Saturday, April 3, 2010

Traffic Boom + Smart Backhaul - G26

[Authors: Tubagus Damar Aryudika, Sepanya Pasaribu (G26)]
Teknologi broadband terus berkembang dengan perubahan-perubahan mendasar pada peningkatan performansi dan kemampuan layanan. Permintaan pelanggan akan transfer data berkecepatan tinggi dan fleksibilitas telah memicu dominasi dari perkembangan teknologi mobile broadband. Diperkirakan di masa yang akan datang, mobile broadband akan menjadi teknologi yang tidak terpisahkan dari setiap segi kehidupan masyarakat.

Perkembangan teknologi broadband telah mengalami evolusi yang panjang dimulai dari sistem radio selular generasi pertama, selanjutnya berkembangnya sistem radio digital generasi kedua yang menggunakan Time Devision Multiplexing (TDM). Generasi ketiga muncul dengan menggunakan protokol Asynchronous Transfer Mode (ATM) dan juga teknologi HSDPA dan pengembangannya yang menggunakan Ethernet sebagai protokolnya.

Kebutuhan pelanggan akan transfer data berkecepatan tinggi telah menimbulkan permasalahan tersendiri bagi para operator dan vendor telekomunikasi. Disamping pelanggan transfer kecepatan tinggi, pelanggan juga mengharapkan harga yang murah. Hal ini menyebabkan operator harus berpikir keras untuk menemukan solusi sehingga perusahaan tetap profitble dalam lingkungan yang sedang booming teknologi broadband.

Operator-operator telekomunikasi sedang berusaha mengembangkan teknologi baru yang dapat memberikan penawaran yang lebih baik untuk menjaga posisi perusahaan dalam track kompetisi dengan para pesaing mereka dan mempertahankan posisi perusahaan dan meningkatkan penggunaan layanan data. Mobile broadband yang diharapkan mampu memberikan layanan yang berguna dan menghibur sehingga permintaan user dalam hal konsistensi, kualitas, dan harga dapat terpenuhi.

Permintaan layanan data mobile broadband yang tinggi memaksa operator harus melakukan upgrade jaringan mereka mejadi jaringan 3G. Selanjutnya, dengan menggunakan teknololgi baru wireless seperti HSPA dan WIMAX untuk koneksi broadband memerlukan peningkatan yang cukup signifikan pada kapasitas setiap sel site, dan sebagai hasilnya, trafik jaringan akan penuh. Untuk mengatasi trafik data mobile yang booming, operator harus melakukan optimasi pada jaringan transportnya. Solusi yang ditawarkan adalah dengan menerapkan Mobile Backhaul pada bagian akses sehingga infrastruktur transport dapat dioptimasi penggunaannya sehingga biaya yang diperlukan dalam pengiriman paket lebih murah.

Solusi lain yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan adanya usulan One Ethernet/IP Network for All Services. Di masa yang akan datang, penggunaan protokol ethernet akan terus berkembang, dimana hal ini disebabkan karena hampir semua handset yang tersedia mendukung ethernet. Adanya mirasi ke ethernet dikarenakan ethernet menawarkan beberapa kelebihan yang tidak terdapat pada protokol lain. Beberapa keunggulan ethernet yaitu:
  • Penggunaan kapasitas dioptimalkan
  • Future proofness
  • Cost effectiveness

Program One Ethernet diharapkan dapat menciptakan metro ethernet yang mampu menghemat pembiayaan dalam penggunaan broadband. Dalam hal ini, biaya total kepemilikan dan pengiriman dikurangi hingga 30% dan level layanan dapat ditingkatkan.

Tantangan utama dari service provider adalah menyediakan layanan dengan kualitas yang lebih tinggi kepada end user dimanapun lokasinya, kontrak ataupun metode pembayaran yang konstan meskipun berada dalam situasi tekanan harga dan peningkatan biaya operasi yang semakin tinggi. Untuk mengurangi biaya operasi yang dialami service provider, maka Unified Management merupakan salah satu solusi yang paling tepat untuk diterapkan. Dengan metode ini, maka layanan untuk setiap operator yang berbeda dapat dilakukan secara unfied, dimana hal ini juga dapat memberikan kenyamanan bagi pelanggan.

Munculnya mobile backhaul memberikan pengaruh kepada operator dalam hal investasi. Untuk teknologi sebelumnya, operator mengeluarkan biaya investasi yang tidak sedikit dalam hal pembangunan infrastruktur sehingga pembangunan infrastruktur untuk mobile backhaul mengalami kendala. Solusi yang ditawarkan adalah dengan adanya Hybrid dan Full Packet untuk proses pembangunan infrastruktur mobile backhaul.

