Saturday, April 17, 2010

Optical Backbone - G8

[Authors: Rizki Primasakti, Ngakan Nyoman Gandhi (G8)]
Teknologi mobile broadband dan service core application mengalami perkembangan yang pesat. Perputaran uang di bisnis ini juga hamper secepat data rate koneksi yang ditawarkan oleh provider. Namun apa yang terjadi ika terjadi ketidakseimbangan supply and demand traffic? Apabila kapasitas jaringan terbatas? Dan apa yang terjadi jika terjadi kerusakan jalur koneksi? Pertimbangkan juga kasus dimana ketika penyedia jaringan ingin menjual jaringan yang lebih luas kearah pelanggan skala besar atau pelanggan dengan jarak yang jauh. DWDM adalah solusinya.

Apa saja yang bisa didapat dari aplikasi teknologi DWDM?

  • Kapasitas transport per serat optis mencapai 80 lambda dimana kapasitasnya 40 Gb/s per serat. Dimasa depan akan mencapai 100 Gb/s (80 x 40 Gb per fiber).
  • Kemampuan untuk menambahkan kapasitas pada serat optic yang sudah ada, tidak perlu menggelar serat optis baru (pemanfaatan gelaran serat optis yang sudah ada).
  • Jaringan optic yang fully-meshed, menguntungkan dari segi biaya, fleksibilitas dan skalabilitas.
  • satu platform untuk banyak kepentingan apakah metro, region ataupun longhaul
  • terotomatisasi (perencanaan, ekspansi dan penataan jaringan)
  • kemampuan untuk membawa segala macam data
  • QOS yang mirip dengan SDH
  • Tidak ada batas kapasitas, siap untuk masa yang akan dating

Perbandingan yang paling jelas kelihatan antara teknologi SDH dan DWDM adalah bahwa ketika jaringan berbasis SDH akan menambah router, maka otomatis jumlah core yang diperlukan akan bertambah sedangakan pada jaringan berbasis DWDM, satu core dapat menampung berbagai macam router yang dibedakan dengan kode wavelength.

Sebuah jaringan yang fleksibel akan terdiri dari jaringan DWDM yang fully meshed, transparan dan pure optik. Sebuah jaringan optic standar yang sudah mengalami congestion dapat diperbarui dengan menyisipkan perangkat-perangkat DWDM diantara jaringan yang sudah ada. Perangkat-perangkat DWDM itu antara lain OTT (Optical Transmission Terminal)-ditempatkan pada uung-ujung jaringan, mempunyai fungsi multiplexing, dan transponding sinyal menjadi kode-kode berbasis panjang gelombang, OLR (Optical Line Repeater)-berfungsi untuk amplifikasi sinyal, (R)OADM (Remotely-configurable Optical Add/Drop Multiplexer)-berfungsi sebagai pembentuk topologi jaringan DWDM (Chain, Ring, Mesh), PXC (Photonic Cross Connect)-berfungsi sebagai switch lambda dari port ke port. Jaringan DWDM nantinya akan lebih cost-efficient sebagai contohnya jaringan antara Brussel-Zurich (Belgacom) hanya membutuhkan 2 buah transponder DWDM dibandingkan 12 pada sistem konvensional. Proses upgrade pada kanal juga bisa dilakukan secara in-house (remote) tanpa perlu mengunjungi site-site. Selain itu, Nokia-Siemens Network telah mencatatkan rekor dunia dengan teknologi DWDM ini, pada tahun 2008 (dengan Verizon) yaitu data rate transmisi 111 Gb/s pada jarak 1040 Km.

Dengan mereview berbagai laporan dan analisis yang ada, maka diproyeksikan pertumbuhan pasar yang besar di sector DWDM. Jaringan berbasis teknologi DWDM adalah segmen market yang sangat berkembang. Sistem long haul yang lama seperti TransXpress MTS 1.1 akan (sedang) digantikan dengan sistem multi-reach Surpass hiT7300 yang penggunaannya mampu mereduksi CAPEX (90%), OPEX (80%) dan luas lahan (60%). Nokia-Siemens Network telah memproyeksikan pertumbuhan sebesar 11 % pertahun pada pasar jaringan DWDM di dunia selama 5 tahun kedepan dimana pertumbuhan ini akan substansial di daerah-daerah metropolitan dan sekitarnya.

Opini

Luar biasa sekali pengembangan teknologi DWDM oleh Nokia Siemens network ini. Bila dibandingkan dengan router SDH, maka teknologi DWDM ini dapat menjawab tantangan efisiensi terhadap infrastruktur jaringan yang dihadapi oleh operator telekomunikasi di Indonesia. Selain akan mereduksi Capex , Opex dan Space, DWDM juga aan lebih menghemat energy dibandingkan dengan penggunaan SDH karena perangkat yang dibutuhkan tidak akan banyak dan kompleks, terutama untuk hubungan jarak jauh. Anda hanya membutuhkan repeater dan terminal.

