Sunday, April 11, 2010

Leading Change - G2

[Authors: Fadhilah Hana, Giri Kuncoro (G2)]
Q1 : Terkait dengan sering bergantinya perusahaan Pak Pambudi, bagi Bapak loyalitas itu seberapa penting?

A : Loyalitas bagi saya yes and no. You have to act like a professional when you start coming into working world. Ya, kita harus loyal kepada perusahaan kita. Tapi itu semua tergantung dari role diri kita sendiri. Loyalitas penting saat peribahasa “dimana bumi dipijak, disitu langit dijungjung” berlaku. Namun, saya selalu bermimpi untuk mencari tempat yang mendukung cita-cita saya. Dalam bisnis, segala sesuatunya tidak ada yang kontinu. Bagi saya, jangan jadi mental pegawai negeri lagi yang berparadigma “loyalty lifetime”.

Q2 : Anak Pak Pambudi umur berapa? Pergaulannya seperti apa jika terus menerus berganti negara seperti itu? Visualisasi seperti apa yang membuat Pak Pambudi mau untuk kembali ke Indonesia walaupun tentunya gaji di Indonesia lebih kecil?

A : Anak saya berumur 7, 11, dan 12 tahun. Pergaulan mereka memang berbahaya dengan kehidupan saya yang berpindah-pindah negara. Pertemanan sulit sekali. Di saat anak-anak saya sedang nyaman-nyamannya memiliki teman-teman akrab di Cina, saya harus kembali ke Indonesia dan mereka merengek-rengek minta kembali ke Cina. Tapi awalnya saja yang sulit. Yang terpenting adalah enjoy terlebih dahulu, setelah enjoy pasti teman akan ada dengan sendirinya dan kehidupan anak-anak saya di Indonesia akan enjoy seperti di Cina juga.

Saya ingin memberikan kontribusi ke Indonesia. Saya ingin membangun bangsa ini, sehingga saya ke Telkomsel. Telkomsel merupakan satu-satunya operator yang masih dimiliki Indonesia. Indosat dimiliki Singapura dan XL punya Malaysia. Saya bangga telkomsel yang murni milik Indonesia merupakan operator nomer 1 di sini.

Q3 : Pelajaran apa yang Bapak dapat dari kehidupan di Cina?

A : Pelajaran pertama : extremely hard worker. Pelajar kedua : Long term thinking. Tidak ada orang Cina yang berpikir jangka pendek. Huawei merupakan contoh perusahaan telekomunikasi yang paling bagus. R&D mereka juga sangat bagus. Ada program research mereka yang memberdayakan para mahasiswa Cina tanpa bayaran. Mahasiswa-mahasiswa tersebut senang saja melakukan research tanpa bayaran dengan sangat bekerja keras hanya untuk mengejar mimpi ke Amerika sesuai janji Huawei setelah research mereka selesai. Benar-benar berpikir jauh ke depan.

Q4 : Bagaimana pengaruh market terhadap perusahaan?

A : Memang market berbicara kadang naik dan kadang turun. Keputusan untuk menutup service atau layanan perusahaan dilihat dari prediksi market. Ada ilmu yang bernama market prediction yang dapat kita pelajari.

Q5 : Tentang prediksi market, menurut saya itu hanya teoretis, bisa pas dan bisa tidak. Contohnya saja fenomena BlackBerry yang sama sekali tidak memprediksi akan sangat booming di Indonesia. Sekarang nyatanya, pertumbuhan pengguna BlackBerry di Indonesia sampai angka 600%. Bagaimana tanggapan Pak Pambudi?

A : Ya memang itu hanya teori. Ada beberapa tekni metode yang lebih objective nantinya. Contohnya, perusahaan Aqua saat pertama kali didirikan tidak ada yang mau membeli produknya. Memang semua itu kembali ke urusan bisnis. In business, you take risk. In the end, you have to take the risk.

Q6 : Saya ingin mempertanyakan perihal determinasi. Saat seorang siswa SMA melakukan visualizing success masuk ITB, saya harus masuk ITB, tapi SPMB gagal terus menerus, tentu ada saat dimana dia harus menyerah karena SPMB ada umur maksimalnya. Bagaimana tanggapan Pak Pambudi?

A : Punya determinasi untuk masuk ITB, tapi tetap harus punya plan B. Seorang Bapak memaksa anaknya untuk harus masuk ITB, bila tidak masuk ITB, Bapak-nya tidak akan membiayai kuliah anak tersebut. Jadi, ITB or die. Success or die! Determinasi seperti ini akan membuat visualisasi sukses lebih berjalan. Tapi memang pada akhirnya harus disusun suatu Plan B.

