan dan segi positif yang berbeda.

Untuk pengembangan wireline, khususnya fiber optik, trend kedepannya adalah sampai ke end user. Karena layanan-layanan ke end user nantinya akan membutuhkan bandwidth yang besar seperti internet kecepatan tinggi, TV Digital, maupun Blended Multimedia Services.

terima kasih

aryo said...

G24
Aryo Pambudi 13206054
Christ Marcel 13206169

Saya setuju dengan opin dari kelompok 19 yang mengatakan bahwa untuk mengembangkan wireline di Indonesia kita harus terlebih dahulu mengembangkan/memperbaharui infrastruktur yang ada di Indonesia. Akan tetapi memperbaharui infrastruktur di negara Indonesia kita ini bukan hanya sekedar membalik telapak tangan, banyak sekali faktor-faktor yang membuat pengembang untuk berinvestasi di sektor selain infrastruktur.

Adapun beberapa faktor yang mempersulit pengembangan infrastruktur di Indonesia amtara laim adalah Indonesia terdiri dari berbagai pulau yang dipisahkan oleh lau sehingga tentu ada biaya tambahan dan kendala tambahan untuk memperbaharui infrastruktur di laut, selain itu pula akan sangat merepotkan untuk memperbaharui infrastruktur di berbagai daerah karena seperti kita tahu, korupsi di Indonesia masih sangat tinggi dan sudah pasti hal ini menjadi pertimbangan, dan tentu hal2 lain yang mempengaruhi

wibisana jaka said...

G31
Haryo Septoria - 13206033
Wibisana Jaka S - 13206089


Kami setuju dengan opini dari kelompok 19 bahwa untuk mengembangkan teknologi broadband di Indonesia, perlu diperbaiki dulu infrastrukturnya. Akan tetapi, untuk mengembangkan suatu teknologi baru, kadang harus mengorbankan infrastruktur yang sudah ada, kemudian mengganti dengan infrastruktur yang baru.

Dengan perkembangan teknologi broadband seperti sekarang ini, semakin berkembang pula konten-konten yang ditawarkan, yang pastinya juga membutuhkan akses yang lebih cepat. Contohnya saja layanan IPTV (Internet Protocol Television). Teknologi ini semakin lama akan semakin meluas sehingga infrastruktur yang ada pada saat ini tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Aryo said...

G11
Arief Saksono 13206022
Aryo Wicaksono 13206115

Kami setuju dengan pendapat bahwa dalam implementasi teknologi wireline tidak hanya infrastruktur yang perlu diperhatikan, tetapi juga faktor-faktor lain terutama menyangkut topografi wilayah di Indonesia.
Perlu menjadi catatan bahwa selain faktor laut yang menjadi batasan, faktor kontur permukaaan bumi dan kondisi rawan gempa harus diperhatikan bila implementasi tersebut ingin diterapkan secara merata di seluruh Indonesia.

Terima Kasih.

Post a Comment