Kelebihan berikutnya yang membuat DWDM ini akan “bersinar” di masa yang akan dating adalah kemampuannya menghubungkan komunikasi jarak jauh dengan bandwidth yang cukup tinggi (40gb/s), dimana hal tersebut tidak mungkin dilakukan menggunakan SDH.

Intinya, perkembangan teknologi yang semakin maju perlu ditunjang pula oleh efisiensi dari infrastruktur perangkatnya, hal tersebut dilakukan agar implementasinya lebih murah dan mudah sehingga penggunaannya bisa lebih optimal

    Share | Save

    Subscribe

9 comments:

joko said...

Kami pikir, Pemrakarsa teknologi optik, lebih memilih memanfaatkan jaringan yang ada ketimbang men-deploy jaringan baru. Salah satu teknologi yang dibuat ialah DWDM (Dense-WDM). DWDM, dari yang kami pahami, hanya memanfaatkan jaringan yang ada, DWDM tidak membuat jaringan baru dalam pengimplementasiannya. Hal ini dapat dimengerti karena diperkirakan, pertumbuhan trafik jaringan internet di sebagian besar jaringan backbone mengalami percepatan yang lebih tinggi dari waktu pembangunan jaringan baru.

Sebenarnya, terdapat beberapa metode untuk mengakomodasi masalah trafik yang terus berkembang ini, diantaranya : menambah jumlah fiber, memperbesar kecepatan transmisi dan tentunya mengimplemetasikan teknologi DWDM. Namun dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti fleksibilitas, biaya investasi dan solusi masalah pemenuhan trafik jaringan secara jangka panjang maka DWDM dinilai paling pas dalam mengatasi masalah ini.

Mengenai tingkat fleksibilitas, kami pikir teknologi DWDM mempunyai tingkat fleksibilitas yang tinggi, hal ini dapat terlihat dari terus bertambahnya jumlah panjang gelombang yang dapat ditransmisikan dalam satu fiber.

Teknologi DWDM sangat tepat jika digunakan untuk long-haul network. Namun ketika jarak tempuh pendek dan variasi kebutuhan layanan berbeda, DWDM menjadi kurang solutif. Untuk mengatasi masalah ini, dikembangkanlah CWDM (Coarse-WDM).


--
Helmy Muslim Sutarto / 13206026
Joko Ari Wibowo / 13206205

priambada said...

G27
Iman Firmansyah 13206133
Priambada Aryaguna 13206170

Jika seandainya backbone internet di negara ini semuanya pake DWDM, kira2 harga pasaran paket internet bakal semakin murah apa jadi meroket ya? Hayoo... :D

Btw, kami manthuk2 (maksudnya mengiyakan - jawa) dengan pendapat G8. Penggunaan DWDM dapat dipandang sebagai win win solution antara provider dengan customer. Provider mampu memenuhi permintaan customer untuk trafik lebih tinggi dengan penurunan di segi capex-opex (seperti yang disebut oleh G8), sementara customer mendapatkan apa yang disebut dengan kenyamanan dalam akses data. Diharapkan dengan adanya DWDM ini, LTE dapat diusung dan diimplementasikan dengan baik di Indonesia (sepertinya LTE kan butuh BW yang lebar). Sekian. =)

priambada said...
This comment has been removed by the author.
adhipta said...

Kelompok 1
Adhipta Semidang Putra (13206039)
Febriansyah DR (13206007)


DWDM memberikan efisiensi disamping kapasitas. DWDM yang diimplementasikan sebagai suksesor teknologi optik pendahulunya tentunya akan memberikan dampak positif dari sisi lebar pita, selain itu deployment yang tanpa harus membangun ulang jaringan optik merupakan nilai tambah lebih. Kompleksitas jaringan optik yang harus memasang core baru bila ingin menambah kapasitas jaringan, ditepis oleh DWDM yang mampu menjamin kapasitas yang tinggi pada sebuah core fiber optic. Disisi end point, perangkat yang harus digunakan juga mengalami reduksi yg signifikan.
DWDM ini akan semakin marak terutama untuk multinational enterprise yang membutuhkan link yg besar untuk data data produksi mereka ke seluruh penjuru dunia, tentu nya dengan cost efficiency yang rasional. Tentunya dengan penyewaan link yang tidak banyak namun teknologi DWDM terimplementasi, akan sangat produktif untuk mereka.

ismi_mazaya said...