Q7 : Telkom berportofolio menjadi time, apakah benar?

A : Ada tiga hal : shifting of technology (migrasi dari suara ke data), diversifikasi bisnis, dan yang paling penting, the best way to keep your customer. Pada saat ini banyak sekali customer yang mudah berpindah dari satu provider ke provider yang lain, karena tidak ada yang mengikatnya. Kita akali dengan service bundling, seperti semua service flexi, telkom speedy, telkomsel, dijadikan satu bil semua untuk mempermudah dan seolah-olah mengikat customer dengan kenyamanannya.

Q8 : Pak Pambudi lama sekali di luar negeri, bagaimana cara memulai karier di perusahaan Telkomsel tanpa mengenal siapa-siapa di Indonesia? Mengapa Jepang bisa menjadi negara maju dengan menganut loyalty lifetime?

A : Ada tiga cara memulai karir di Telkomsel : apply biasa, melalui headhunter, dan melalui networking. Manfaatkan kenalan orang yang tahu how good you are. Sewaktu itu, sedang akan terjadi pergantian CEO di Telkomsel, saya dihubungi oleh teman saya. Saya berpikir, ini kesempatan yang baik untuk mulai berkontribusi dalam membangun bangsa ini.

Jepang merupakan negara yang berbeda dari negara lainnya, mereka sukses dengan lifetime loyalty nya. Saya tidak merekomendasikan setiap 3 tahun berganti perusahaan, tapi yang saya rekomendasikan adalah do different things every 3 years. Bisa saja tidak berpindah perusahaan, tapi belajar hal yang berbeda di perusahaan yang sama tersebut. Tahun pertama : year of learning, tahun kedua : year of performing, tahun ketiga : year of developing. Jepang berparadigma lifestyle guarantee, bahkan mereka berani mati demi perusahaan yang mereka hidupi.

Q9 : Terkait entrepreneur, bagaimana cara mereka lead the change?

A : Perbedaan utama antara businessman dan entrepreneur adalah risk-nya yang jauh lebih tinggi. Entrepreneur can do anything you want dan pekerjaan yang sangat dangerous. Yang terpenting adalah fokus on what you’re doing. Kalau ngantor ya ngantor aja, jangan memecah konsentrasi dengan entrepreneur juga karena itu pekerjaan yang berbahaya.

Q10 : Saya kurang setuju dengan rotasi seenaknya yang Pak Pambudi lakukan. Seorang GM Pekan Baru yang sudah expert dan mengenal anak buahnya dengan baik tiba-tiba di pindah? Nanti GM yang baru bukannya memulai dari nol lagi?

A : Sebuah kisah nyata, saya baru saja memindahkan seorang wanita network engineer ke sales engineer. Seorang direktur tentu saja haruslah memiliki cakupan yang sangat luas. Masa ya ndak ngerti finance sama sekali? Terkait dengan organisasi, yang paling penting adalah organizational capability, bukan pemimpinnya. Yang terpenting adalah kesolidan antar anggota organisasi, sehingga kalau GM berganti seperti itu, ya tetap bagus, karena organisasinya sudah bagus.

Q11 : Saya ingin bertanya tentang kurva sepeda. Kebanyakan titik balik berasal dari internal factor, kalau external factor apa saja ya Pak?

A : Teman kerja yang rese, hujan, banjir, polisi nilang orang, itu semua merupakan external factor yang ga bisa diapa-apain. Karena memang sangat sedikit sekali external factor yang sangat berpengaruh, ada juga external factor yang secara tidak langsung mempengaruhi internal factor diri kita sendiri yang memulai untuk bangkit. Good people : find the solution. Bad people : find the excuse. Winner : find the answer in every problem. Looser : Find the problem in every answer.

Q12 : Dari pengalaman Pak Pambudi keliling 42 negara, apakah kelebihan yang dimiliki Indonesia? Apa yang harus dilakukan terhadap kekurangan Indonesia? Keinginan dari Pak Pambudi seperti apa untuk membuat Indonesia lebih baik?