OPINI

Banyaknya layer fungsional dengan protokolnya masing-masing menjadi permasalahan sendiri dalam dunia telekomunikasi. Seiring perkembangan jaman, protokol-protokol yang sudah ada senantiasa diperbaharui untuk menunjang efektifitas serta efisiensi transfer data, voice, dan video. Protokol-protokol yang berbeda digunakan dalam berbagai segmen network dari backbone sampai akses, sehingga sering kali menghambat upgrade performa dan management network secara keseluruhan. Menurut kami Mobile Backhaul adalah solusi tepat untuk menunjang jaringan yang menuju ke arah Broadband service.

Dengan bermigrasinya semua servis ke protokol Ethernet, perfromansi jaringan dapat meningkat jauh, dan cost yang dikeluarkan juga akan lebih efisien. Pembangunan infrastruktur model Hybrid juga menjadi jalan keluar berbagai masalah dari implementasi teknologi baru ini. Namun, perlu diingat bahwa sekarang ini internet user di Indonesia lebih banyak mengakses ke konten internasional. Dengan kata lain, jika beban trafik sebagian besar lari ke luar negeri, berbagai usaha untuk meningkatkan kinerja metro ethernet cenderung menjadi sia-sia. Usaha untuk menggeser perilaku masyarakat dari budaya konsumtif menurut kami juga harus dijalankan secara integrasi dengan usaha pembangunan jaringan Broadband di Indonesia.

Maraknya situs seperti YouTube dan berbagai jejaring sosial seperti Facebook di Indonesia sebenarnya dapat menjadi pasar potensial bagi industri kreatif untuk menciptakan konten dan aplikasi yang tak kalah menariknya dengan produk buatan luar negeri. Di sini sekali lagi kita harus mau membudayakan budaya produktif dan mulai menerbitkan situs-situs lokal yang patut dibanggakan selain Kaskus.

    Share | Save

    Subscribe

10 comments:

Ulil Wicaksana said...

GB-5

Agintha Pradewi - 23208355
Ulil S. Zulpratita - 23209010

Diperkirakan pada tahun 2015, lima miliar orang di seluruh dunia akan menggunakan teknologi komunikasi. Penggunaan teknologi ini membawa dampak tingginya permintaan bandwidth di masa depan. Sayangnya, teknologi yang digunakan oleh para operator telco saat ini belum mampu menjawab tantangan tersebut. Baik dari segi besarnya bandwidth yang dibutuhkan, kecepatan layanan, hingga biaya operasional yang menguntungkan bagi operator. Apalagi ditambah dengan tingginya tingkat persiangan antar operator yang akan membuat tarif komunikasi akan menjadi kian murah kedepannya.

Operator saat ini kebanyakan mengandalkan infrastruktur backhaulnya dengan menggunakan campuran jaringan transport leased line E1, sambungan microwave PDH/SDH, serta sistem fiber SDH. Leased line E1 yang banyak digunakan operator berkapasitas 2 Gb/detik.
Jika operator ingin menambah badwidth untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dengan menambah leased line, itu bukanlah langkah bijak bagi kesehatan keuangan perusahaan. Sebab, biaya untuk menyewa dan pemeliharaan leased line memang dikenal sangat tinggi. Selain itu, antarmuka E1 yang menggunakan TDM untuk layanan 2G dan dihubungkan dengan lapisan ATM untuk konsentrasi trafik data 3G ini,ternyata sulit untuk diutak-atik. Jika operator ingin melakukan penyesuaian atau peningkatan bandwidth dari satu tempat ke tempat lain, akan muncul kesulitan teknis untuk melakukan peningkatan tersebut.

Untuk itulah, NSN bekerjasama dengan Juniper, menelurkan solusi Carrier Ethernet untuk menjawab berbagai tantangan tersebut. Solusi ini merupakan teknologi transport yang berjalan di atas kabel serat optik dan bekerja dengan mingirmkan data dalam bentuk paket. Dengan mengirimkan data dalam bentuk paket, maka kecepatan data yang dikirimkan akan meningkat drastis.
Agar para operator dapat bertahan dalam persaingan yang kian ketat serta memenuhi kebutuhan pelanggan, NSN-Juniper menyarankan untuk melakukan konvergensi teknologi dengan teknologi jaringan transport 2G/3G berbasis paket.