DWDM memang memiliki banyak nilai plus, seperti yang sudah teman-teman ungkapkan di atas. Namun ada baiknya, jika teknologi yang semakin canggih diiringi dengan masyarakat yang semakin cerdas. Seperti yang kita ketahui bahwa sebelumnya transmisi jarak jauh masih menggunakan kabel tembaga, yang jika dijual (lagi) harganya cukup lumayan. Makanya banyak warga yang berlomba-lomba mencuri/memotongi kabel yang telah dipasang tersebut. Kemudian, beberapa tahun terakhir kabel-kabel tembaga itu diganti dengan kabel optik, yang jika dijual (lagi) tidak laku sama sekali :D
Tetapi masyarakat awam tidak menyadari hal itu, masih saja ada yang mencoba memutus kabel tersebut. Untuk itu ada baiknya jika para operator beker jasama dengan pemerintah mengadakan sosialisasi tentang hal tersebut kepada masyarakat. Ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Satu lagi, mungkin perlu dipikirkan lagi bagaimana perangkat teknologi dapat beradaptasi dengan kontur wilayah Indonesia yang rawan bencana, agar jika misalnya terjadi longsor, banjir, gempa, dsb., perangkat-perangkat tersebut tidak hancur/rusak. Mengingat Indonesia seringkali dilanda musibah bencana alam. Misalkan untuk hubungan Padang-Medan hanya menggunakan 1 gelaran FO DWDM, hal itu tentu akan sangat rawan dan menyulitkan jika terputus.

terima kasih

23209019
23209015

ikhsan said...

g28
ikhsan abdusyakur 13206088
yudha irawan 13205004


pada dasarnya kelebihan yang diberikan oleh DWDM terus meningkatkan dan memperbaiki teknologi sebelumnya
Kemampuan untuk menambahkan kapasitas pada serat optic yang sudah ada, tidak perlu meng gelar serat optis baru (pemanfaatan gelaran serat optis yang sudah ada). adalah salah satu kelebihan yang ada
ditambah lagi kemampuan untuk membawa segala macam data dan Tidak ada batas kapasitas, menjadi keperluan yang harus disiapkna untuk masa datang

wibisana jaka said...

G31

Haryo Septoria Prabowo (13206033)
Wibisana Jaka Sembada (13206089)
=================================

Menurut kami, teknologi DWDM sangat cocok untuk diimplementasikan untuk saat ini. Akan tetapi, semakin berkembangnya teknologi, mungkin akan ditemukan teknologi yang dapat melebihi DWDM, yang dapat meningkatkan kapasitas transfer untuk tiap serat. Bahkan mungkin akan ditemukan pula device yang akan menggantikan serat optik yang mungkin akan lebih efisien untuk transfer data.

jfkoernia said...

kelompok 12:
Jeffrey Kurniawan (13206128)
Tommy Hartanto (13206102)
---------------------------------------

kesimpulan yang kami dapatkan adalah bahwa DWDM
dapat dikatakan sukses menjawab tantangan kebutuhan telekomunikasi saat ini tentang kebutuhan jaringan backbone berkapasitas yang besar. Dengan perangkat DWDM yang beredar sekarang di berbagai vendor, perusahaan lebih mudah melakukan upgrade kapasitas tanpa harus menginterupsi trafik yang sedang berjalan.
Di masa depan, teknologi IP & optik akan menjadi teknologi yang paling potensial berkembang meninggalkan teknologi lainnya. Teknologi IP over optics yang sedang diteliti sekarang merupakan alat pamungkas teknologi komunikasi di masa depan karena menyediakan kapasitas besar untuk muti-services berbasis IP.
Namun, tetap saja teknologi SDH sampai sekarang pada kenyataannya masih digunakan karena semuanya bergantung pada kebutuhan pelanggan, mungkin saja ada pelanggan yang tidak membutuhkan kapasitas yang terlalu besar.

angelofairwalk said...

Group 21
* Angelia Hermawan 13206076
* Dito Anggodo 13206109

= = = = = = = = = = = = = = = = = =

Ya, kami setuju DWDM cocok diterapkan di sisi backbone guna memenuhi kebutuhan trafik pelanggan yg meningkat.

Dengan keunggulan
o Kapasitas FO dipakai lebih optimal
o Instalasi jaringan lebih sederhana
o Penggunaan penguat lebih efisien -> EDFA

EDFA memungkinkan DWDM beroperasi pada lamda 1550 nm dg attenuasi rendah. Selain itu, sumber laser DFB mampu mengakses semua bandwidth optik pada lamda 1550 nm dg daya output sampai 25mW.

Teknologi canggih seperti ini merupakan kesempatan emas bagi negara berkembang seperti Indonesia dg infrastruktur yg masih terbatas dibanding jumlah penduduknya (>200juta jiwa), dalam rangka memenuhi kebutuhan permintaan trafik telekomunikasi yg sedemikian besar.