Saturday, April 3, 2010

Traffic Boom + Smart Backhaul - G25

[Authors: Arinaldo Adma, Debby Permata Putra (G25)]
Dalam penyederhanaaan jaringan (the network of one), NSN melakukan pendekatan pada tiga area, yaitu: Mobile broadband (dari sisi jaringan akses), Mobile backhaul (dari sisi jaringan core), dan IP transformation (dari sisi end to end network). Untuk melakukan penyederhaan jaringan, dilakukan cara-cara berikut ini:

  • Single Radio Access Network (RAN) : Singel RAN merupakan upgradable device for LTE yang memiliki beberapa keuntungan, yaitu: boost revenue (peningkatan revenue dari sisi operator), simplify network (jaringan yang lebih sederhana), dan enhance customer experience (peningkatan kepuasaan pelanggan).
  • IP and photonic control : digunakan terutama untuk jaringan All IP dengan bandwidth lebar.
  • Packet backhaul enabled: protokol ethernet lebih menjanjikan
  • Unified end to end management and service efficiency : mendukung ALL IP dan ethernet based network dengan management yang lebih efisien karena telah memiliki platform yang sama.

Mobile Broadband

Keberadaan mobile broadband nantinya akan memicu peningkatan kebutuhan bandwidth yang berkorelasi langsung dengan kesiapan jaringan. Adapun faktor-faktor yang memicu dan mendorong terjadinya kebutuhan akan movile broadband diantaranya: adanya peningkatan penggunaan smartphone, pertumbuhan yang sangat cepat dari aplikasi jejaring social, serta kebutuhan pelanggan akan informasi dan sharing pengalaman secara online.

The Evolution Of Mobile Backhaul Network

Mobile backhaul menyediakan solusi untuk menghubungkan radio cell sites (2G, 3G, LTE) dengan radio controller (BSC, RNC, SAE-GW). Pada jaringan akses, Mobile Broadband dapat berupa microwave radio, fiber optic, atau xDSL sedangkan pada jaringan agregasi dapat berupa microwave radio, metro WDM, NG-SDH, IP MPLS, atau CET

Dalam investasi Mobile backhaul dibutuhkan dana yang tidak sedikit dan operator berlomba-lomba untuk berinvestasi di sini karena adanya pertumbuhan trafik data yang signifikan, kebutuhan untuk mengurangi biaya jaringan, serta strategi pemasaran untuk menambah jumlah pelanggan.

Sejauh ini ada beberapa protocol yang digunakan dalam komunikasi data yaitu TDM untuk teknologi 2G (GSM), ATM untuk teknologi 3G dan Ethernet untuk teknologi 3,5G. Ke depannya protocol komunikasi data yang digunakan adalah Ethernet karena adanya optimasi penggunaan bandwidth, fleksibilitas dan skalabilitas yang lebih tinggi, teknologi yang masih reliable untuk jangka panjang, serta biaya yang lebih efektif dan efisien.

Dalam melakukan evolusi Mobile backhaul, vendor menawarkan dua opsi kepada operator, yaitu: smooth evolution (hybrid) dan disruptive evolution (full packet). Pada evolusi hybrid komunikasi voice tetap menggunakan protocol TDM, sedangkan data menggunakan ethernet. Adapun disruptive evolution (full packet) menggunakan protokol ethernet untuk seluruh jenis komunikasi, baik voice maupun data.

All IP mobile backhaul

Sinkronisasi merupakan kunci dari tercapainya IP mobile backhaul dan Qos merupakan kunci dan standar untuk menentukan kepuasan pelanggan.

Opini

Keberadaan mobile broadband mau tidak mau akan meningkatkan kebutuhan bandwidth yang tentunya harus diiringi dengan kesiapan infrastruktur jaringan. Oleh sebab itu, dibutuhkan koordinasi yang lebih baik diantara seluruh stakeholder yang ada agar pelanggan dapag. Sejauh ini vendor telah memberikan berbagai macam opsi evolusi pada jaringan yang sekarang ini ada agar mobile broadband segera dapat terealisasikan.

