Saturday, May 1, 2010

Wireline Access - G17

[Authors: Ananto Eka Prasetiadi, Irvan Supradana (G17)]
Berbeda dengan teknologi wireless, teknologi wireline menggunakan media transmisi berupa kabel, baik kabel tembaga maupun fiber optic. Bersama dengan teknologi wireless, teknologi wireline access mendukung terselenggaranya layanan broadband, yang menurut definisi ITU-T lebih cepat daripada kecepatan ISDN (Integrated Services Digital Network), yaitu 1,5 Mbps. Layanan yang ditawarkan teknologi broadband selalu berkembang dari masa ke masa. Jika layanan-layanan ini semakin banyak, bandwidth yang dibutuhkan juga semakin besar.

Berikut ini adalah beberapa teknologi wireline access yang dapat digunakan.
  • DSL (Digital Subscriber Line), yaitu teknologi yang memungkinkan untuk mentransmisikan data digital melalui saluran telepon.
  • CaTV (Cable TV Network), yaitu sebuah teknologi menyediakan siaran televisi melalui kabel koaksial atau fiber optik. Hal ini tentu berbeda dengan siaran televisi pada umumnya yang ditransmisikan dengan media wireless.
  • Power Line, memungkinkan untuk mentransmisikan data melalui saluran bertegangan tinggi.
  • Optical fiber, komunikasi dilakukan melalui fiber optic. Sistem komunikasi ini menawarkan bandwidth yang cukup besar.

Agar dapat terhubung ke jaringan internet melalui teknologi wireline, suatu PC dapat menggunakan metode koneksi dial-up. Dengan cara ini, PC dipasangi sebuah modem yang disambungkan ke saluran telepon untuk menghubungi ISP. Dial-up memiliki kelemahan, yaitu koneksi internet dan telepon tidak dapat dilakukan pada saat yang bersamaan.

Sekarang, teknologi DSL lebih banyak digunakan dibandingkan dengan dial-up. Teknologi ini menggunakan splitter sehingga kita dapat menggunakan layanan PSTN dan koneksi internet secara bersamaan. Bandwidth yang tersedia dalam teknologi ini dipengaruhi oleh jarak. Semakin jauh jaraknya, bandwidth juga semakin kecil.

Untuk mengatasi permasalahan ini, dapat digunakan teknologi PON (Passive Optical Network), yaitu sebuah teknologi yang menggunakan media transmisi fiber optik yang memungkinkan menggabungkan beberapa layanan dalam sebuah saluran. Di masa yang akan datang, teknologi seperti ini dapat menggantikan teknologi kabel tembaga, bahkan berkembang juga teknologi GPON (Gigabit PON) yang mendukung

Opini

Trend teknologi wireline access akan menuju ke arah teknologi komunikasi optik, seperti GPON dan FTTH misalnya. Banyak ISP yang tertarik untuk mengembangkan teknologi optik ini, seperti Centrin dan Telkom yang membangun GPON dan FTTH di akhir 2009. Alasan operator untuk membangun jaringan optik juga bermacam-macam, misalnya Centrin tertarik karena jangkauan teknologi ini yang cukup jauh, sedangkan Telkom lebih tertarik karena bandwidth yang disediakan cukup besar, sehingga diharapkan dapat menarik pelanggan.

Meskipun memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan DSL, biaya untuk mengimplementasikan teknologi optik semacam ini membutuhkan biaya yang lebih besar karena harus menginstalasi devais baru di rumah-rumah. Oleh karena itu, sebelum diimplementasikan di lapangan, teknologi ini harus dikaji lebih dalam lagi sehingga ketika diimplementasikan, operator penyedia layanan memang betul-betul sudah siap.

Kerja sama dengan pihak-pihak lainnya juga diperlukan ketika melakukan kajian ini, misalnya dengan pemerintah, vendor, dan tidak lupa juga masyarakat sebagai pengguna layanan broadband. Implementasi teknologi ini harus memperhatikan kebutuhan masyarakat. Selain itu, sosialisasi teknologi ini ke masyarakat juga harus dilakukan, sehingga teknologi wireline access ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kehidupan mereka.

    Share | Save

    Subscribe

8 comments:

titotz said...

G4
Muhammad Tito S 13206134
Anggita Hapsari G 13206034

Tidak dapat dipungkiri bahwa implementasi teknologi fiber optik memang sudah dibutuhkan untuk mendukung layanan multimedia. Kebutuhan masyarakat tampaknya tidak cukup terpenuhi bila hanya mengandalkan tenologi ADSL yg ada sekarang.

