Saturday, April 17, 2010

Optical Backbone - G7

[Authors: Shendiary Aviolanda, M. Shiddiq S.H. (G7)]
DWDM merupakan salah satu teknologi yang dikembangkan saat ini untuk memenuhi kebutuhan kapasitas, biaya, quality of service, dan service convergence pada jaringan dari service ke core. DWDM (Dense Wavelength Division Multiplexing) adalah metode penggabungan sinyal-sinyal optik dengan panjang gelombang yang berbeda dan ditransmisikan ke dalam sebuah fiber optic tunggal. Transponder akan mengubah sinyal yang masuk baik dari router, switch, SDH menjadi sinyal dengan frekuensi dan panjang gelombang tertentu (coloured interface). Dengan menggunakan DWDM, efisiensi dari segi fiber optic dan segi operasional dapat diperoleh. Contoh kasus, apabila dibutuhkan penambahan link baru, pada DWDM hanya dibutuhkan satu fiber optic saja pada awal pembuatan sehingga cost dapat dikurangi. Selain itu, untuk mencapai jarak yang jauh hanya dibutuhkan satu perangkat amplifier saja.

Empat elemen penting dalam DWDM adalah OTT (Optical Transmission Terminal), OLR (Optical Line Repeater), ROADM (Reconfigurable Optical Add/Drop Multiplexer), dan RXC (Photonic Cross Connect).

  • OTT terdiri dari transponder yang mengubah sinyal dengan frekuensi dan panjang gelombang tertentu, serta sebuah multiplexer yang melakukan multiplex/mengkombinasi sinyal-sinyal dengan panjang gelombang berbeda menjadi sebuah sinyal agregat.
  • OLR merupakan amplifier optikal yang berfungi menguatkan sinyal.
  • OADM merupakan multiplexer optikal yang digunakan untuk melewatkan sinyal dan melakukan fungsi add and drop sinyal yang diinginkan.
  • RXC adalah alat yang melakukan proses switching dari satu port ke port lain, tanpa terlebih dahulu melakukan proses konversi oeo (optik-elektrik- optik).

Keuntungan lain yang bisa didapat dengan penggunaan DWDM diantaranya adalah pengurangan 60% pada floor space, 80% pada OPEX, 90% pada CAPEX, dan 80% pada penggunaan energi.

Saat ini, teknologi WDM yang digunakan adalah Metro WDM dan Longhaul WDM. Masing-masing digunakan untuk kepentingan yang cenderung berbeda-beda. Metro WDM memiliki jangkauan maksimal hingga 200 kilometer dan jumlah kanal hingga 32 buah. Longhaul WDM memiliki jangkauan hingga 800 kilometer dan dengan kapasitas hingga 80 kanal. Longhaul WDM umumnya digunakan untuk kepentingan jarak jauh seberti submarine cable.

Kedepannya, teknologi WDM diharapkan dapat berkembang ke arah teknologi yang bernama Multi-reach WDM. Teknologi tersebut merupakan optimasi pada segala sisi dari kedua teknologi tadi. Teknologi ini juga menyediakan integritas lebih antara Ethernet dan DWDM.

NSN juga menyediakan Automated Planning Tool yang disebut TransNet Planning Tool. Tool ini sangat memudahkan teknisi untuk merencanakan jaringan pada DWDM. Pada DWDM saat ini, switch level 2 OSI layer sudah terintegrasi, ini mengakibatkan penggunaan box sepanjang jalan sambungan menjadi lebih sedikit, sehingga fungsi add-drop dapat dilakukan lebih fleksibel, pada akhirnya kemampuan ini dapat memudahkan banyak hal pada saat operasional.

Opini

Menurut kami, teknologi DWDM merupakan salah satu jawaban peningkatan kebutuhan bandwidth yang semakin besar. Semakin tingginya kebutuhan transfer data saat ini dengan jumlah besar memerlukan media transmisi yang dapat diandalkan dari segi kualitas sinyal dan delay,yang semuanya dapat diperoleh dengan menggunakan fiber optic. Dengan DWDM, beberapa sinyal dengan panjang gelombang berbeda dapat di multiplex sehingga kapasitas yang tinggi dapat diperoleh. Selain itu, efisiensi dalam segi cost dan lebih menghemat energi karena tidak membutuhkan konversi oeo.