Akan tetapi, investasi yang masih “setengah hati” dari para operator serta kebijakan yang dinilai “lamban” dan “berbeda” dari pemerintah disinyalir menjadi salah satu faktor terhambatnya aplikasi mobile broadband. Ke depannya, perananan operator dan pemerintah harus lebih “nyata” sehingga mobile broadband tidak lagi hanya sekedar wacana dan angan-angan tapi menjadi sebuah realita yang dapat meningkatkan daya saing bangsa dan Negara.

    Share | Save

    Subscribe

12 comments:

urise said...

Group 22 :
Hermanto (13206151)
Yuris Mulya Saputra (13206124)


Perkembangan Teknologi Mobile Broadband di Indonesia ke depannya akan memberikan manfaat yang positif kepada penggunanya, diantaranya kemudahan terkoneksi dengan teman, rekan bisnis, ataupun sanak saudara mereka dimanapun dan kapanpun. Namun perlu diperhatikan infrastruktur pendukung mobile broadband ini.
Walaupun jutaan sambungan jalur pita lebar tersebut akan terbentang di Indonesia, namun kualitasnya masih harus dipertanyakan karena infrastruktur pendukung belum sepenuhnya optimal.

Untuk mengatasi hal ini, pemerintah telah melakukan penataan infrastruktur dalam tender BWA (Broadband Wireless Access) dan tender 3G. Upaya yang dilakukan pemerintah ini bertujuan untuk mengoptimalakan perkembangan broadband melalui penyediaan infrastruktur yang proporsional.

Dengan hadirnya teknologi broadband di Indonesia, tidak akan menimbulkan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi bila tidak ditunjang oleh ketersediaan infrastruktur pendukung yang lain.
Sejauh ini broadband di Indonesia tidak mengalami kendala yang berarti, artinya request atau demand memang tetap menanjak sesuai dengan kebutuhan baik untuk kepentingan corporate maupun kelompok masyarakat,hal ini dibuktikan dengan terus meningkatnya pengguna teknologi ini. Oleh karena itu, peningkatan kualitas layanan broadband di Indonesia mutlak dilakukan di antaranya melalui penataan yang baik dan pemberian dukungan infrastruktur lain.

adhipta said...

Group 01
Adhipta Semidang Putra (13206039)
Febriansyah DR (13206007)

Perkembangan atau evolusi yang akan terjadi dikarenakan bertambahnya trend trafik data tidak bisa dianggap persoalan simpel lagi. Tentunya disamping ketersedian konektivitas, jumlah lebar pita yang disediakan akan menjadi sorotan utama. Karena ketersediaan bandwidth merupakan parameter utama keandalan jaringan broadband kelak.
Kelompok kami ingin menyoroti di sisi agregasi atau backhaul.Tentunya di blok ini peran operator akan sangat dominan. Disini akan terlihat operator mana yang sungguh-sungguh dan mana yang setengah hati dalam menginvestasikan sumber daya nya.
Penggunaan evolusi hybrid atau full harus dipertimbangkan dari sisi cost penyelenggaraan. Jangan sampai memaksakan evolusi full tapi sebenarnya produktivitas yang bisa dihasilkan ternyata sama saja atau bahkan kurang dari bila dilakukan penyelenggaraan evolusi hybrid.
Operator juga harus berlomba-lomba dalam arti positif, jangan sampai dengan pengaplikasian teknologi baru di backhaul yang mampu mengakomodasi ketersediaan bandwidth ini dijadikan sebagai alasan untuk mendeklarasikan perang tarif jilid II. Operator harus lebih dewasa, yang membutuhkan broadband bukan cuma pulau jawa atau eksmud bergadget blackberry saja, tapi para petani dan nelayan di pojok Indonesia tidak kalah membutuhkan teknologi broadband ini. Pemerintah juga harus belajar dari situasi perang tarif lalu, sehingga bisa menyalurkan energi berlebih para operator untuk berinvestasi membangun broadband di tanah air.

Rizqi said...

