Friday, April 23, 2010

IMS Core Network - G9

[Authors: Oryza Nicodemus Tarigan, Nana Mulyana (G9)]
Q1 : Tadi Bapak mengatakan bahwa nomor fixed phone dan mobile phone sama. Apakah ini berarti jika kita sedang di luar rumah dan menggunakan mobile phone, maka kita tidak dapat melakukan panggilan ke nomor fixed phone (telepon rumah)?

A1 : Sebenarnya nomor fixed dan mobile-nya itu berbeda. Akan tetapi, setiap pelanggan IMS akan diberikan 1 ID baru yang disebut IMS client ID (pengguna IMS). ID inilah yang akan diberikan kepada orang lain. Dengan demikian, jika seseorang menghubungi ID IMS kita, maka panggilan itu akan di sambungkan ke nomor fixed maupun mobile kita.

Q2 : Kalau begitu berarti ada tiga nomor ?

A2 : Tidak, sebenarnya hanya ada satu nomor. Nomor atau ID yang banyak itu seperti email, facebook, HP, telepon rumah, semuanya akan dikonvergensikan dalam satu ID IMS tertentu dalam suatu database. Ini menggunakan konsep cloud computing atau unified database. Pada konsep ini, database di-share di jaringan sehingga memudahkan akses bagi semua aplikasi yang disediakan IMS. Cloud computing ini merupakan bidang baru yang akan berkembang pesat. Pokok-pokok yang akan diteliti dalam bidang ini misalnya terkait signaling, interface, mengakses atau me-upload profile, dsb. Saat ini, resource yang sedang mengembangkan cloud computing ini banyak berasal dari Filipina dan India. Ini sebenarnya dapat menjadi kesempatan bagi orang Indonesia untuk ikut berperan.

Q3 : Sejauh mana Huawei mengembangkan IMS ?

A3 : IMS sudah dikembangkan oleh 3gpp sejak tahun 2000. Huawei baru bergabung tahun 2005 dengan 3gpp. Saat ini Huawei tengah mengembangkan IMS versi 9 yang support LTE dan HDTV.

Q4 : Katanya dalam IMS itu ada jaminan QoS. Padahal, jaringan sekarang sifatnya best effort, bagaimana penjelaskan IMS dapa menjamin QoS dalam jaringan yang sekarang ini ?

A4 : IMS bukan service, tetapi service enabler (core network). IMS menjembatani agar service lebih mudah dikembangkan. IMS tidak memperdulikan QoS dsb. Hal iru telah diatur oleh sub jaringannya.

Q5 : Telkom kan sudah melayani IP-TV. Apakah core networknya sudah menggunakan IMS ?

A5: Telkom belum membuka layanan IP-TV. Itu hanya sebatas di lab saja. Core network telkom belum menggunakan IMS masih menggunakan PSTN. Nanti, layanan PSTN akan menjadi salah satu layanan IMS.

Q6 : Pada IMS dimungkinkan mengganti-ganti mode sinyal, misalnya dari GSM di-switch ke CDMA, dll. Terus, bagaimana dengan penerimanya, headset misalnya?

A6: Ini memang harus ada penyesuaian dari vendor. Misalnya, vendor menyediakan device yang support dual mode. Pada ujungnya vendor akan mengembangkan multimode device.

Q7 : IMS kan IP based. Sedangkan IP4 sekarang sudah hampir habis stok-nya. Terus bagaimana solusinya ?

A7 : Pemerintah sedang berusaha menyelesaikan masalah ini lewat regulasi. Nanti solusinya menggunakan IP versi 6. Semua operator juga akan menggunakan IP versi 6.

OPINI

Konsep IMS (IP Multimedia Subsystem) merupakan sebuah terobosan penting dalam jaringan telekomunikasi saat ini. IMS merupakan jaringan backbone yang akan menyatukan berbagai service. IMS bukan suatu service tapi merupakan service enabler, yaitu supporting sistem untuk mendukung berjalannya service-service. Di masa depan, seseorang cukup dengan memiliki suatu device yang memiliki IP dan SIP interface, dia dapat mengakses berbagai layanan yang diawarkan oleh IMS. Dengan IMS, struktur jaringan core akan lebih ramping dan adaptif terhada perubahan. Di samping lebih canggih secara teknologi, IMS juga lebih efisien dari segi ekonomi. Implementasi IMS ini merupakan langkah yang harus diambil untuk merealisasikan broadband access.

Jaringan telekomunikasi kian bertambah canggih dengan IMS. Harapan kelompok kami, ini tidak sekedar untuk ajang pameran kecanggihan teknologi. Teknologi ini harus terus disosialisasikan dan dikawal perjalanannya agar memberikan dampak positif yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat.