A : Kelebihan yang dapat menjadi kekuatan adalah rasa kekeluargaan rakyat Indonesia yang sangat tinggi. Hal ini bisa membawa team work yang sangat baik dalam organisasi. Orang luar negeri sangat sulit dalam membentuk team work, tetapi kita mudah. Nah, tetapi kekuatan ini dapat sekaligus menjadi bumerang. Dari definisi teman, benar atau salah bisa saja berubah. Salah, tapi sebagai teman, bisa saja menjadi benar. Cara berubah : 3 M, mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil, mulai dari sekarang juga. Semua orang Indonesia yang melakukan 3 M, lama kelamaan akan menjadi bukit, dan berdampak besar bagi Indonesia.

Q13 : Terkait hal yang lebih mementingkan organisasi daripada individu, di tim sepakbola, mengapa ketika tim berhasil, pemain yang disanjung. Tapi ketika tim sepakbola tersebut kalah, yang disalahkan adalah pelatihnya. Bagaimana pendapat Bapak? Bagaiamana cara mengakali kegagalan agar kita tetap pada jalan menempuh visualisasi sukses yang telah kita perbuat?

A : Jalan bareng antara organisasi dan individu, difficult but we can. Kedua, seorang leader bukanlah orang yang egois, tapi harus mampu menjadi orang di balik layar. Leader achieve the success through the others. Leader harus feeling of responsibility. Saat mencapai prestasi, pelatih / leader berkata : I train them, but they play the ball. But something went wrong, that’s my mistakes.

Opini

Kuliah tamu yang kali ini diberikan oleh Pak Pambudi sangatlah menarik. Hal ini terlihat dari teman-teman peserta kuliah yang sangat antusias untuk bertanya. Dari sekian banyak pengalaman hidup yang telah Beliau lalui, sungguhlah cocok jika tema ‘leading change’ yang diusung pada pertemuan ini.

Menurut kami, suatu perubahan berawal dari pemikiran. Dari pemikiran ini akan lahir suatu rencana yang harus dimainkan untuk mencapai sebuah tujuan . Namun dalam perjalanannya mungkin rencana tersebut tidak akan mulus sehingga diperlukan sebuah rencana yang lain (plan B). Seiring dengan itu, pengalaman kita akan terus bertambah sehingga kita tidak akan ‘failed’ sesering sebelumnya. Dan inilah yang disebut dengan ‘continuous learning’.

Semoga setelah mendapat kuliah ini wawasan kita semankin terbuka. Dan semoga kita sebagai pemuda dan pemudi Indonesia dapat membawa perubahan yang baik dan besar bagi bangsa Indonesia, khususnya di bidang teknologi.

    Share | Save

    Subscribe

9 comments:

urise said...

Grup 22
Hermanto (13206151)
Yuris Mulya Saputra (13206124)

Kuliah kali ini dengan tema 'Leading Change' sangatlah menarik, menambah wawasan, dan menggugah semangat kita sebagai mahasiswa untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri kita ke arah yang lebih baik untuk mencapai masa depan yang gemilang.
Kami sangat terinspirasi dengan pernyataan Pak Pambudi yang merekomendasikan do different things every 3 years yaitu tahun pertama year of learning, tahun kedua year of performing, dan tahun ketiga year of developing.Menurut kami,pernyataan tersebut akan menjadi sebuah patokan atau parameter bagi karyawan ataupun pengusaha untuk terus belajar dan berprestasi karena ada batasan waktu dimana tiap tahunnya mereka harus melakukan terobosan baru untuk mencapai hasil yang lebih baik tiap tahunnya.

Ulil Wicaksana said...
This comment has been removed by the author.
Ulil Wicaksana said...

GB-5
Aghinta Pradewi – 23208355
Ulil S. Zulpratita – 23209010


Kuliah umum kali ini memang sangat menarik. Pak Pambudi mampu mengemas dan menyampaikan materi presentasi sebagaimana layaknya seorang motivator handal. Kereeeennn ^0^ ... Beliau berbicara tentang mimpi dan visualisasinya, perubahan/inovasi, life cycle, serta berbagi pengalaman hidupnya yang kaya warna.

Berbicara tentang mimpi, sejarah peradaban manusia tidaklah bisa terlepas dari peran impian (cita-cita) sebagai langkah awalnya. Banyak sosok luar biasa yang berhasil mencapai titik kemahsyuran hidupnya dengan mewujudkan impian yang sebelumnya terkesan mustahil bagi orang lain. Contohnya Wright bersaudara yang sempat dicap sebagai orang gila dan pembual, ketika mereka ingin membuktikan bahwa teknologi untuk bisa terbang seperti burung di angkasa akan dapat diciptakan manusia suatu hari nanti. Dan ketika Wright bersaudara berhasil meluncur dengan pesawat sederhana bermesin ganda, semua orang terbelalak kaget. Dari sanalah teknologi modern pesawat terbang berkembang. Itulah contoh nyata kekuatan sebuah mimpi.