Grup 10
Rizqi Hersyandika (13206040)
Aldy Pradana (13206079)

Seperti yang diungkapkan di atas, sejauh ini ada beberapa protokol yang digunakan dalam komunikasi data, yaitu TDM untuk teknologi 2G (GSM), ATM untuk teknologi 3G dan Ethernet untuk teknologi 3,5G. Ke depannya, saat operator mengalami pertumbuhan trafik data yang cepat dengan adanya LTE dan WiMAX, maka mereka akan mengalami masalah kapasitas pada mobile backhaul. Hal itu dikarenakan banyak infrastruktur telekomunikasi didasarkan pada arsitektur jalur yang disewa dan TDM yang jelas tidak akan mampu secara efisien memenuhi persyaratan transport bagi jaringan generasi selanjutnya. Dengan migrasi LTE ini, maka penyedia layanan harus mempertahankan keberlanjutan, rasio kompetitif pendapatan yang dihasilkan tiap sel di site serta biaya backhaul per site.

Salah satu solusi dari NSN yang bisa diterapkan adalah Carrier Ethernet Transport. Carrier Ethernet Transport dipandang sebagai solusi terbaik untuk menurunkan biaya dan menyederhanakan backhaul. Pengoperasian terpusat dan pengelolaan administrasi pada seluruh jaringan transport akan meningkatkan kinerja, logistik dan manajemen kegagalan.

girikuncoro said...

Kelompok 2
Giri Kuncoro (13206009)
Fadhilah Hana Lestari (13206014)

NSN yang hadir dalam inovasi evolusi jaringan backhaul sangat memberikan arti bagi dunia teknologi telekomunikasi terkini. Menanggapi opini G25 yang mengatakan bahwa investasi operator di Indonesia masih setengah hati dan kebijakan pemerintah yang lamban memang benar. Menurut kami, terkait dengan banyaknya operator yang berdiri di Indonesia, seandainya saja 11 operator di Indonesia bergabung menjadi 3 operator yang sangat besar, maka investasi di negara ini tentunya tidak setengah hati lagi. Lebih jauh lagi, perang antar operator yang terjadi akan lebih cerdas lagi. Bukan saja perang tarif seperti yang terjadi sekarang ini, melainkan perang inovasi teknologi seperti yang terjadi di negara-negara maju di luar sana.

Cheers,
Giri dan Hana

jfkoernia said...

Kelompok 12:
Jeffrey Kurniawan (13206128)
Tommy Hartanto (13206102)
-----------------------------------

Untuk menghadapi era multimedia dan informasi global, jaringan telekomunikasi dituntut untuk mampu mendukung perkembangan kebutuhan layanan yang bervariasi mulai dari layanan voice yang memiliki laju informasi rendah sampai layanan multimedia yang memiliki laju informasi tinggi, secara efisien. Selain pengembangan jaringan/infrastruktur, untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan customer, maka mutu layanan juga harus ditingkatkan untuk menjaga loyalitas pelanggan dan meningkatkan daya saing. Diramalkan oleh banyak orang bahwa tampaknya Pertumbuhan trafik data yang akan mendominasi jaringan akan membawa perubahan dalam dunia Telekomunikasi. Banyak hasil penelitian dari lembaga-lembaga riset dunia yang menunjukkan bahwa pertumbuhan trafik data tersebut demikian tinggi melampaui jumlah trafik circuit switch dalam waktu yang relatif cepat

Memahami perkembangan yang terjadi dalam dunia telekomunikasi saat ini, maka upaya untuk menyediakan jaringan yang mampu mengakomodasi layanan berbasis circuit switch dan layanan berbasis packet switch secara terpadu merupakan kegiatan yang strategis.

WiMAX dan 3G adalah bicara 2 teknologi masa depan yang diyakini bisa booming dalam dunia telekomunikasi maupun komunikasi data. Dan ternyata, khususnya di Indonesia sendiri, 3G lebih diterima kehadirannya oleh masyarakat dibandingkan dengan WiMAX.Teknologi 3G ini lebih mudah berpenetrasi ke Indonesia, sebab memang sudah jelas pelaku bisnis dan perantinya pun lebih terjangkau. 3G lebih mudah diimplementasikan, sebab memang sejak awal mengarah ke industri yang sudah mapan, yakni operator seluler.

