Saturday, May 1, 2010

Wireline Access - G18

[Authors: Niki Adytia P, Deon Arinaldo (G18)]
International Telecommunication Union (ITU-T) mendefinisikan Broadband sebagai transmisi yang memiliki kecepatan melebihi tingkat primer ISDN yaitu 1,5 Mbps.
Namun, broadband biasanya dipahami sebagai internet kecepatan tinggi melebihi 256 kbps. Wireline access broadband bisa melalui copper, fiber optic, dll.

Statistik menunjukkan penggunaan wireline access terbesar di area Asia PAsific (39%). Selanjutnya di area EMEA (34%), North America (20%), dan CALA (7%). Jika dilihat pernegara, China memiliki pengguna broaadband wireline terbanyak. Hal ini disebabkan oleh tarif layanan yang murah dan infrastruktur yang mendukung.

Service wireline broadband terdiri dari VoBB (Voice over Broadband) dan IPTV. Di Indonesia, penyedia layanan wireline broadband adalah PT. Telkom dan FirstMedia. Layanan wireline broadband di Indonesia ini ditawarkan melalui teknologi DSL, CATV, power lines, dan fiber optic.

Perkembangan wireline access dapat kita bagi menjadi:
  • The Past : Dial Up; Pada teknologi dial up digunakan jaringan fix telefon untuk mengakses internet. Oleh karena itu hanya bisa menggunakan satu layanan pada satu waktu, apakah telefon saja atau internet. Arsitektur jaringannya: PC- Dial Up Modem _Telephone Exchange - RAS - Internet
  • The Present : Digital Subcriber Line (DSL); Pada teknologi ini, telepon dan internet dapat digunakan bersamaan karena menggunakan dua frekuensi yang berbeda dan menggunakan splitter. Teknologi ini sudah memungkinkan teknologi 2 play (internet dan voice) dan 3 play (internet, voice, dan HDTV). Perkembangan teknologi ini dari ADSL menuju ke ASL2+, dan sekarang yang terbaru adalah VDSL. Arsitektur jaringannya: PC- ADSL Modem - Splitter - DSLAM - BRAS - Internet
  • The Future : menggunakan fiber optic, salah satu teknologinya adalah passive optical network (PON). teknologi ini disebut pasif karena tidak membutuhkan daya sebesar jaringan lainnya. Teknologi ini sudah mulia diterapkan di Indonesia sejak tahun 2008, sedikit tertinggal dari negara lain di dunia. Perkembangan terbarunya adalah teknologi GPON. Arsitektur jaringannya: Optical Network Unit/ Terminal - WDM - Optical Line Terminal - Service Mode

Opini

Menilik kecenderungan konsumen broadband di Indonesia saat ini, menurut kami ke depannya teknologi wireline access ini perkembangannya akan butuh waktu karena konsumen di Indonesia lebih menyukai wireless access (mobile). Namun, seiring meningkatnya kebutuhan akan bandwidth yang tinggi, maka teknologi wireline accessini akan menjadi solosi utama bagi masyarakat.

    Share | Save

    Subscribe

8 comments:

sinung said...

Jaringan akses wireline menawarkan koneksi yang stabil dibandingkan dengan jaringan akses wireless. Oleh karena itu,meskipun teknologi wireless akses telah berkembang pesat,dalam kenyataannya teknologi wireline akses tetap diperlukan. Perkembangan wireline akses saat ini cenderung mengarah ke teknologi serat optik karena teknologi ini menawarkan bandwidth yang tinggi. Tetapi menggelar begitu saja jaringan serat optik sampai ke pelanggan tentu saja bukan perkara mudah dan murah, perlu dilakukan kajian terlebih dahulu sebelum benar-benar menggelar jaringan serat optik sampai ke pelanggan, atau bisa juga dilakukan perpaduan dengan jaringan lain yang sudah eksisting, sambil ke depannya tetap merencanakan terciptanya jaringan akses "full optic" sampai ke pelanggan.

GB4
Sinung Tegar Pribadyo 23209021
Nana Sutisna 23209054

whyand138 said...

G-15
- Ni Wayan Eka AR Damayanti (13206058)
- Joice Fiskia Yusriani (13206147)

Menanggapi opini penulis mengenai perilaku pengguna layanan internet di Indonesia yang lebih menyukai wireless access daripada wireline. Hal ini karena umumnya masyarakat Indonesia mengakses internet hanya untuk membuka situs jejaring sosial atau browsing informasi. Masih jarang masyarakat Indonesia yang menggunakan layanan broadband untuk suatu usaha yang menghasilkan.
Wireline access memang lebih unggul dari segi kecepatan dan kontinuitas koneksi meskipun membatasi ruang gerak pengguna layanan broadband, kebutuhan dan perilaku konsumenlah yang biasanya menentukan berkembangnya teknologi tertentu.

Arinaldo said...

G25
Arinaldo Adma (13206056)
Debby Permata Putra (13206193)

Kami sepakat dengan pernyataan G18 tentang peluang berkembangnya teknologi wireline broadband sekarang ini yang nasih belum menjanjikan. Ditunjang dengan berbagai data n hasil statistik memamg terlihat bahwa penggunaan teknologi wireless lebih berkembang dibandingkan dengan teknologi wireline, hal ini juga berlaku untuk teknologi broadband.

Akan tetapi, kami sepakat dengan opini G15 yang menyatakan bahwa hal itu terjadi karena pola konsumsi bandwidth masyarakat indonesia masih cenderung kecil karena internet sering hanya digunakan untuk keperluan pribadi seperti social networking, dan aplikasi lainnya yang menggunakan bandwidth kecil.

