Sunday, May 9, 2010

Transmission Technology - G25, G26, G29, G30, G31, G32

Transmission Technology - G25, G26, G29, G30, G31, G32


[Heru Wijanarko, Andre M. Dubari (G30)]
Q1 : Setiap vendor mengembangkan interface yang berbeda-beda, apakah itu tidak menyusahkan operator?

A1 : Meskipun interface yang ada di market Indonesia sangat banyak, namun sudah ada standar bersama yang digunakan oleh operator dan vendor seperti ITU-T dan ITU-R. Berkaca pada PDH (Plesiochronous Digital Hierarchy) Jepang dan Amerika Serikat, saat ini perbedaan interface tidaklah menjadi masalah. Sebagai contoh, interface Huawei dapat terhubung dengan perangkat NSN. dan biasanya vendor mebuat perangkat tergantung pada pesanan & keinginan operator.

Q2 : Ilustrasikan saluran transmisi menyangkut power distribution dalam monitoring system?

A2 : Secara umum konsep NMS (Network Monitoring System) pada power distribution tidak jauh berbeda dengan NMS pada perusahaan telekomuniksi. Misalnya interface dari tiap perangkat dapat melakukan signalling kemudian ditransmisi ke pusat untuk dilakukan monitoring atau pengawasan.

Opini

Meskipun banyak interface yang digunakan oleh operator memang seharusnya tidak terjadi masalah dalam menghubungkan karena memang sudah ada standar yang jelas dan digunakan secara internasional. Menurut kami pribadi, sesi ini tidak banyak pertanyaan yang menyangkut materi yang disampaikan. Mungkin dikarenakan sesi tersebut kurang interaktif sehingga peserta kurang tertarik mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang disampaikan.

----

[Arinaldo Adma, Debby Permata Putra (G25)]
Q1 : bagaimana standar transmission di Indonesia?
A1 : sejauh ini di tingkat vendor sudah ada yang mengikuti standar ITU-T, PDH, SDH, dll. Sedangkan standar resmi yang digunakan pada proses transmisi tentunya sama.

Q2 : Tolong ilustrasikan transmission network dalam power distribution untuk memonitor power distribution
A2 : Pada dasarnya sama, tidak ada perbedaan yang cukup signifikan. sama -sama memiliki proses signalling.

Opini

transmission merupakan salah satu teknologi yang penting dalam dunia telekomunikasi. Pada teknologi ini signal processing merupakan salah satu fase yang penting sehingga informasi yang ada bisa dirubah ke dalam bentuk yang sesuai sebelum dikirm dan dirubah kembali menjadi informasi yang diinginkan di penerima. Hal ini tentunya akan menjadi tantangan tersendiri bagi teknologi broadband, baik wireline maupun wirelss agar informasi yang datang dari berbagai area dan media transmisi (optik, stelit, radio-red) dapat diterima, diolah dan diteruskan dengan baik.

----

[Haryo Septoria P, Wibisana Jaka S (G31)]
Q1 : bagaimana standar di Indonesia?
A1 : di tingkat vendor, sudah ada yang mengikuti standar ITU-T, PDH, SDH, dll. standar resmi yang digunakan pada proses transmisi tentunya sama dan transport network yang ada bisa terhubung ke semua MSc, dan BCS

Q2 : Tolong ilustrasikan transmission network dalam power distribution untuk memonitor power distribution
A2 : Pada dasarnya sama, tidak ada perbedaan yang cukup signifikan. sama -sama memiliki proses signalling.

Opini

Menurut kami, untuk standar teknologi transmisi, pasti ada standar internasional yang ditetapkan dan harus dipatuhi oleh setiap vendor yang mengembangkan teknologi tersebut. Standar-standar tersebut sebenarnya ditetapkan agar produk-produk yang dikeluarkan oleh vendor yang berbeda dapat digunakan bersama-sama sehingga memudahkan user dalam pemakaian produk tersebut.

Untuk masalah monitoring dalam power distribution, menurut kami hal tersebut sebenarnya sama dengan Network Monitoring System (NMS) biasa, hanya saja dalam hal ini data yang diambil adalah data yang berhubungan dengan distribusi daya. Yang berbeda hanya pada alat pengukur yang digunakan untuk mengambil data-data yang dibutuhkan.

---

[Tubagus Damar Aryudika, Sepanya Pasaribu (G26)]
Q1 : Tiap vendor mengembangkan perangkat sendiri yang memiliki interface yang berbeda-beda. Bagaimana cara perangkat suatu vendor melakukan komunikasi dengan perangkat vendor lain yang memiliki interface yang berbeda tersebut?
A1 : Biasanya setiap vendor sudah memiliki standart sendiri yang disesuaikan dengan standart pada ITU-T, seperti standar jaringan SDH, PDH, maupun E-1. Standart resmi yang digunakan pada transmisi oleh setiap vendor biasanya sama jadi transport network bisa dihubungkan ke semua MSC dan BSC pada jaringan internet.

Q2 : Bagaiman illustrasi SCADA terkait dengan monitoring Power Distribution Network?
A2 : Yang pasti itu setiap perangkat itu memiliki interface signaling dan network management system sendiri. Dalam suatu jaringan, yang terjadi bukan hanya transmisi tetapi juga signaling khusus untuk setiap elemen jaringan. Hal yang sama diterapkan pada monitoring Power Distribution Network.