Kerjasama NSN-Juniper untuk memberikan solusi Carrier Ethernet ini disertai sederetan solusi hulu-hilir yang akan memudahkan operator melakukan konvergensi. Dalam kerjasama ini, NSN berperan sebagai penyedia produk switching melalui rangkaian produk NSN A-Series, sementara Juniper berperan sebagai penyedia router lewat jajaran Ethernet Services Router miliknya.

NSN-Juniper memberikan keleluasaan bagi operator yang hendak melakukan konvergensi. Bagi operator yang ingin melakukan konvergensi ini secara bertahap, NSN menyediakan solusi jaringan hybrid. Solusi ini akan membagi layanan suara dan data. Layanan suara akan tetap dilakukan menggunakan jaringan TDM yang telah ada, sementara layanan data HSPA dialihkan dari jalur leased line ke jaringan transport berbasis IP, jalur xDSL contohnya. Solusi ini diklaim NSN akan menghemat biaya saat dilakukan penambahan kapasitas, mengurangi biaya leased line, dan tetap memberikan layanan suara terbaik.

Sementara, bagi mereka yang ingin langsung mengimplementasikan jaringan backhaul all-Ethernet, NSN-Juniper akan menyediakan jaringan yang berbasis pada leased Metro-backhaul all-Ethernet maupun yang berbasis pada jaringan paket buatan sendiri. Dengan teknologi NSN-Juniper, prangkat lawas yang dimiliki operator dapat ditingkatkan dengan teknologi psuedo wire. Serta teknologi radio client yang akan menyediakan native IP pada perangkat yang tidak memiliki kemampuan routing canggih sekalipun.

Dengan serangakain solusi ini, diharapkan operator dapat menjawab tantangan-tantangan layanan komunikasi ke depan. Serta mampu bersaing memberikan layanan terbaik berharga miring, tanpa menjebol kantong perusahaan.

ismi_mazaya said...

Yup, setuju dengan opini yang disampaikan oleh G26 bahwa sudah saatnya Indonesia membanggakan produksi dalam negeri, tidak hanya produk rumah tangga dan fashion, tetapi juga konten telekomunikasi. Sekarang sudah marak toko online, tapi sayangnya masih banyak menggunakan aplikasi facebook (produk luar negeri). Mungkin dengan berkembangnya toko online, sistem pembayaran online juga akan memasyarakat. Tantangan selanjutnya adalah kesiapan para operator, vendor dan pemerintah untuk menyediakan infrastruktur dan manajemen yang solid, sehingga layanan yang disuguhkan kepada masyarakat terkesan dengan 'sepenuh hati' melayani.

23209019
23209015

sinung said...

GB4
Sinung Tegar P 23209021
Nana Sutisna 23209054
Penyedia layanan menyadari bahwa kunci dari pertumbuhan pendapatan terletak pada layanan 3G/4G mobile broadband, meskipun layanan ini memerlukan biaya per-bit yang semakin rendah untuk aplikasinya yang menggunakan bandwidth besar. Hal ini selanjutnya mengarahkan perhatian kepada warisan infrastruktur mobile backhaul yang mahal. Saat penyedia layanan mengalami pertumbuhan traffic data yang cepat dan mulai menyasar radio access dengan solusi LTE dan WiMAX, maka mereka mengalami masalah bottleneck dalam mobile backhaul. Banyak insfrastruktur di dunia didasarkan pada arsitektur TDM yang jelas tidak akan mampu secara efisien memenuhi persyaratan transport bagi jaringan generasi selanjutnya. Solusinya adalah Carrier Ethernet Transport, Jaringan terintegrasi berbasis paket dan yang telah disederhanakan harus menjadi sasaran, untuk mendapatkan peningkatan kinerja.

anantoep said...

G17 - Ananto Eka P./13206008 - Irvan S./13206130

Setuju dengan G26, bahwa pembangunan infrastruktur broadband di Indonesia harus dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan pihak-pihak seperti pemerintah, operator, vendor, user, dan pihak-pihak terkait lainnya. Salah satu contohnya adalah seperti yang disebutkan oleh G26, yaitu pembangunan broadband harus dibarengi dengan mengurangi budaya konsumtif masyarakat dan meningkatkan konten-konten lokal. Dengan demikian, investasi operator di broadband yang tidak dapat dibilang murah tidak akan sia-sia.