Selain keuntungan, teknologi baru juga tentu saja datang dengan tantangannya. Tantangan ini terutama berpengaruh pada negara yang masih belum cukup siap untuk menerima teknologi tersebut. DWDM menuntut kesiapan dan keefektifan dari operator dalam memanfaatkan kecanggihannya, karena bila tidak, tentu penggunaannya hanya akan menambah sisi pengeluaran mereka. Tantangan berikutnya adalah dalam hal pengimplementasian di dunia nyata. Pekerjaan ini tentu saja akan melibatkan banyak pihak termasuk PU dan rakyat yang akan terganggu. Terakhir, pemerintah perlu memerhatikan goal utama dari penggunaan teknologi ini, apakah keuntungan semata? Jangan sampai terbawa permainan vendor dan operator sehingga melupakan sisi yang justru dapat sangat memajukan bangsa ini.

    Share | Save

    Subscribe

9 comments:

sinung said...

Kelebihan teknologi DWDM adalah transparan terhadap berbagai trafik. Kanal informasi masing-masing panjang gelombang, dapat digunakan untuk melewatkan trafik dengan format data dan laju bit yang berbeda. Ketransparanan sistem DWDM dan kemampuan add/drop akan memudahkan penyedia layanan untuk melakukan penambahan dan atau pemisahan trafik.

GB4
sinung tegar pribadyo 23209021
nana sutisna 23209054

urise said...

Group 22
Hermanto (13206151)
Yuris Mulya Saputra(13206124)


Dari penjelasan yang kami baca di atas, disebutkan bahwa DWDM merupakan sebuah teknologi yang dapat mengakomodir banyak cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda dalam sehelai serat optik, sedangkan teknologi serat optik konvensional hanya dapat mentransmisikan satu panjang gelombang dalam sehelai serat optik.

Dengan analisis perbandingan teknologi DWDM terhadap serat optik konvensional serta dengan berbagai kelebihan yang dimiliki oleh teknologi ini, maka DWDM dapat menjadi sebuah solusi yang tepat untuk krisis kapasitas pada transmisi data, karena teknologi ini memiliki beberapa keunggulan, yaitu :
a. Transparan terhadap berbagai trafik yang memungkinkan penjamak SONET/SDH, switch
IP, dan ATM.
b. Kapasitas serat optis yang dipakai lebih optimal.
c. Instalasi jaringan lebih sederhana.
d. Penggunaan penguat lebih efisien.

Dari pembahasan ini, dapat dilihat bahwa saat ini teknologi terus berkembang. Jika dulu dengan bandwidth 1 Mbps, kita sudah terheran-heran, maka sekarang dengan teknologi DWDM ini bandwidth dapat mencapai hingga 10 Gbps hanya dalam 1 core. Wow..bisa dibayangkan kita bisa download apa aja tanpa takut lemot,kkkkkkk...semoga teknologi baru terus dikembangkan demi kualitas hidup yang lebih baik.

hefri said...

Grup 23
- Peter Hamonangan L Tobing 13206092
- Hefrizal Septi Ferdinand 13206118

Kami sependapat dengan Grup 07 yang menyatakan bahwa teknologi DWDM merupakan salah satu jawaban peningkatan kebutuhan bandwidth yang semakin besar.

Kami melihat bahwa layanan informasi yang ada saat ini sangatlah beragam dan persaingan antar service provider telekomunikasi pun semakin ketat. Mau tidak mau, hal ini akan mengakibatkan meningkatnya tuntutan sistem transmisi dengan kapasitas bandwidth besar dan kualitas yang tinggi.

Antisipasi dalam kebutuhan bandwidth yang besar ini sebenarnya telah diupayakan dengan meningkatkan kualitas media transmisi yang digunakan, yakni dengan menggunakan kabel serat optik.

Serat optik digunakan sebagai media transmisi pilihan, karena memiliki beberapa keunggulan, antara lain memiliki bandwidth yang besar dan redaman transmisi yang kecil.Namun, dengan teknologi serat optik konvensional, bandwidth potensial tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal.

Nah, muncullah teknologi untuk memanfaatkan
bandwidth serat optik yang besar ini dengan metode penjamakan. Metode ini menggabungkan sinyal-sinyal optik dengan panjang gelombang operasi yang berbeda-beda yang ditransmisikan ke dalam sebuah serat optik tunggal sehingga terjadi peningkatan jumlah kanal yang mampu dimultipleks. Metode inilah yang dikenal sebagai DWDM.

