Sunday, April 11, 2010

Multiradio - G29

[Authors: Susiana Ekasari, M. Nur Hidayat (G29)]
Salah satu hal yang menarik dari dunia telekomunikasi adalah perkembangannya hang sangat cepat sehingga kebutuhan dan demand user pun semakin lama semakin tinggi. Ditambah dengan pengaruh market trend, apalagi dengan maraknya penggunaan blackberry khususnya di Indonesia, trafik broadband pun meningkat tajam. Kebutuhan user ini adalah pain points tersendiri bagi operator.

Permasalahan yang dihadapi oleh operator saat ini adalah bagaimana operator bisa mengakomodir kebutuhan end usernya? Bagaimana dengan equipment yang sudah ada, operator bisa melakukan smooth evolution ke teknologi LTE? Terdapat pula banyak challenge lain yang dihadapi oleh operator, terutama yang berkaitan langsung dengan market trend. Dengan market growth yang terus meningkat ditambah dengan gencarnya perang tarif antar operator, otomatis ini berdampak pada ARPU yang semakin turun karena operator berlomba-lomba memasang tarif yang rendah. Di sini challengenya, bagaimana operator mencari produk yang bisa meningkatkan efektifitas dan efisiensi jaringan.

Tidak hanya sampai disitu masalahnya. Penentuan site deployment untuk BTS seringkali menimbulkan kesulitan bagi operator. Kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi fokus tersendiri bagi operator. Karena itulah NSN menciptakan suatu produk yang dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, yaitu NSN Flexi Multiradio BTS Solution.

NSN Flexi BTS pertama kali lahir tahun 2005 dengan sistem Single RAN-nya. Single RAN terdiri dari Multiradio BTS dan RAN. Pada dasarnya Single RAN adalah suatu ekosistem dimana BTS-nya bisa memiliki kemampuan untuk bekerja di jaringan GSM sebagai BTS, jaringan WCDMA sebagai node B, dan jaringan LTE sebagai eNode B.

Dengan adanya Flexi BTS, smooth evolution to LTE menjadi sangat memungkinkan. Selain itu, terdapat pula beberapa keuntungan lainnya jika operator menggunakan Flexi BTS ini, diantaranya adalah :
  • Flexi BTS dapat mengoptimalkan jaringan dan aset milik operator.
  • Flexi BTS memiliki size yang lebih compact, sehingga BTS ini dapat dideploy dimanapun, bahkan di dinding sebuah gedung pun bisa.
  • Penggunaan Flexi BTS dapat mengurangi OpEx operator antara 30 sampai 50%.
  • Investasi operator bisa digunakan kembali karena baterai dan shelter yang sudah ada masih bisa dipakai kembali.

Sebenarnya apakah NSN Flexi Multiradio BTS itu?

Flexi BTS merupakan sebuah BTS yang bisa dioperasikan tanpa batasan frekuensi atau multiradio sehingga bisa digunakan untuk mode GSM, WCDMA dan LTE. Mode ini bisa digunakan secara dedicated (hanya bisa satu mode pada suatu waktu) ataupun secara concurrent (ketiga mode digunakan secara bersamaan pada suatu waktu). Hal ini dapat dilakukan dengan kontrol dari SDR (Software Defined Radio).

Flexi BTS terdiri dari dua module, yaitu radio module dan system module. Radio module dapat menghasilkan output power hingga 60 W, rata-rata tiga kali lebih tinggi dari module BTS biasa, sedangkan system module dapat mensupport hingga 18/36 trx sehingga dapat menghasilkan throughput yang jauh lebih tinggi hingga satuan gigabit. Power reduction pada Flexi BTS pun dapat dikurangi dengan adanya tower mounting tanpa feeder. Secara umum pun, BTS ini termasuk less power consumption, less site visit sehingga secara signifikan dapat mengurangi OpEx dan CapEx dari operator. Single RAN yang diterapkan pada Flexi BTS ini juga memiliki kemampuan untuk melakukan SON (Self Organizing Network) sehingga dapat mengurangi manual effort. Bahkan corenya pun dapat dimanage hanya oleh satu OSS.