    Share | Save

    Subscribe

6 comments:

priambada said...

G27
Iman Firmansyah 13206133
Priambada Aryaguna 13206170

@Q6: Ganti sinyal GSM-CDMA = beda provider ya? Wah kalo nanti ID IMS sudah bisa dipergunakan, apa itu berarti kita bisa gonta-ganti provider dengan menggunakan nomor yang sama? Kalau iya bagaimana terkait regulasinya? (sekali2 nanya nda papa ah haihaihai) :D

Oryza said...

Kami mau coba jawab pertanyaan G27.

Kalau yang kami dengar dari kuliah kemarin, memang seluruh layanan telekomunikasi tersebut akan di-konvergensikan dengan satu ID IMS. Namun demikian, ID IMS yang mencakup berbagai layanan itu masih dimiliki oleh satu operator (itu yang kami dengar dari apa yang disampaikan oleh pembicara). Berarti kemungkinannya nanti, satu operator mungkin akan memiliki banyak layanan telekomunikasi atau akan ada merger atau kerja sama antara beberapa operator dengan layanan yang berbeda. Kira-kira mungkin seperti itu nantinya kalau IMS akan diaplikasikan.

Tolong dikoreksi kalau salah. Terima kasih.


Kelompok 09:
Oryza Nicodemus Tarigan (13206075)
Nana Mulyana (13206166)

lucky said...

B-8
Lucky Andiani 23209053
R. Ali Fikri Mubarak 23208005

Teknologi IMS ini salah satu teknologi yang nantinya akan mengarah pada teknologi konvergensi. Karena konsep yang ditawarkan adalah menggabungkan beberapa platform jaringan menjadi single platform. Harapannya dengan teknologi IMS ini mampu memberikan solusi yang terbaik di bidang telekomunikasi.

terima kasih

Deon said...

G 18
Niki Adytia Putra (13206077)
Deon Arinaldo (13206199)

Terkait dengan penggunaan IMS yang memungkinkan konvergensi teknologi perlu diperhatikan juga segi keamanannya. Bukankah berbahaya jika satu saja devais dimasuki virus maka dapat tersebar ke servis-servis lainnya. Jadi perlu dibuat suatu mekanisme keamanan semacam firewall dalam pengaplikasian IMS nantinya. Atau sudah ada ya? Maaf kurang tahu :).

Terima kasih

natasiaditha said...

Kelompok G13
Ditha N (132 05 010)
Roy BVB (132 06 203)

Seperti yang disampaikan dalam kuliah ini, trafik yang harus disediakan penyedia layanan telekomunikasi alias operator terus meningkat tetapi ARPU yang diterima tetap dalam jumlah yang sama bahkan menurun. Lama kelamaan operator bisa gulung tikar apalagi untuk negara seperti kita dengan 11 operator. Kalau begitu, IMS memang benar-benar solusi yang tepat menjawab kebutuhan berbagai pihak. Di satu sisi kita sebagai konsumen senang (bisa nelpon n sms gratis), para pelaku bisnis dalam hal ini operator pun senang karena dapat menghemat resource yang ada.

Namun, kalau dipikir lebih lanjut, zaman sekarang semua serba dikonvergenkan yah. Dalam 3 minggu berturut-turut materi kuliah kapsel memebahas tentang konvergensi di dunia pertelekomunikasian pada aplikasi yang berbeda-beda pula. Tapi yang menarik, para pemateri pemateri hanya mengangkat kebaikan dari konvergensi teknologi tersebut. Bagaimana dengan kelemahannya? Atau memang tidak ada?

Sekedar melemparkan wacana ke teman-teman. Mungkin ada yang mau berbagi opini, kira-kira kelemahan apa yang dapat timbul dari konvergensi teknologi terutama di dunia telekomunikasi saat ini. Terima kasih...

emyus said...

g14:Zahara Yulianti13206018
Nur Inayah 13206138

Menjawab pertanyaan G13, dari artikel yang kami baca era konvergensi yang tidak diikuti pengaturan frame-work regulasi yang baik maka dapat membingungkan industri.
Contohnya, layanan broadcast audio visual yang dibawa lewat mobile phone atau webcasting apakah dikategorikan sebagai layanan telekomunikasi atau broadcast?

Kelemahan era konvergensi ini dapat diminimalisasi dengan pengaturan regulasi yang baik dengan tetap memperhatikan kepentingan pemerintah, masyarakat, dan operator.

Maaf kalau ada yang salah.

Post a Comment