Sunday, May 9, 2010

Transmission Technology - G27

[Authors: Iman Firmansyah, Priambada Aryaguna (G27) ]
Kuliah kali ini terbagi dalam 4 sub bagian utama: The Transmission at a Glance, SDH/MSTP Overview, WDM Overview, dan Microwave Overview. Pada bagian pertama, The Transmission at a Glance, kuliah dimulai dengan review sekilas tentang Broadband Network, 2G Mobile Network, dan 3G Mobile Network. Disamping itu juga dijelaskan dua buah tipe transmisi, wire (kabel koaksial, fiber optik) dan wireless (satelit, laser, microwave). Bagian kedua, SDH/MSTP Overview, diawali dengan cerita History of Optical Transmission Network. Bagaimana kemunculan PDH (Plesiochronous Digital Hierarchy) disusul perkembangan SDH (Synchronous Digital Hierarchy). Terdapat uraian mengenai level-level yang terdapat di dalam PDH (E1, E2, E3, E4) dan SDH (STM1, STM4, STM 16, STM64). Dijelaskan juga beberapa contoh penerapan teknologi berbasis PDH dan SDH, misalnya BTS mempergunakan dua atau tiga buah E1, backbone mempergunakan teknologi SDH (STM1 atau STM64).


Selain penerapannya, terdapat beberapa karakteristik dari PDH dan SDH yang dapat diketahui. Misalnya mengenai kapasitas dari SDH yang lebih besar dari PDH, adanya standard interface yang tidak universal (non unified) untuk PDH dimana hal ini berbeda dengan SDH (international unified standard), dan juga terdapatnya overhead pada SDH (tidak pada PDH) pada operation dan maintenancenya. PDH hanya bisa diterapkan pada point-to-point sementara SDH mampu mengakomodasi multipoint networking. SDH lebih capable dalam fungsi monitoring network dibandingkan PDH. Selain perbandingan-perbandingan tersebut, uraian lebih mendalam tentang SDH juga dipaparkan. Misalnya, structure equipment SDH yang meliputi line interface, tributary interface (keperluan add/drop service signals), cross connect interface, timing circuit (untuk sinkronisasi), dan order wire. Disamping itu, diuraikan juga mengenai SDH equipment type yang terdiri dari termination multiplexer, add-drop multiplexer equipment (ADM), regenerator, dan digital cross connect. Terakhir juga dibahas mengenai networking dari SDH (linier, mesh, ring).

Di masa mendatang, optical network akan terdiri dari bermacam-macam fungsi dan layanan, sehingga diperlukan suatu cara untuk mengunifikasi keberagaman tersebut menjadi sesuatu yang lebih simpel. Terdapat beberapa cara yang dapat dipergunakan untuk proses memper’simpel’kan kerumitan ini. Pertama adalah MSTP Solution. MSTP merupakan singkatan dari Multi Service Transfer Platform. Inti dari MSTP adalah integritas bersama dari berbagai service (SDH/PDH, ethernet, ATM, SAN) dalam satu jenis perangkat. Misalnya dalam konteks SDH, MSTP merupakan teknologi SDH ditambah dengan suatu fungsi board yang baru. Cara kedua disamping MSTP adalah ASON (Automatically Switched Optical Network). Pada ASON terdapat fungsi control plane dan transport plane. Untuk mendefine suatu network, dapat dilakukan secara otomatis (tidak perlu manual satu per satu seperti pada SDH misalnya). Terdapat beberapa keunggulan dari ASON, yaitu automatic discovery, end-to-end service provisioning, dan abundant protection mechanism.

Pada bagian ketiga, WDM Overview, dipaparkan mengenai teknologi WDM, termasuk mengenai CWDM dan DWDM. Terdapat juga penjelasan tentang limitasi sistem WDM, meliputi atenuasi, dispersi, dan efek nonlinier. Sedikit disinggung juga mengenai ROADM (Reconfigurable Optical Add/Drop Multiplexer). Pada bagian terakhir, Microwave Overview, diterangkan mengenai teknologi microwave (MW), suatu sistem transmisi dengan fungsi yang mirip dengan optical network. Perbedaan antara microwave dengan optik adalah medium yang digunakan (MW mempergunakan radio frequency yang notabene memerlukan lisensi), kapasitas (MW relatif kecil dengan kapasitas maksimum satu atau dua kali STM1), dan jarak transmisi (MW mempersyaratkan Line of Sight, maksimum pada kisaran puluhan kilometer, dan terpengaruh cuaca). Beberapa penerapan teknologi microwave adalah 2G/3G/Wimax BS service backhaul, access layer network in less developed region, private network. Perbandingan CAPEX dan OPEX MW lebih rendah dipanding teknologi optik. Karena beberapa karakteristiknya tersebut, MW biasa dideploy pada jaringan akses berskala kecil. Beberapa lokasi yang dapat diakomodasi oleh MW diantaranya, pegunungan (A), lembah (B), dataran (C), dan perairan luas (D). Umumnya MW banyak dipakai di daerah A (pegunungan). Selain pemaparan tentang penggunaan MW, disinggung juga mengenai teknologi digital MW. Prinsip utama dari digital microwave adalah hops. Topologi yang memungkinkan adalah chain, tree dan ring. Aplikasi satelit dan microwave mempergunakan rentang frekuensi SHF. Konfigurasi radio channel microwave meliputi multiple transmit/recieve spacing dan channel spacing yang didefinisikan untuk setiap pita frekuensi. Karena frekuensi menjadi limiter dalam teknologi MW, gangguan yang umum dijumpai berupa interferensi (karena dua atau lebih pengguna mempergunakan frekuensi yang sama). Di akhir bagian keempat, dijelaskan mengenai ATPC (Automatic Transmitted Power Control), XPIC (Cross Polarization Interference Canceller) dan diversitas (space dan frequency).