Unique Value

Secara umum, unique value dari Flexi BTS ini antara lain adalah :
  1. True Multiradio BTS
  2. Leading and complete site solution
  3. The most compact BTS
  4. Gigabit baseband throughput
  5. Integrated IP transport
  6. Lowest power consumption up to 75%
  7. SON di OSS
  8. Multiple in and output
  9. Support 6 sectors
  10. 70% less hardware
  11. 30-50% less OpEx and 20% less CapEx
  12. 50% less visits.

Opini

Menurut kami langkah NSN dalam mengembangkan teknologi Flexi BTS ini patut ditiru oleh perusahaan vendor telekomunikasi lainnya. Dengan banyaknya operator yang ada di Indonesia sekarang ini berarti semakin banyak pula BTS yang dibangun. Pembangunan BTS baru ini tentu saja membutuhkan lahan yang bisa saja merusak ekosistem yang ada. Selain itu pula semakin banyaknya BTS berarti semakin banyak daya yang digunakan yang akan mengakibatkan pemborosan energi.

Hal ini diperparah dengan ketidaksepakatan antar operator untuk tidak melakukan tower sharing untuk BTS-nya. Pemerintah sedikit banyak memiliki tanggung jawab untuk mengatur permasalahan ini dan mencari solusinya. Bagaimanapun juga dalam setiap teknologi yang dikembangkan dan diterapkan harus ada tanggung jawab dalam menjaga kondisi lingkungan kita ini.

    Share | Save

    Subscribe

8 comments:

jfkoernia said...

Sistem komunikasi semakin berkembang dengan banyaknya orang yang menghendaki terjaminnya kontinuitas hubungan telekomunikasi, tidak terbatas saat pemakai dalam keadaan diam ditempat juga ketika mereka dalam keadaan bergerak. Untuk itu lahirnya komunikasi bergerak dimana pengguna komunikasi tidak lagi terbatas oleh ruang gerak merupakan solusi yang baik untuk menjamin kontinuitas hubungan komunikasi yang saat ini sangat penting.
Setiap jaringan komunikasi bergerak selular membutuhkan perencanaan sel dengan tujuan untuk dapat memenuhi kebutuhan pencakupan sel yang ditunjukan oleh jumlah base station, dimana diusahakan seminimal mungkin tetapi dapat memenuhi kapasitas trafik yang dibutuhkan. Teknologi yang sekarang banyak digunakan untuk komunikasi bergerak adalah komunikasi dengan konsep selular. Dalam konsep komunikasi seluarar, Ada elemen penting yang berfungsi sebagai pengirim dan penerima (transciver) sinyal komunikasi dari/ke MS serta menghubungkan MS dengan network element lain dalam jaringan GSM (BSC, MSC, SMS, IN, dsb) dengan menggunakan radio interface yang disebut BTS.
Untuk merencanakan perencanaan letak BTS perlu,ada 2 aspek yang perlu diperhatikan yaitu ditinjau dari segi coverage dan dari segi trafik. Perencanaan penanganan beban trafik meliputi prediksi jumlah pelanggan pada setiap sel, dimana dengan pertimbangan beban trafik yang diperlukan oleh pelanggan dan beban trafik yang dapat ditangani dalam sel, dapat diperoleh jumlah sel yang diperlukan untuk mengatasi beban trafik yang diperlukan oleh pelanggan.
BTS biasanya terdiri dari tower dan beberapa antena yang terpasang di tower itu sendiri, namun BTS yang sudah berdiri kebanyakan mempunyai masalah yang sama, yaitu untuk membangun BTS diperlukan lokasi yang luas , keterbatasan kapasitas tiap BTS untuk mengakomodir kebutuhan pelanggan.
Oleh karena itulah NSN mengembangakan apa yang disebut "Flexi BTS" untuk memenuhi permintaan pasar. Seperti jangkauan yang lebih luas, band frekwensi yang lebih lebar, serta yang terpenting adalah tidak diperlukan lokasi yang luas untuk memasang alat ini, sehingga biaya dapat ditekan dan lahan yang masih ada dpat digunakan untuk keperluan yang lain.
memang benar bahwa dalam pengembangan dan riset, kita hendaknya memikirikan suatu solusi yang cocok terhadap batasan-batasan yang ada dalam kenyataan, misalnya dalam hal lingkungan, lahan, polusi, dsb.. tanpa bermaksud mempromosikan produk salah satu vendor, Flexi BTS merupakan salah satu hasil karya yang memikirkan batasan-batasan tersebut.