Berbicara tentang konten lokal, konten toko online yang disebutkan oleh ismi_mazaya memang cukup menarik. Selain kesiapan operator, vendor, dan pemerintah dalam menyediakan infrastruktur dan manajemen yang solid, tantangan lainnya yang perlu diperhatikan adalah aspek security dari layanan tersebut. Menurut survey Information Week (USA), kesadaran akan masalah security ini masih rendah, hanya 22% responden yang menganggap aspek security ini penting. Padahal, khususnya di Indonesia, kasus-kasus yang berhubungan dengan keamanan di dunia maya kerap terjadi. Bahkan di tahun 2004, Indonesia dilaporkan menjadi salah satu negara terbesar dalam persentase penipuan di Internet *dapet info dari kuliah keamanan informasi*. Kalau menimpa satu atau dua user saja mungkin masalahnya tidak terlalu besar, tapi akan menjadi besar jika menimpa ribuan orang. Semakin aman suatu layanan, maka tingkat kepercayaan user juga bertambah sehingga usaha untuk meningkatkan trafik lokal akan lebih efektif.

Felix Kristian said...

Kelompok 20
Felix Kristian Jatmiko (13206149)
Johan Sunaris (13205005)

Salah satu dampak perluasan broadband adalah meingkatkan pertumbuhan ekonomi. Sering dikatakan bahwa penambahan investasi broadband akan mendorong laju pertumbuhan ekonomi suatu negara, tetapi ini hanya terbukti di negara maju. Di negara maju kualitas broadband sudah terstandar dan terdefinisi dengan jelas dengan dukungan infrastruktur ekonomi yang telah tertata dengan baik.

Di negara ini definisi broadband masih belum baku dalam beberapa hal termasuk dalam kecepatan minimal akses internet agar dapat disebut broadband. Jika mengacu standar baku dunia, kecepatan internet minimal agar layak memenuhi persyaratan broadband adalah 512 kbps.

Karena itu, peningkatan kualitas layanan broadband mutlak dilakukan melalui penataan yang baik dan infrastruktur yang memadai.

zahara said...

G14: Zahara Yulianti 13206018
Nur Inayah Yusuf 13206138

Permintaan layanan mobile broadband di Indonesia memang semakin meningkat. Pertumbuhan trafik ini tentunya membutuhkan kesiapan operator untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin layanan akses lebih cepat, efisien, dan lebih murah. Untuk menjawab tantangan ini, evolusi mobile backhaul yang cost-effective merupakan salah satu solusinya.

Dengan adanya solusi yang ditawarkan, sekarang diharapkan pada operator untuk menerapkannya, mengupgrade jaringan backhaul mereka, sehingga dapat menekan biaya mobile backhaul dan layanan mobile internet menjadi semakin murah. Diharapkan dengan seperti ini, mobile broadband dapat berdampak pada peningkatan ekonomi negara Indonesia sehingga berdampak pula pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Oryza said...

Kelompok 09:
Oryza Nicodemus Tarigan (13206075)
Nana Mulyana (13206166)

Teknologi telekomunikasi saat ini terlihat mengalami perkembangan yang "liar". "Liar" dalam arti perkembangan teknologi yang begitu pesatnya dan beraneka ragam sesuai dengan konsep-konsep yang dikembangkan oleh para pelaku (vendor-vendor telekomunikasi), seperti yang telah diutarakan oleh kelompok 26 bahwa protokol-protokol telekomunikasi akan terus-menerus diperbaharui mengikuti perkembangan ledakan trafik. Menurut kami, hal ini wajar saja karena kompetisi antar vendor membuat inovasi baru terus-menerus bergulir.

Melihat kenyataan ini, akan sangatlah baik kalau program studi telekomunikasi menjalin kerja sama dengan pihak-pihak industri telekomunikasi terutama di bidang riset dan pengembangan teknologi tersebut. Kerja sama sebaiknya tidak hanya dinyatakan dalam bentuk bantuan peralatan dan beasiswa saja, tapi bisa lebih dalam lagi dalam hal pembelajaran teknologi dan perancangan teknologi yang melibatkan mahasiswa secara aktif. Salah satu bentuk aplikasinya mungkin dengan mendirikan laborstorium khusus kerja sama pihak institusi pendidikan dengan vendor tertentu.