Opini

Menurut kami, perkuliahan terakhir ini merupakan salah satu sesi kapsel yang lumayan sulit untuk diikuti dengan nikmat. Dikarenakan banyaknya teknologi yang terkandung didalamnya dan keterbatasan waktu (yang mengakibatkan tempo pembawaan kuliah menjadi lebih cepat). Overall, topik yang cukup menarik dimana pada sesi ini kita dibawa untuk lebih mengenal jaringan transmisi yang dipergunakan, termasuk berbagai teknologi penopang didalamnya. Menilik sedikit tentang ASON, jika teknologi ini diterapkan secara menyeluruh di Indonesia, sepertinya akan mampu mengoptimalkan kinerja dari jaringan transmisi yang ada. Entah itu akan berakibat banyak atau tidak bagi konsumen (kan konsumen sering dianggap pihak yang harus legawa, terutama yang personal user, kalo corporate ga mungkin deh kayaknya), harapan kami semoga saja dengan teknologi yang semakin maju, kepuasan pelanggan dapat ditingkatkan (dan dijaga tentunya). :D

    Share | Save

    Subscribe

7 comments:

joicesayangkamu said...

G 15
13206058 Ni Wayan Eka A
13206147 Joice F Yusriani

Teknologi Transmisi memang bermacam-macam karena tergantung kebutuhan, kondisi daerah, cost dan lain-lain.
Lewat sesi kapsel kali ini, kami diingatkan kembali mengenai teknologi transmisi yang telah dipelajari selama empat tahun kuliah.
Kami cukup tertarik dengan fungsi board baru yang ditambahkan ke dalam teknologi SDH yaitu MSTP dan ASON. Kami berharap dengan adanya perkembangan teknologi SDH ini dapat meningkatkan efisiensi kerja optik sehingga layanan kepada konsumen lebih meningkat dan dapat meyelesaikan permasalahan yang terkait dengan transmisi melalui optik.

niki said...

G 18
13206077 Niki Adytia Putra
13206199 Deon Arinaldo

Secara umum materi kali ini cukup menarik, di mana gambaran berbagai sistem transmisi dalam dunia komunikasi dijelaskan dalam 2 jam pertemuan :D. Harapan kami semoga untuk kapsel berikutnya materi yang disajikan lebih bervariasi, selain untuk mencegah diulang-ulangnya materi juga untuk mencegah kebosanan peserta. Misalnya tentang satelit, radar, atau softskill yang dibutuhkan dalam dunia kerja.

terima kasih

joko said...

Helmi Muslim Sutarto / 13206026
Joko Ari Wibowo / 13206205

Salah satu penyebab munculnya variasi teknologi transmisi (SDH, Mikrowave, Optics) ialah karena bervariasinya juga jangkauan dan kebutuhan transaksi telekomunikasi di setiap tempat. Dimulai dengan teknologi mikrowave (penerus telegraph, radio) kemudian muncul keluarga PDH dan SDH lalu yang terakhir adalah teknologi optik. Perkembangan semua teknologi ini tidak berenti sampai saat ini saja. Yang ingin kami share ialah mengenai perkembangan teknologi mikrowave saat ini.


Teknologi mikrowave memiliki kelebihan di coverage area yang luas. Isu yang diangkat pada pengembangan teknologi mikrowave ini ialah right-of-way, problem geografis, dan persoalan nirkabel lokal. Kekurangan teknologi ini ialah kualitas atau keandalan telekomunikasinya masih tergantung cuaca (pada frekuensi tinggi, daya hilang karena pengaruh cuaca berbanding lurus dengan besarnya frekuensi). Padahal dengan mempertinggi frekuensi operasi, spektrumnya semakin lebar. Dari segi biaya, diakui memang biaya instalasinya lebih tinggi dari biaya instalasi teknologi lain

Irvan said...

Kelompok 17
Ananto Eka P 13206008
Irvan Supradana 13206130

Perkembangan teknologi SDH khususnya penggunaan teknologi ASON (Automatically Switched Optical Network) pada jaringan backbone telah mengurangi masalah2 mendasar dalam mengatasi kehandalan sistem transmisi baik dari segi bandwidth ataupun fleksibilitas.

Namun pertanyaan saya apakah teknologi ini telah bisa mengikuti alur kebutuhan yang ditanggung operator seiring meningkatnya kebutuhan layanan/service bandwidth yang tinggi. Sebut saja VOIP, IPTV dll

joko said...
This comment has been removed by the author.
naya said...

G14: Zahara Yulianti 13206018
Nur Inayah Yusuf 13206138

Kuliah kapsel yang terakhir ini memberikan kami gambaran mengenai berbagai jenis sistem transmisi, baik wire maupun wireless transmission dimana keduanya memiliki kelebihan masing-masing.

Menanggapi pertanyaan G17, dari artikel yang kami baca, ASON telah bisa digunakan untuk layanan VOIP atau IPTV yang rentan terhadap error. Hal ini disebkan kemampuan multiple protection ASON disamping pemakaian bandwidth yang lebih efisien.

Terima Kasih.

admin said...

Informasi yang tertulis pada: http://www.teletrafik.org/2010/05/transmission-technology-g27.html

Sangat menarik,,

Terima kasih gan,,sukses selalu..
Domino 99 | Domino99 Online

Post a Comment