jfkoernia said...

maaf, kami belum memunculkan nomor kelompok kami untuk komentar di atas. terima kasih

--------------
Kelompok 12:
Jeffrey Kurniawan (13206128)
Tommy Hartanto (13206102)

Peter said...

Group 23:
Peter Hamonangan L Tobing (13206092)
Hefrizal Septi Ferdinand (13206118)

Wah, jujur kami sangat kagum dengan inovasi yang dilakukan oleh NSN melalui Flexi BTS ini. Terutama dari dimensi perangkatnya yang kecil dan portable ini, pantas namanya Flexi yah?

Tentunya Flexi BTS ini selain dapat mengurangi konsumsi energi listrik juga banyak memberi manfaat-manfaat lain. Contohnya untuk mengurangi "polusi tower". Kalau kita lihat, saat ini di banyak tower berdiri dimana-mana. Hal ini sangat tidak enak di pandang mata. Seakan-akan tiap beberapa puluh meter ada tower. Bahkan terkesan bahwa pembangunan tower ini tidak diatur. Bisa seenaknya membangun sana sini.

Padahal menurut cerita Bp. Denny Setiawan, (Kasubdit Penataan Frekuensi Ditjen Postel), satu tower sebenarnya bisa di-share oleh beberapa operator untuk menempatkan antennanya. Dengan demikian tower-tower untuk antenna tidak akan terlalu banyak jumlahnya dan menjamur seperti saat ini dan merusak pemandangan. Flexi BTS ini juga tentunya salah satu solusi atas penjamuran tower ini karena ukurannya sangat compact.

Salut kepada para ilmuwan yang dapat menciptakan solusi untuk permasalahan ini. Semoga kedepannya kita sebagai anak bangasa juga bisa menciptakan teknologi-teknologi groundbreaking seperti Flexi BTS ini. Amin.

ismi_mazaya said...

Yup, memang saat ini tower telekomunikasi bertebaran dimana-mana. Jika hal tersebut dibiarkan berlangsung terus menerus, bukan tidak mungkin kalau nanti Indonesia akan menjadi negara yang memiliki bangkai tower terbanyak di dunia. Inovasi teknologi yang dilakukan oleh NSN sepertinya akan mengurangi pembangunan tower berlebih di Indonesia. Dan akan lebih bijak lagi jika semua operator rela hati untuk menekan pembangunan tower berkelanjutan dan mau melakukan sharing tower dengan sesamanya.
Untuk Indonesia lebih baik, mengapa tidak?

23209019
23209015

rizki said...

cukup menarik sebenarnya pembahasan mengenai BTS multiradio milik NSN tersebut. dengan kualitasnya yang bisa dioperasikan tanpa batasan frekuensi atau multiradio sehingga bisa digunakan untuk mode GSM, WCDMA dan LTE. selain itu fiturnya yang lengkap sangat menguntungkan dan memudahkan para operator seluler. dan yang terpenting menurut saya adalah bahwa BTS tersebut sudah mendukung gerakan 'go green' atau lebih ramah lingkungan.

namun, ada opini lain yang mempertanyakan apakah efektif suatu BTS multiradio ini bila diterapkan di indonesia, mengingat sampai saat ini implementasi LTE di indonesia bisa dibilang masih cukup jauh, sedangkan arahan utama dari flexi BTS radio ini adalah memudahkan proses smooth migration ke LTE.

tapi dengan segala fitur yang dimili BTS ini seperti antara lain # Flexi BTS memiliki size yang lebih compact, sehingga BTS ini dapat dideploy dimanapun, bahkan di dinding sebuah gedung pun bisa.
# Penggunaan Flexi BTS dapat mengurangi OpEx operator antara 30 sampai 50%. kami pikir penggunaan nya masih akan efektif di Indonesia, terutama bila melihat persaingan antar operator di Indonesia yang diprediksikan masih akan berlangsung dalam beberapa tahun ke depan.

grup 8
Rizki Primasakti (13206068)
Ngakan Nyoman Gandhi (13206072

girikuncoro said...