Banyak sekali manfaat yang didapatkan dari penggunaan teknologi DWDM ini, salah satunya adalah instalasi jaringan yang semakin sederhana. Dimana kalau pada teknologi serat optik konvensional, penambahan kapasitas jaringan dilakukan dengan memasang kabel serat optik baru, sedangkan pada DWDM cukup dilakukan dengan penambahan beberapa panjang gelombang baru tanpa harus melakukan perubahan fisik jaringan-nya.

Semoga teknologi ini dapat berkembang jauh lebih baik lagi...

Sekian. Terima Kasih =D

zahara said...

Grup 14:
Zahara Yulianti (13206018)
Nur Inayah Yusuf (13206138)

Kami setuju dengan opini grup 7, DWDM merupakan salah satu solusi untuk menjawab kebutuhan bandwith yang semakin besar. Seperti kita tahu, Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) merupakan teknologi terbaru dalam telekomunikasi dengan media kabel serat optik. DWDM menggabungkan sinyal-sinyal optik dengan panjang gelombang operasi berbeda-beda yang ditransmisikan. Inti perbaikan dari DWDM terdapat pada infrastruktur yang digunakan, seperti jenis laser dan penguat. DWDM juga memiliki kelebihan seperti kapasitas serat optik yang dipakai lebih optimal, sederhana dalam instalasi jaringannya, dapat digunakan pada berbagai trafik, dan penggunaan penguat lebih efisien.

Terima kasih

Oryza said...

Kelompok 09:
Oryza Nicodemus Tarigan (13206075)
Nana Mulyana (13206166)

Secara umum, menanggapi opini dari kelompok 7, kami setuju bahwa DWDM memang menjadi jawaban untuk kebutuhan bandwidth yang semakin besar di masa yang akan datang terutama di sisi backbone. Namun, ada pernyataan dari kelompok 7 yang kurang kami setujui.

Pada opini kelompok 7 tersebut, dinyatakan bahwa implementasi DWDM akan banyak melibatkan PU dan rakyat yang akan terganggu. Pada kenyataannya, justru implementasi teknologi DWDM malah akan mengurangi keterlibatan PU dan akan lebih tidak mengganggu masyarakat. Alasannya, dengan teknologi DWDM, apabila operator ingin menambah kapasitas jaringannya, tidak perlu lagi dilakukan penggalian dan penanaman serat optik yang baru tapi justru tinggal memanfaatkan jaringan optik yang ada dan menambahkan perangkat DWDM di masing-masing ujung serat optik.

Namun demikian, pernyataan dalam opini kelompok 7 ini bisa juga benar jika memang operator yang bersangkutan belum memiliki jaringan optik tapi ingin mengimplementasikan DWDM, tentu saja perlu penggalian dan penanaman serat optik yang baru.

Terima kasih.

girikuncoro said...

Kelompok 2
Giri Kuncoro (13206009)
Fadhilah Hana Lestari (13206014)

DWDM merupakan solusi yang dapat menopang aplikasi-aplikasi broadband yang akan semakin memakan bandwidth. DWDM merupakan teknologi telekomunikasi baru yang sangat menarik dengan adanya penggabungan cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. Solusi yang dapat saja diimplementasikan di Indonesia, tapi kita tunggu saja siapa investor yang berani menginvestasikan DWDM di Indonesia?

titotz said...

Grup 4
Muhammad Tito S 13206134
Anggita Hapsari G 13206034

Menarik topik yang dibicarakan di sesi kali ini.
Intinya adalah ketika kebutuhan manusia akan akses internet semakin berkembang ke arah akses internet dengan kapasitas besar dan berkecepatan tinggi, maka perlu dicarai solusinya.

Beberapa tahun lalu perkembangan terknologi kabel beranjak dari Dial up modem menuju akses DSL dengan menngunakan jaringan tembaga yang ada. Begitu pula di sisi seluler dimana GRPS dan EDGE tidak mencukupi, oleh karena itu diperkenalkan HSDPA.

Tapi teknologi tersebut juga akan dirasa "kurang" oleh konsumen, dan akses tembaga juga akan kurang bisa mensupport oleh karena itu fiber optic tidak mungkin terelakkan lagi...

Saya setuju dengan pendapat kelompok yang mnyatakan DWDM sebagai salah satu solusi perkembangan teknologi tersebut.