Namun tetap saja, tidak mungkin kita langsung berpindah menggunakan teknologi 3G ataupun WIMAX, mengingat besarnya investasi yang telah dikeluarkan oleh operator untuk memasang jaringan fixed di indonesia. Untuk sementara, operator di indonesia menggunakan hybrid antara jaringan yang sudah ada dengan teknologi yang akan digunakan ke depannya sambil menambah kapasitas untuk memenuhi permintaan dari customer.

kemudian, bicara soal daya saing bangsa, kita diingatkan kembali untuk bicara soal pemanfaatan telekomunikasi oleh masyarakat luas untuk mendukung kegiatan bisnis sehari-hari. inilah yang harus terus dicermati dan ditingkatkan yaitu menciptakan peluang-peluang dari adanya teknologi telekomunikasi untuk meningkatkan produktivitas masyarakat, sehingga daya saing bangsa akan meningkat.

bo_im88 said...

Group 23:
Peter Hamonangan L Tobing (13206092)
Hefrizal Septi Ferdinand (13206118)

Melihat tingkah laku masyarakat kita saat ini yang sangat "doyan" internet, tentunya kehadiran mobile broadband di Indonesia akan disambut dengan sangat antusias. Para operator telekomunikasi pasti akan berlomba-lomba untuk memberikan peningkatan kualitas layanan, terutama untuk layanan data.

Setuju dengan opini group 25, kesiapan infrastruktur tentu harus diperhatikan oleh seluruh stakeholder. Namun perombakan infrastruktur secara besar-besaran tentunya tidak mudah, karena hal ini menyangkut biaya investasi yang tidak sedikit dan tentunya juga ada kendala-kendala lainnya. Melihat hal ini, sepertinya smooth evolution (hybrid) merupakan teknologi yang lebih dapat diterima untuk saat ini. Perubahan impulsif menuju full packet menggunakan protokol ethernet sepertinya terlalu tiba-tiba dan kurang disenangi oleh para pebisnis telekomunikasi di negara kita. Jadi, sepertinya kita memang harus bersabar entah beberapa lama lagi agar mobile broadband yang ditunggu-tunggu itu benar-benar dapat kita rasakan.

deeto88 said...

Group 21 :
Dito Anggodo P (13206109)
Angel Hermawan (13206076)

Sepakat dengan pendapat dari rekan-rekan G25. Masyarakat Indonesia sejauh ini memang telah mulai merasakan "ketergantungan" terhadap internet dalam kehidupannya. Berbagai aplikasi mulai sejak jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Plurk, atau pun situs-situs hiburan lainnya senantiasa diakses secara rutin oleh masyarakat setiap harinya. Kebutuhan ini secara perlahan tapi pasti menggiring dunia telekomunikasi Indonesia mau tidak mau harus segera merealisasikan konsep mobile broadband yang telah mulai didengungkan selama ini. Hal ini membuat para operator telekomunikasi di Indonesia berlomba-lomba untuk melakukan inovasi-inovasi kreatif yang dapat membuat pelanggan setianya tetap menggunakan jasa mereka, serta kalau bisa menarik para pelanggan dari operator lain.

Keberadaan banyak operator telekomunikasi di Indonesia ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi keadaan ini membuat para operator benar-benar mencoba untuk menunjukkan performa terbaik untuk menarik minat serta mempertahankan konsumen. Tapi di sisi lain, besarnya kuantitas operator di Indonesia membuat sokongan dari pemerintah pun menjadi tidak fokus. Hal ini menyebabkan para operator di Indonesia kurang terdukung secara kongkrit dalam upayanya untuk berinovasi meningkatkan layanan dan teknologi telekomunikasi terhadap konsumen. Hal inilah yang mungkin pada akhirnya menimbulkan kesan bahwa investasi pengembangan dunia telekomunikasi di Indonesia masih "setengah-setengah". Ada baiknya mungkin apabila di Indonesia dapat lebih dispesifikkan operator-operator mana saja yang akan difokuskan untuk menjadi pionir pengembangan teknologi mobile broadband, kemudian operator-operator lain diberi tanggung jawab sebagai pionir untuk unsur teknologi lainnya, sehingga nantinya keberadaan mobile broadband di tengah-tengah masyarakat tidak hanya menjadi impian dan rencana terus menerus, tapi juga dapat dibawa setahap demi setahap mendekati targetan tersebut.