ITU-T sebagai badan standarisasi dalam bidang telekomunikasi terlihat semakin krusial seiring berkembang pesatnya teknologi dan munculnya berbagai inovasi. Fungsi utama ITU-T adalah memberikan rekomendasi dalam standar internasional, dan kata 'rekomendasi' di sini dapat kita rasakan memiliki konotasi yang sermakin jauh dari arti harafiahnya. Aliran informasi yang cepat adalah sebuah kebutuhan primer pada jaman sekarang, dan kebutuhan ini melahirkan industri-industri raksasa yang bergerak dalam bidang telekomunikasi. Sebagai produsen elemen dan infrastruktur jaringan, vendor-vendor pun juga bermunculan di mana-mana. Dengan semakin banyaknya vendor tersebut, mau tidak mau setiap dari mereka harus terikat dengan 'rekomendasi' dari ITU-T, karena dengan cara itulah keberlangsungan bisnis mereka dapat dijamin dengan baik.

---

[Firman Azhari, Mangasi Napitupulu (G32)]
Q:Bagaimana sistem transmisi pada power (katanya telekomunikasi sangat penting dalam transmisi tersebut)?
A: Sebeneranya prinsipnya sama saja dengan transmisi telekomunikasi biasa.

Q: Karena bapak berpengalaman di vendor dan operator, mana yang lebih baik untuk memulai karir?
A: Sebenernya tergantung dari orangnya minat ke mana karena tantangannya berbeda untuk masing-masing perusahaan. Namun sebagai gambaran: operator cenderung lebih stabil karena hanya mengurus operasional. Sedangkan vendor sibuk menyiapkan proposal, design, dll yang nantinya berhubungan dengan operator.

Sesi ini cukup menarik karena pembicara merupakan alumni Elektro ITB dan punya pengalaman bekerja baik di vendor maupun operator telekomunikasi. Justru harapannya pembicara dapat membagi pengalamannya secara teknis di lapangan seperti apa, namun harapan tersebut kurang terpenuhi karena cenderung dijawab secara general. Namun pemaparan tentang transmisi yang beliau berikan sedikit berbeda dengan pembicara-pembicara sebelumnya yang topiknya hampir selalu sama, sehingga sesi ini menjadi menarik.

---

[Susiana Ekasari, M. Nur Hidayat (G29)]
Q1 : Bagaimana standar transmisi di Indonesia?
A1 : Pada dasarnya standar resmi yang digunakan vendor Indonesia untuk menangani transmisi sama dengan yang digunakan vendor di negara lain. Standar yang digunakan bermacam-macam. Ada yang mengikuti standar PDH, SDH, ITU-T, dll.

Q2 : Tolong ilustrasikan transmission network dalam SCADA? (untuk memonitor power distribution)
A2 : Jaringan transmisinya sebenarnya sama. Tidak ada perbedaan yang besar. Keduanya sama-sama memiliki proses signaling.

Opini

Proses signaling memegang peranan penting dalam dunia telekomunikasi. Melalui proses ini, koneksi dibentuk dan dimanage. Selain itu terjadi pula proses transfer informasi dalam bentuk frame-frame data setelah koneksi dibangun. Oleh karena itu, ini akan menjadi sebuah challenge dalam dunia telekomunikasi untuk bisa mentransmisikan berbagai informasi melalui berbagai media sehingga dapat diteruskan dan diterima dengan baik.

    Share | Save

    Subscribe

5 comments:

adhipta said...

Kelompok 1
Adhipta Sp (13206039)
Febryansyah DR (13206007)

Kami setuju dengan pendapat kelompok wibi dan haryo. Regulasi internasional harus dipatuhi oleh semua vendor. Karena untuk kebaikan dimasa mendatang terutama dalam menuju konvergensi dan kemudahan user.

naya said...

G14: Zahara Yulianti 13206018
Nur Inayah Yusuf 13206138

Menanggapi Q1 menurut kami disinilah pentingnya stanrdisasi guna menjamin interoperabilitas dan interkonektivitas berbagai perangkat telekomunikasi, seperti perangkat saluran transmisi. Dengan standard ini maka perangkat dari vendor yang berbeda dapat saling berkomunikasi.

Terima Kasih.

angelofairwalk said...

Group 21 : Angelia Hermawan (13206076), Dito Anggodo (13206109).

Ya, ITU memang berperan penting sebagai regulator internasional. Tetapi apakah pemerintah sebagai regulator nasional berperan aktif dalam memantau kerja vendor di Indonesia atau hanya memantau operator saja?

Felix Kristian said...

Kelompok 20
Felix K Jatmiko(13206149)
Johan Sunaris(13205005)

Kami sependapat dengan opini teman-teman di atas bahwa ITU-T yang khusus mengkaji dan membuat
standar telekomunikasi secara global berperan
signifikan dalam mendorong lahirnya berbagai jasa telekomunikasi dan informasi (ICT)

frida said...

Grup 16 : Sutinah (13206038) - Frida K (13206057)

Kami sangat tertarik dgn teknologi transmisi yg disampaikan terutama bagian teknologi microwave, akan tetapi waktu 2 jam nampaknya kurang untuk begitu banyak teknologi yang disampaikan. Padahal terdapat beberapa materi yang telah dijelaskan pada kuliah-kuliah sebelumnya. Mungkin untuk lain kali lebih baik agar tidak terjadi pengulangan-pengulang seperti itu.

Menanggapi G21, memang ITU berpern sangat penting sebagai regulator nasional. Dan masalah pemerintah, yang pasti pemerintah merupakan salah satu pihak yang sangat berperan penting dalam pertelekomunikasian indonesia. Karena bagaimanapun juga, bagaimana vendor mengeluarkan perangkat yang digunakan operator juga menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah dalam dunia telekomunikasi, seperti contohnya mengenai WiMAX.
Dan lagi-lagi tetap harus ada kerjsama dan komunikasi yang baik antar semua elemen, baik pemerintah, masyarakat, vendor, operator maupun semua pihak yang terkait.

Terima Kasih

Post a Comment