Dari contoh tersebut, yang harus kita sadari adalah bahwa : "bukan impian yang harus menyesuaikan dengan kemampuan kita, tapi kita sendiri yang harus menyesuaikan kemampuan untuk mencapai impian-impian luar biasa yang telah kita tulis. Itulah hakekat menuliskan dan mencapai impian."

Setiap individu pasti mempunyai impian yang berbeda-beda. Jika diibaratkan meraih impian itu sebagai "life project", tentunya dibutuhkan tekad, kemampuan, dan strategi jitu untuk menyelesaikannya. Berdasarkan pengalaman kerja saya, strategi untuk development and execution project itu bisa dibagi dalam 5 phase. Dan menurut saya,
strategi ini pun bisa diterapkan untuk berbagai hal, termasuk life project (misalnya mencari pasangan hidup, target pencapaian karir, dsb). Strategi tersebut antara lain:

Phase 1: Visualize your dream --> What do you want? Where are you now?
Phase 2: Build alternatives--> How to reach your dream?;
di phase ini buatlah sebanyak2nya plan/route yang akan kamu tempuh untuk mencapai impianmu; lengkap dengan analisa resiko untuk masing-masing plan.
Setiap plan pasti ada plus dan deltanya. Bandingkan. Lalu pilih plan terbaik buatmu.
Phase 3: Develop selected alternatives
Phase 4: Execution
Phase 5: Evaluation

Durasi penyelesaian untuk tiap project tentunya berbeda-beda. Karena impian dan strategi tiap orang pun berbeda-beda. Kita juga harus membuat breakdown activity di masing-masing phase, berikut timeline dan milestone nya. Kita juga harus rajin melakukan review secara berkala untuk mengetahui progress dari project kita. Sehingga, jika terjadi no progress atau bahkan status project kita justru loop back ke phase sebelumnya, kita bisa lebih waspada. Dan bisa melakukan leading action.

Intinya, semakin tinggi pohon semakin kuat angin meniupnya. Semakin tinggi kita 'menuliskan' impian kita, semakin besar resiko dan tanggung jawab yang harus kita ambil.
All the best for Us... :)

mshiddiqsh said...

Group 7 :
Shendiary Aviolanda (13206050)
M. Shiddiq S.H. (13206074)

Kami sangat setuju dengan opini yang disampaikan oleh group 2 di atas.

Menurut kami, ada satu hal yang agaknya luput untuk dibicarakan berkaitan dengan 'perubahan' sebagai tema utama. Hal tersebut adalah 'komitmen'.

Komitmen yang kami maksud adalah sesuatu yang harus kita pegang sebagai acuan kita dalam melakukan apapun. Ini penting, karena dunia tempat kita berjalan ini sangat sangat dinamis. Apa yang akan terjadi bila kita tidak memiliki komitmen tadi? Tentu saja kita akan terbawa dengan kedinamisan ini, bukannya memimpinnya seperti judul presentasi Pak Pambudi.

Mengapa kita tidak boleh terbawa oleh kedinamisan ini? Karena perubahan yang terjadi tidak selalu ke arah yang baik, kadang mereka terjadi ke arah yang salah sama sekali. Komitmen inilah yang akan membedakan mana yang benar dan mana yang salah, sehingga kita akan tetap berada di jalan yang benar meskipun sambil menikmati kedinamisan tadi.

Jadi, menurut kami continuous learning yang kita lakukan harus diiringi dengan righteously commited to something. Komitmen ini dapat berupa apapun seperti prinsip hidup, figur idola kita, dan tentu saja agama kita.

Terima kasih.

ikhsan said...

g28
ikhsan abdusyakur 13206088
yudha irawan 13205004
menanggaapi opini kelompok 2 tentang perubahan yang diawali oleh pemikiran
salah satu penyakit seorang manusia adalah menunda pekerjaan, karena pekerjaan yang paling mudah adalah menunda sesuatu pekerjaan
bermimpi yang besar tanpa diawali sebuah langkah kecil akan menjadi siasia

kami pun sangat setuju bentuk komitmen yang harus dibangun harus lebih besar dari sekedar kepentingan pribadi, kepentingan kelompok, atau kepentiingan organisasi maupun perusahaan
tetapi kepentingan yang lebih besar untuk masyarakat indonesia,

saat ini kita hanya bisa mempersiapkan diri untuk perwujudan komitmen kita untuk bangsa nantinya
namun alangkah baiknya kita mulai dengan hal yang kecil dari diri sendiri
seperti mencintai produk Indonesia :)

"diketik dari produk Indonesia :)

Arinaldo said...