Rifqy said...

G6 :
Rifqy Hakimi 13206043
Dimas Triwicaksono 13206061

Pada dasarnya, kami sangat setuju dengan opini
G25 mengenai minimnya investasi dari para operator dan peranan pemerintah yang kurang optimal yang tercermin dalam kebijakan-kebijakannya.

Mencermati minimnya investasi dari operator telekomunikasi di Indonesia, hal ini diperkuat dengan peringkat jaringan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) Indonesia yang berada di posisi 67, yang dilaporkan pada Forum Ekonomi Dunia dalam The Global Information Technology Report 2009-2010, Kamis (25/3). Peringkat Indonesia masih berada di bawah negara-negara ASEAN lainnya, bahkan Vietnam. Menurut laporan itu indeks jaringan Information and Communication Technology (ICT), yang dikaitkan dengan beberapa hal diantaranya dukungan terhadap perkembangan ekonomi negara, Vietnam berada di peringkat 54.

Padahal, seperti yang dikutip dari laporan itu, Indonesia berada di dalam kelompok negara-negara berpendapatan menengah ke bawah (lower middle income), sementara Vietnam masih berpendapatan rendah (low income). Selain Vietnam masih ada Singapura, Malaysia, dan Thailand yang berpringkat lebih tinggi dari Indonesia. Singapura berada di peringkat dua, Malaysia di peringkat 27, dan Thailand di posisi 47. Singapura termasuk dalam kelompok negara berpendapatan tinggi, Malaysia dengan pendapatan menengah, dan Thailand berpendapatan menengah ke bawah.

Laporan itu meliputi 133 negara di seluruh dunia dan bertujuan melihat peran teknologi informasi dalam bidang ekonomi, lingkungan hidup, dan pembangunan yang berkelanjutan. Swedia menduduki peringkat pertama negara dengan jaringan teknologi informasi terbaik di dunia, diikuti Singapura, Denmark, Swiss, dan Amerika Serikat. Kelima negara itu adalah negara dengan pendapatan tertinggi di dunia.(Antara News/id)

Oleh karena itu, diharapkan seluruh pihak-pihak yang terkait agar dapat berembuk dalam satu meja sehingga mampu bersinergi demi kemajuan dunia pertelekomunikasian Indonesia.

Haryo said...

Group 31
Haryo Septoria Prabowo (13206033)
Wibisana Jaka Sembada (13206089)
==================================

Solusi nyata yg disediakan oleh NSN di tiga bidang telah memberikan peluang pada operator untuk dapat mengimplementasikan mobile broadband yang efektif dengan jaringan backhaul yang memiliki reabilitas tinggi. Kalau dilihat dari fakta yang ada di lapangan, operator mulai meningkatkan layanan di bidang data karena kecenderungan customer di Indonesia yang mulai sering mengakses berbagai jaringan sosial, seperti facebook, twitter, ataupun chatting secara mobile. Dari link yang saya dapatkan pun -http://techno.okezone.com/read/2010/03/29/54/317253/ericsson-trafik-mobile-data-lampaui-voice- diketahui bahwa akhir tahun 2009 lalu trafik data dari para pengguna handset mobile telah melampaui trafik voice. Melihat fenomena tersebut, seharusnya operator bisa lebih cepat bereaksi dgn segera merealisasikan layanan mobile broadband ini dgn salah satu caranya menggunakan solusi produk yg telah dikembangkan oleh NSN.

Heru said...