Teknologi wireless broadband memang lebih memiliki prospek yang cerah di pasaran dan digunkaan secara masal sekarang ini. Akan tetapi, kita juga tidak bisa mengesampingkan keberadaan wireline broadband sebagai solusi teknologi untuk masa depan seiring dengan peningkatan konsumsi bandwidth.

Hal ini akan dapat berjalan, jika ada keinginan serius dari pemerintah melalui berbagai aplikasi seperti e-government, e-health, e-learning dll serta sinergi yang baik antara pemerintah dan operator penyelenggara layanan sehingga wireline broadband dapat hadir dan menyediakan akses rate yang tentunya lebih cepat dan stabil.

Terima kasih.

Gandhi said...

G8
Rizki Primasakti 13206068
N Nyoman Gandhi 13206072

menurut kami teknologi wireline access akan sulit diterapkan terutama di daerah kota-kota yang sudah berskala metropolitan. kenapa? hal ini tidak lain disebabkan karena rata-rata kota metropolitan di indonesia memiliki tata ruang yang tidak teratur. hal ini tentu berbeda dengan kota metropolitan di negara lain. ambil contoh New York. sejak pertama kali dibangun, kota ini sudah dirancang dengan tata letak dan ruang yang sangat memadai untuk mengakomodir perkembangan teknologi kedepannya sehingga penggelaran teknologi fisik apapun akan mudah. sebenarnya hal ini lah yang selalu menjadi concern utama kami saat pembahasan mengenai penggelaran teknologi fisik baru di Indonesia. namun hal ini bukannya tidak bisa diperbaiki, mungkin teknologi ini bisa diterapkan di kota-kota lain yang masih berkembang dan diharapkan dengan teknologi ini maka perkembangan daerah bersangkutan juga bisa semakin baik.

secara umum memang teknologi wireline access ini sangat menarik, namun kami setuju dengan pendapat grup Joice dan Wayan bahwa technology is driven by human behaviour.

Rizqi said...

Kelompok 10
Rizqi Hersyandika (13206040)
Aldy Pradana (13206079)

Kami sependapat dengan G18, saat ini kebanyakan konsumen di daerah perkotaan di Indonesia memang lebih memilih wireless ketimbang wireline. Hal itu dikarenakan tingginya mobilitas user di daerah perkotaan/urban. Namun wireless tidak menyediakan bandwith yang besar.

Optical Network menyediakan bandwith yang tinggi. Namun, implementasi fiber optik pada daerah perkotaan tidaklah mudah, seperti izin pemasangan/penggalian. Kami berharap ke depannya, perkembangan implementasi fiber optik merata di seluruh Indonesia.

Heru said...

G30
Heru Wijanarko (13205149)
Andre M. Dubari (13205081)

Tidak dipungkiri bahwa jaringan akses wireline tetap diperlukan karena memberikan koneksi yang lebih stabil dibandingkan dengan jaringan akses wireless. Tetapi untuk beberapa kota di Indonesia, jaringan akses wireline menimbulkan beberapa permasalahan terutama terhadap keindahan kota.

Adanya ekspansi jaringan akses wireline menggunakan kabel tanah tanam langsung mengakibatkan kerusakan seperti pengrusakan permukaan aspal, pemotongan jalan, pembongkaran trotoar dan pengrusakan tanggul parit. Aktifitas-aktifitas pembangunan akses wireline yang dilakukan di atas, memberi dampak terjadinya pencemaran dan pengrusakan lingkungan seperti : polusi udara akibat debu tanah bekas galian, parit-parit tersumbat tanah dan menurunnya kualitas utilitas kota seperti jalan, trotoar, parit dan taman kota akibat perbaikan kembali tidak sesuai lagi dengan konstruksi sebelumnya.

Sebaiknya perkembangan teknologi jaringan akses wireline diikuti oleh pengembangan desain konstruksi instalasi jaringan akses wireline yang berwawasan lingkungan dan dapat menunjang estetika kota.

nda132 said...

G16
Sutinah (13206038)
Frida Kurniasih (13206056)

Seperti yang telah dikemukakan oleh kelompok-kelompok di atas,kebutuhan dan perilaku memang sangat menentukan perkembangan dari suatu teknologi. Karena itu, kami yakin teknologi wireline (serat optik) pasti akan berkembang. Hal ini dikarenakan teknologi ini memiliki bandwidth yang sangat tinggi, bahkan dapat memenuhi kebutuhan High Definition Television (HDTV).

Selain memiliki kelebihan dari sisi bandwidth, teknologi serat optik juga mendukung penyediaan jaringan multiservice, seperti
implementasi Triple Play (data, video, voice) dalam satu jaringan yang sama. Di samping itu, teknologi FTTH yang merupakan trend dari teknologi serat optik dapat mewujudkan "Bring the virtual office home", yaitu menikmati kemewahan dan gaya hidup dengan bekerja di rumah.

Penggunaan serat optik juga tidak menimbulkan permasalahan yang sangat berarti karena satu bundel kabel serat optik tidak lebih besar dari sebuah pensil, dapat membawa dan
mengakomodir semua kebutuhan lalu lintas komunikasi dunia. Tapi, penggelaran serat
optik memang memerlukan perencanaan yang baik agar tidak merusak keindahan tata kota. Jadi, intinya kerjasama pihak vendor, operator, pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan.

Terima kasih.

abdusyakur said...

g29
ikhsan abdusyakur 13206088
yudha irawan 13205004

teknologi wireline, seharusnya dapat dikembangkan tidak hanya did aerah perkotaan, namun memang infrastruktur yang rumit, wireless tetap menjadi pilihan
segala bentuk teknologi tetap harus dioptimalisasi untuk kebuthan pelayanan yang menuntut bandwidth yang lebih tinggi lagi

Post a Comment