G25
Arinaldo Adma (13206056)
Debby Permata Putra (13206193)

Presentasi dari pak Pambudi benar- benar membuka mata kami tentang realitas kehidupan. Dan salah satu hal yang paling menarik dari materi pak Pambudi menurut kami adalah kekuatan impian dalam mencapai kesuksesan.

Kami sepakat dengan opini G2 bahwa perubahan berawal dari pemikiran. Dan menurut kami, pemikiran akan lahir dari sebuah impian akan masa depan. Dengan mimpi dan imajinasi, manusia telah berhasil mencapai capaian besar dalam sejarah kehidupan.

Impian butuh visualisasi agar memiliki kekuatan dorongan yang besar. Dengan visualisasi yang baik, maka kenyataan hanya menunggu waktu untuk dapat terwujud. Hal ini adalah salah satu kunci keberhasilan dalam hidup menurut kami, yaitu keberhasilan dalam mengejewantahkan mimpi menjadi kenyataan.

sekian dan terima kasih

Wahyu said...

Wahyu Adhi Prasetyo - 23209018
Bhimo Wikan Hantoro - 23209046

Semangat hidup untuk menjalani perubahan seperti yang Pak Pambudi tunjukkan memang patut kita teladani.
Walaupun nanti dalam aplikasinya kita tidak selalu mendapatkan kesempatan untuk mencoba lingkungan baru, kita selalu dapat menerapkan semangat tersebut dalam menghadapi perubahan yang ada di lingkungan sekitar. Apalagi di lingkungan dengan teknologi yang cukup dinamis seperti telekomunikasi, perubahan itu pasti terjadi, dan ketika perubahan itu datang, kita harus sudah siap untuk menghadapinya.

sekian dan terima kasih

Heru said...

G30
Heru Wijanarko (13205149)
Andre M. Dubari (13205081)

Presentasi Pak Pambudi berbeda dari kuliah-kuliah yang sebelumnya, mungkin yang paling menarik di kuliah Kapita Selekta Telekomunikasi ini. Dari materi yang disampaikan Pak Pambudi dapat kami tangkap bahwa untuk mencapai kesuksesan perlu kekuatan mimpi yang divisualisasikan. Impian butuh visualisasi supaya menjadi kekuatan untuk mendorong kita mewujudkan impian tersebut.
Mengutip Sang Pemimpi dari Wikipedia, "...percaya pada kekuatan mimpi dan pengorbanan, lebih dari itu, juga percaya kepada Tuhan." Setelah kuliah dari Pak Pambudi selain percaya kepada kekuatan mimpi, pengorbanan dan percaya kepada Tuhan juga harus memvisualisasikan agar mimpi menjadi kenyataan. Jangan berhenti untuk bermimpi & jangan menyerah untuk mewujudkannya.

Haryo said...

G31

Haryo Septoria Prabowo (13206033)
Wibisana Jaka Sembada (13206089)
==================================

Gambaran mengenai masa depan kita memang perlu karena secara tidak sadar hal tersebut telah memproyeksikan diri kita dalam beraktivitas sehari-hari guna mencapainya. Aktivitas detil yang lebih mempunyai titik berat terhadap masa depan kita tersebut dituangkan dalam scope "rencana". Rencana gagal berarti kita mendapat pengalaman, dari pengalaman kita kembangkan strategi yang lebih matang. Terkait hal ini, kami pikir tingkat ketergantungan terhadap "guru" yang bernama pengalaman tersebut janganlah terlalu besar. Sebagai seorang calon insinyur yang berivisi alangkah lebih baik jika kita telah "predict the risk" and "ready for any contingency". Oleh karena itu, berkhayalah sebebas anda karena Einstein pernah berkata, "Imagination is more important than knowledge. Knowledge is limited. Imagination encircles the world."
Dari sudut pandang seperti itu, mungkin saja terbayang kesempatan di depan yang bisa diraih dan kendala yang mungkin saja ditemui.