G30
Heru Wijanarko (13205149)
Andre M. Dubari (13205081)

Perkembangan broadband di Indonesia cukup baik, terlihat dari semakin meningkatnya baik permintaan maupun penawaran akan layanan tersebut. Namun sayangnya di Indonesia promo akan layanan broadband yang luar biasa tidak diikuti oleh kualitas pelayanannya. Dan kemudian jika telah tersedia layanan broadband dalam jumlah cukup dengan kualitas baik, bila tingkat pendapatan ekonomi di daerah itu belum mendukung atau kegiatan bisnis masih sedikit maka pengaruh broadband di daerah itu juga relatif tertinggal dibandingkan daerah lain yang memiliki kegiatan bisnis lebih tinggi. Terlihat dari operator yang mengembangkan atau meningkatkan kualitas jaringan broadbandnya hanya di kota-kata besar.

Diharapkan dengan evolusi mobile backhaul, operator dapat menerapkannya dan dapat menekan biaya mobile backhau. Sehingga layanan mobile internet menjadi semakin murah dan pemerataan pembangunan teknologi broadband ke daerah yang relatif tertinggal. Serta diharapkan mobile broadband dapat berdampak pada peningkatan mutu pendidikan & kesejahteraan masyarakat.

shendiary said...

Group 7
Shendiary Aviolanda (13206050)
M. Shiddiq S.H. (13206074)

Kami setuju dengan opini yang dipaparkan group 25.

Mengenai evolusi yang menanti kita di depan sana, kami melihat ada dua inti masalah yang perlu diperhatikan. Kedua hal tersebut adalah kesiapan kita dan keefektifan teknologi broadband ini.

Mengenai kesiapan, yang dimaksud adalah baik secara ekonomi hingga secara kemampuan masyarakat dalam menggunakan teknologi tersebut. Mengenai keefektifan, yang kami maksud adalah sejauh mana penerapan teknologi ini berguna bagi keseluruhan bangsa dan sebanding dengan pengorbanan yang akan harus kita keluarkan.

Sebagai mahasiswa kami menilai bahwa pemerintah dan para vendor serta operator masih kurang memerhatikan keseluruhan masyarakat, hanya mereka yang beruang dan dapat membayar investasi mereka yang dilayani dengan baik. Bila kejadian ini terus berlangsung, kami rasa poin ke-2 yang kami sebut di atas tidak akan dapat tercapai berhubung kebanyakan masyarakat bangsa ini belum dapat menikmati teknologi yang bahkan hanya mendekati teknologi broadband.

Solusi cliche yang dapat kami tawarkan adalah dengan menyulut para operator, vendor, dan pemerintah agar dapat bekerja sama bertindak dalam implementasi teknologi apapun kedepannya dengan mendukung tujuan negara kita.

Terima kasih.

hmuslims said...

G03
Helmy Muslim S. (13206026)
Joko Ari Wibowo (13206205)

Penggunaan layanan data saat ini diakui lebih dari yang dibayangkan pada saat pertama kali layanan ini dilempar ke masyarakat. Trafik Mobile broadband dunia semakin melejit karena semakin banyaknya pengguna laptop dan ponsel (smartphone). Hal tersebut seharusnya membuat operator berlomba-lomba untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas jaringanya, yang akhirnya dapat meningkatkan revenue mereka. Akan tetapi, seperti yang kita lihat saat ini, kesebelas operator di Indonesia tampaknya lebih asyik memainkan "perang-perangan" sesama mereka dan kurang cepat menyikapi kebutuhan utama dari customer mereka.
Menyikapi peran pemerintah selaku pembuat regulasi, pada dasarnya pemerintah telah berusaha men-deadline operator-operator yang ada dengan target-target tertentu (misalnya terkait prosentase coverage area 3G di Indonesia sampai tahun tertentu), tapi karena kurangnya kontrol menyebabkan rencana yang dirancang tidak kunjung terealisasi, ditambah "fleksibilitas" penjatuhan sanksi yang seharusnya diterima operator yang melanggar. Kami sebagai bagian dari masyarakat intelektual sangat berharap agar pemerintah lebih tegas dan lebih siap menghadapi peralihan teknologi menuju teknologi paket yang sudah tidak terbendung lagi, walaupun di Indonesia prosesnya masih berjalan pelan.