Memang bila dilihat untuk implementasi fiber optik akan membutuhkan investasi yg cukup tinggi, tapi investasi tersbut dapat belangsung untuk jangka waktu lama.

Untuk implemntasi fiber optik sebaiknya dilakukan koordinasi antar opertor, karena jika tiap operator membangun jaringan optiknya maka dipastikan tidak akan efisien. Lebih baik implemntasi dilakukan secara bersama2, agar inrastruktur publik yang terganggu tidak akan terlalu banyak..

Terimakasih..

febryansyah said...

G1
Febryansyah DR (13206007)
Adhipta SP (13206039)

saya merasa bahwa bisnis yang berbasis wireline access perlahan tapi pasti sepertinya akan terpinggirkan begitu saja

tetapi dengan muncunya berbagai macam inovasi baru, seperti contohnya layanan IPTV (Internet Protocol Television), diyakini dapat menghidupkan kembali era wireline access.. teknologi Internet Protocol Television atau IPTV diyakini dapat menyaingi atau bahkan menggeser teknologi televiisi berlangganan, seperti televisi kabel atau satelit. Akan tetapi, untuk sementara konsumen IPTV ini masih terbatas kalangan menengah atas.

Berbagai macam kelebihan yang ditawarkan IPTV ketimbang TV kabel atau satelit, salah satunya kemampuan untuk merekam atau menghentikan gambar (pause) saat tayangan tersebut disiarkan. Bahkan, tayangan itu bisa diakses secara mobile tanpa harus berada di dalam rumah.

alfikriyah said...

B-1
Nur Ibrahim 23209007
Prasetiyono Hari Mukti 23208302

Untuk mengimplementasikan jaringan fiber optik, dibutuhkan waktu yang cukup lama dan bertahap.

Jaringan kabel tembaga yang sudah ada, dapat digantikan dengan fiber optik, namun tidak dapat dilakukan secara keseluruhan dan serentak.

Hal ini terkait dengan investasi perusahaan dalam jaringan kabel tembaga yang sudah dikeluarkan dan belum tercover, serta biaya fiber optik yang mahal, sehingga harus dilakukan penggantian kabel tembaga sedikit demi sedikit menjadi fiber optik

zahara said...

Grup 14:
Zahara Yulianti (13206018)
Nur Inayah Yusuf (13206138)

GPON adalah suatu teknologi akses yang dikategorikan sebagai Broadband Access berbasis kabel serat optik. GPON merupakan salah satu teknologi yang dikembangkan oleh ITU-T via G.984 dan hingga kini bersaing dengan GE-PON, yaitu PON versi IEEE. Kelebihan GPON yaitu kapasitas lebih besar dari BPON, transmisi yang lebih efisien dari IP/Ethernet cell, dan jaringan distribusi optic. Oleh karena itu, banyak ISP yang berencana untuk mengembangkan teknologi ini.
Kami setuju dengan opini grup 17. Teknologi ini masih sangat mahal sehingga memerlukan biaya yang cukup besar dalam penerapannya. Operator penyedia layanan harus menyiapkan segala hal untuk peluncuran teknologi ini. Selain itu, juga diperlukan sosialisasi kepada masyarakat.

Terima kasih

Oryza said...

Kelompok 09:
Oryza Nicodemus Tarigan (13206075)
Nana Mulyana (13206166)

Wireline atau wireless? Jawabannya adalah keduanya. Saat ini kita tidak dapat hanya menjagokan salah satunya saja. Keduanya saling melengkapi dan dibutuhkan.

Ada dua trend teknologi telekomunikasi sekaligus menjadi kebutuhan pelannggannya: bandwidth dan mobilitas. Untuk memenuhi kebutuhan bandwidth, mau tidak mau user harus menggunakan wireline akses, terutama optik. Wireless tidak dapat menyediakan bandwidth yang lebih besar dari wireline. Hal ini dikarenakan terjadinya multipath pada propagasi gelombang pada wireless yang probabilitas destruktifnya lebih besar dari pada konstruktifnya. Meskpun demikian, wireline teknologi tidak dapat memenuhi kebutuhan user akan mobilitas. Bayangkan betapa kompleksnya jika menggunakan teknologi wireline untuk mobile.

Lebih jauh lagi, teknologi wireline tidak dapat memenuhi kebutuhan pemerataan akses informasi terutama untuk daerah rural/pedesaan. Saat ini, yang mejadi kendala penetrasi internet ke daerah rural di Indonesia adalah mahalnya infrastruktur wireline yang harus dibangun disana. Disamping harus berhadapan medan geografis yang sulit, secara hitung-hitungan ekonomis juga kurang, bahkan tidak menguntungkan.