Sepengtahuan saya jarngan fiber optik belum menjadi jaringan backbone yang benar2 menghubungkan tiap daerah di indonesia, oleh karena itu dibutuhkan investas fiber optik.

Tetapi permaslahannya adalah ketika tiap operator ingin mendeploy jaringan fiber optiknya sendiri, ini tentu tidak akan efisien, karena investasi untuk pembangunan fiber optik akan sangat besar, seharusnya pemerintah dapat menjadi fasilitator untuk mengatasi masalah ini..

Terimakasih atas perhatiannnya.
Jika ada yg salah tlg dikoreksi.

anantoep said...

G17 - Ananto Eka P. (13206008) - Irvan S. (13206130)

Dari kuliah kapsel terdahulu sampai sekarang, terlihat bahwa teknologi dalam sistem komunikasi optik berkembang begitu pesatnya. Banyak manfaat yang didapatkan dengan adanya teknologi optik ini. Kebutuhan bandwidth yang besar akan terlayani, terlebih dengan adanya teknologi DWDM, serta berbagai keuntungan lainnya seperti yang telah disebutkan oleh G7.

Selain menuntut kesiapan pemerintah dalam mengimplementasikan teknologi ini, penerapan teknologi ini harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan terutama visi dan misi pemerintah ke depannya dalam bidang telekomunikasi. Apakah masyarakat membutuhkan teknologi ini? Kalau tidak salah, di kuliah kapsel beberapa minggu *bulan?* yang lalu, disebutkan bahwa masyarakat kita kebanyakan menggunakan aplikasi low bandwidth. Jika memang ingin serius untuk menjadikan teknologi broadband ini menunjang taraf hidup masyarakat, pemerintah harus lebih aktif lagi bekerja sama dengan berbagai pihak terkait untuk mengedukasi masyarakat, sehingga investasi teknologi optik ini tidak mubazir.

Oh ya,, satu hal lagi, riset tentang optik di Indonesia sendiri sudah sejauh apa ya? Karena konsep-konsep optik tentunya sangat diperlukan dalam teknologi ini, misalnya dalam pembuatan elemen-elemennya, semacam OTT, OLR, dan teman-temannya. Kalau kita tertinggal dalam mengembangkannya, yah,, lagi-lagi kita hanya bisa menjadi konsumen saja ...

frida said...

Kami sepakat dengan pendapat G7.
Dengan semakin berkembangnya dunia telekomunikasi saat ini, pertumbuhan pelanggan internet yang semakin meningkat, kebutuhan paket internet yang berkecepatan tinggi dan konten berkualitas high definition yang lebih banyak, membutuhkan bandwidth yang cukup besar. Dan kebutuhan bandwidth yang besar ini dapat dipenuhi dengan menggelar solusi dwdm.
Kami sebenarnya juga sepakat dengan pendapat G17, bahwa lagi-lagi penerapan dwdm di indonesia memang menuntut kesiapan pemerintah dan harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Memang benar jika dikatakan masyarakat indonesia masih banyak menggunakan aplikasi low bandwidth. Akan tetapi, tidak ada salahnya penerapan dwdm sudah dimulai dari sekarang, karena bagaimanapun juga kebutuhan akan bandwidth makin lama akan meningkat, penerapan tekhnologi yang kurang tepat untuk mengatasinya justru akan berdampak kurang baik, dan dwdm dirasa merupakan salah satu solusi yang cukup tepat. Lagipula pemanfaatan bandwidth ini tidak hanya digunakan oleh masyarakat luas secara umum, akan tetapi juga perbankan, jasa keuangan dan manufaktur, dll.
Di indonesia, setahu kami, pengembangan dwdm ini sudah dimulai. Salah satunya adalah perluasan jaringan backbone oleh PT Indonesia Comnets Plus (ICON+), bekerjasama dengan NSN di Sumatra. Layanan ini menerapkan dan mengelola jaringan yang dibangun dengan platform jaringan optik dense wavelength division multiplexing (DWDM) hiT 7300. Penggelaran DWDM ini dimulai pada Januari 2010 dan diharapkan akan selesai pada bulan April 2010.
Semoga saja ini menjadi awal yang baik untuk perkembangan telekomunikasi yang lebih baik di indonesia.

Terima Kasih

Sutinah 13206038
Frida Kurniasih 13206057