Kelompok 2
Giri Kuncoro (13206009)
Fadhilah Hana Lestari (13206014)

Flexi BTS? hmm..sangat inovatif! Jujur saat kami pertama kali mendengar penjelasan tentang flexi BTS tersebut, kami sangat terkagum-kagum..BTS ditempel di dinding? Ga masuk akal! Tapi setelah mendengar penjelasan dari Bu Jannatti minggu kemarin, kami paham tentang inovasi BTS yang satu ini, terkait dengan fitur multiradio yang bisa mengaplikasikan fitur GSM, WCDMA, dan LTE sekaligus..

Menanggapi pernyataan Rizki Primasakti dan Ngakan Nyoman Gandhi terkait akan efektifkah suatu BTS multiradio ini bila diterapkan di Indonesia, mengingat sampai saat ini implementasi LTE di Indonesia masih cukup jauh? Menurut kami, implementasi Flexi BTS masih cukup efektif tanpa memandang perkembangan LTE di Indonesia. Dari penggunaan CDMA dan GSM-nya saja, Flexi BTS telah mampu menghemat dan mengombinasikan CDMA serta GSM dalam satu perangkat yang compact. Sambil menunggu LTE di Indonesia, masih terbilang sangat valuable untuk mengimplementasikan Flexi BTS ini di Indonesia.

Cheers,
Giri dan Hana

mshiddiqsh said...

Group7 :
Shendiary Aviolanda (13206050)
M. Shiddiq S.H. (13206074)

Kami sangat setuju dengan opini yang disampaikan group 29 di atas.

Flexi BTS yang diperkenalkan oleh NSN ini merupakan solusi untuk banyak tantangan pada dunia telekomunikasi, salah satunya adalah keramahan terhadap lingkungan.

Dengan semakin bertambahnya pengguna teknologi broadband, kebutuhan akan BTS tidak bisa dipungkiri akan meningkat. Bagaimana jika teknologi compact seperti ini belum ditemukan? Tentu saja akan semakin banyak tower di negara ini, yang berarti semakin banyak lahan yang terbuang, belum lagi limbah logam yang dihasilkan. Flexi BTS ini merupakan sebuah solusi yang brilian.

Akan tetapi, perlu diperhatikan oleh para pembeli BTS ini cara yang tepat untuk menanggulangi BTS-BTS mereka yang lama jika mereka berniat akan mengganti total, karena saya yakin jumlahnya cukup banyak, yang berarti limbah yang cukup banyak.

Terima kasih.

debby said...

Kami sangat setuju dengan opini-opini dari teman-teman di atas mengenai keuntungan dengan adanya Flexi BTS. Kami juga ingin menambahkan sedikit, yaitu Flexi BTS menjawab tantangan yang dihadapi oleh kebanyakan operator yakni dalam pemilihan lokasi. Banyak masalah yang dihadapi oleh operator pada proses pemilihan lokasi penempatan BTS, misalnya ketinggian, luas coverage, perizinan, dll. Masalah perizinan adalah satu tantangan yang pelik dihadapi oleh operator disebabkan isu tower yang sudah merusak tata ruang atau sulitnya mendapat izin dari Pemda dan masyarakat setempat itu sendiri, selain masalah biaya untuk membangun tower BTS. Tantangan ini dijawab oleh Flexi BTS dari NSN. Operator tidak perlu lagi pusing memikirkan masalah tower dan perizinannya karena Flexi BTS dapat ditempatkan di berbagai tempat sesuai namanya "flexi". Selain itu operator dapat menghemat pengeluaran untuk pembangunan tower yang secara tidak langsung juga memberi keuntungan pada pelanggan yang mendapatkan pelayanan yang murah.

Kelompok 25:
13206056 Arinaldo Adma
13206193 Debby Permata Putra