Oleh karena itu, sebaiknya ada sebuah sistem kombinasi optimum antara kedua teknologi ini. Misal wireline untuk core network dan wireless untuk access network khususnya di daerah rural. Bagaimanapun juga, untuk saat ini kedua hal tersebut (broadband access dan mobility) tidak dapat di-handle oleh satu jenis teknologi saja. Mungkin suatu saat nanti akan ada teknologi baru yang mampu memadukan broadband access dan mobility. Mungkin namanya optical wireless teknologi (sekedar berandai-andai saja).

Terima kasih.

damar said...

G26
Sepanya Pasaribu (132 06 150)
Tubagus Damar Aryudika (132 06 036)

Kami setuju dengan pendapat kelompok 09. Teknologi wireline dan wireless memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Jika kita berbicara mengenai broadband, jelas teknologi fiber optic adalah solusi yang tepat, dan teknologi ini termasuk ke dalam teknologi wireline. Namun jika kita berbicara mengenai mobility, kita mau tak mau harus berbicara dalam konteks wireless. Secara otomatis juga kapasitas yang kita dapatkan tidak akan semaksimal jika menggunakan teknologi wireline.
Sekarang kita tidak boleh memandang kedua teknologi ini dalam paradigma ‘wireless vs. wireline’, tetapi lebih dalam sudut pandang ‘wireless dan wireline’, di mana keduanya harus dikombinasikan dan dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Di sini kita harus menyadari kembali peran kita para engineer sebagai problem-solver: tujuan kita adalah membangun sebuah teknologi yang sesuai dengan permasalahan dan kebutuhan masyarakat, bukan membangun sebuah teknologi supercanggih namun tidak diperlukan oleh masyarakat.
Satu poin lagi yang ingin kami sampaikan, yaitu bahwa fenomena teknologi fiber optik mengingatkan kita bahwa penemuan teknologi tepat guna bukanlah merupakan tahap akhir dari kegiatan problem-solving. Kebutuhan akan kapasitas terus meningkat: itu problemnya; telah ditemukan teknologi fiber optic: itu jawabanya. Namun masalahnya belum selesai, karena kita harus menyelesaikan tahap terakhir: implementasi teknologi tersebut secara luas. Sekarang pemanfaatan jaringan fiber optic secara luas masih menemui kendala, terutama karena masalah biaya dan izin instalasi. Harus selalu kita ingat bahwa sebelum masalah tersebut dapat diatasi, kita tidak akan pernah bisa mengatakan bahwa problem telah terpecahkan.

jfkoernia said...

Kelompok 12:
Jeffrey Kurniawan (13206128)
Tommy Hartanto (13206102)
=========================

Ya, kami setuju dengan pendapat teman-teman di atas. baik wireless, maupun wireline, keduanya tetap dibutuhkan. seperti yang telah kita pelajari selama ini di KapSel, bahwa wireless lebih diutamakan sebagai teknologi ke sisi akses, sedangkan wireline diutamakan untuk sisi backbone karena memungkinkan kapasitas yang jauh lebih besar. teknologi keduanya mesti dikombinasikan secara optimal dan sesuai dengan kebutuhan serta audience yang ingin dijangkau.jangan fanatik dengan satu teknologi tertentu saja.

Ulil Wicaksana said...

Group B-5

Agintha Pradewi - 23208355
Ulil S. Zulpratita - 23209010


Sebagaimana kita ketahui, evolusi teknologi akses wireline diawali dengan PSTN, berkembang menjadi ISDN, lalu menuju ke DSL sebagai antisipasi komunikasi broadband. Saat ini memang perkembangan teknologi akses broadband berbasis wireless terlihat lebih signifikan dibandingkan dengan perkembangn wireline access. Ini dikarenakan beberapa kelebihan wireless terutama dalam hal kemudahan penggelaran infrastruktur dan pengembangan ke depannya, serta rendahnya biaya yang harus dikeluarkan. Selain itu, BWA lebih menarik dibandingkan broadband wireline access dikarenakan adanya tuntutan mobilitas dari pengguna.
Namun begitu, tak bisa dipungkiri bahwa teknologi wireline maupun wireless masing-masing menawarkan kelebihan dan juga keterbatasan. Jadi keberadaannya dalam dunia broadband tak bisa saling meniadakan. Keduanya kita butuhkan.

Post a Comment