Riset tidak perlu dilakukan dengan mendalam sampai ke seluk beluk teknologi yang digunakan oleh pihak vendor, tapi cukup ke teori-teori dasar yang dapat menunjang bidang akademis perkuliahan. Dengan demikian, vendor mendapat keuntungan dengan beberapa ide atau inovasi yang mungkin muncul dari para mahasiswa dan sebaliknya, pihak institusi pendidikan juga memperoleh manfaat pengembangan ilmu pengetahuan.

Terima kasih.

natasiaditha said...

Kelompok 13
Ditha N (13205010)
Roy BVB (13206203)

Saat ini dunia telekomunikasi sedang mengalami migrasi dari komunikasi suara ke komunikasi data.
Setuju dengan pendapat dari kelompok 26, di mana kebanyakan data yang diakses berasal dari luar negeri.
Salah satu aplikasi internet yang seharusnya dapat lebih dikembangkan dan dimanfaatkan negara berpenduduk banyak ini adalah situs jejaring sosial.
Karena menurut kami situs jejaring lokal akan lebih banyak melibatkan pertukaran data di dalam negeri dengan demikian dapat meningkatkan produktifitas broadband dalam negeri.
Oleh karena itu kami berharap sekiranya anak-anak bangsa kita dapat memanfaatkan peluang seperti ini. Tidak hanya itu, akan lebih baik lagi kalo adanya inovasi2
baru dalam aplikasi dan konten broadband yang dapat bermanfaat baik di indonesia maupun di luar negeri. Terima kasih...

titotz said...

G4
Muhammad Tito Septiarto 13206134
Anggita Hapsari G 13206034

Pada dasarnya perubahan teknologi dari suatu teknologi ke teknologi lainnya akan memberikan dampak tertentu. Contoh: Jika dulu komunikasi suara lebih banyak mendominasi untuk teknologi selular, maka trend nya pun berkembang ke arah komuunikasi data. Sehingga intensitas komunikasi pun berpindah dari komunikasi suara menuju data. Tapi aplikasi yang dijalankan pada awalnya hanya untuk nilai tambah kehidupan, contoh situs jejaring sosial, dimana fokus layannnya diarahkan untuk mendukung kebutuhan tersier manusia untuk berinteraksi dengan rekannya melalui dunia maya.

Nah skrg terjadi perubahan trend, dari asalnya komunikasi data dengan transfer rate rendah, bermigrasi menuju komunikasi data dengn transfer rate yang tinggi. Hal ini tentu akan merubah pola pikir dan bagaimana manusia mengimplemtasikan layanan komunikasi data yg berkecapatan tinggi tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Istilanya, dengan semakin cepatnya koneksi komunikasi data, semakin banyak hal yan bisa dikerjakan melalui media tersebut. Sehingga bukan tidak mungkin jika kdepannya trend pemenuhan kebutuhan hidup manusia banyak melalui media ini.

Hal ini salah satunya dapat dilihat dari langkah yang dilakukan PT Telkom yang melakukan transformasi bisnisnya dengan merubah portfolio bisnisnya menjadi TIME (Telecommunication,Information,Media,and Edutainment based services).Jelas sekali bahwa PT telkom menagkap terjadinya trend perubahan bisnis yang akan ada, yang dipengaruhi salah satunya oleh ketersediaan jaringan infrastruktur komunikasi data yang baik.

Sekian opini dari kelompok kami.
Thx..

Andromeda said...

G18
Niki Adytia P (13206077)
Deon Arinaldo (13206199)

Kami setuju dengan pendapat teman-teman di atas. Perkembangan saat ini menunjukkan penghasilan operator di Indonesia dari data lebih banyak dari voice dan sms. Hal ini mengindikasikan mulai terjadinya traffic boom di Indonesia. Seiring peng-upgrade-an jaringan akses, tentunya kemampuan jaringan transport jug harus ditingkatkan atau minimal dioptimalkan. Solusi untuk optimalisasi jaringan transport telah dijelaskan di atas, yakni menggunakan Mobile backhaul dan one ethernet. Tentunya solusi pengoptimalan ini juga memiliki limit. Jadi, untuk perencanaan jaringan backbone ke depannya diharapkan juga mempertimbangkan kemudahan dlam penambahan kapasitas nantinya jika limit otimalisasi jaringan transport telah tercapai. Melihat perkembangan komunikasi di Indonesia saat ini yang sudah mulai menunjukkan traffic boom maka harusnya solusi di atas sudah dapat digunakan dengan cerdas. Contohnya dengan penggunaan full ethernet atau hybrid sesuai kebutuhan karena traffic boom terpust di daerah-daerah teretentu di Indonesia.