Friday, April 23, 2010

IMS Core Network - G12

[Authors: Jeffrey Kurniawan, Tommy Hartanto (G12)]
Adanya konvergensi teknologi, perubahan regulasi, kompetisi yang makin ketat, pasar yang semakin dewasa adalah keadaan masa depan yang akan dihadapi oleh para operator telekomunikasi di seluruh dunia. Meskipun permintaan akan layanan meningkat dengan pesat, hal ini tidak dibarengi oleh peningkatan Average Revenues’s per User (ARPU) dari sisi operator . Khususnya untuk ARPU dari layanan voice yang terus menurun dengan drastis. Oleh karena itu operator telekomunikasi perlu untuk mencari sumber keuntungan yang baru untuk jangka waktu yang lama dan berkelanjutan. Pencarian dan pengembangan teknologi baru untuk menyisiasati masalah ini telah dilakukan selama beberapa tahun ini, banyak yang secara teknologi baik tetapi untuk diimplementasikan menemui masalah. Oleh karena itu, ada beberapa tambahan syarat untuk mengimplementasikan teknologi itu, yaitu mudah diperkenalkan ke publik dan biayanya efektif, yang artinya adalah teknologi yang baru harus bisa memanfaatkan sisa-sisa investasi yang ada.

Tren layanan yang menjajikan adalah layanan multimedia. Layanan dapat dilakukan melalui jaringan berbasis IP (packet switched). Layanan ini dapat dengan cepat diimplementasikan karena dapat memanfaatkan jaringan-jaringan lama yang telah dibangun. Permintaan user akan mobilitas yang tinggi juga merupakan tantagan tersendiri, user menginginkan akses dengan kualitas tinggi dimanapun dan kapanpun. Oleh permintaan userlah , operator membawa layanan voice dan data menjadi satu kesatuan. Dan diharapkan teknologi IP-based packet switched dapat menjadi backbone dari layanan itu.

IMS (IP Multimedia Subsystem) merupakan teknologi yang muncul dengan diawali oleh kehadiran teknologi softswitch yang merupakan awal dari konsep teknologi NGN (Next Generation Network) dengan tujuan utama adalah Konvergensi antara jaringan PSTN, PLMN, dan jaringan data (khususnya IP) diharapkan dapat mempertemukan tiga kekuatan besar, yaitu layanan voice yang menjadi andalan PSTN, mobility, dan kekayaan layanan yang dimiliki PMLN dan internet-based application (transfer informasi, dan transaksi) yang menjadi kekuatan IP. Konvergensi ini berujung pada layanan multimedia dengan dukungan bandwidth yang memadai dan mobilitas tinggi. Di antara konsep, multimedia, mobile, dan IP inilah teknologi IMS lahir melengkapi teknologi NGN (softswitch).

Prinsip dasar jaringan IMS adalah mengintegrasikan antara teknologi wireless dan wireline dengan berbagai layanan yang dapat ditangani, contohnya layanan suara dan layanan data. Prinsip dari teknologi ini yaitu mengatur session yang muncul untuk setiap layanan. Jaringan 3G bertujuan menggabungkan dua paradigma sukses dalam komunikasi yaitu internet dan komunikasi seluler. IMS adalah elemen kunci dalam arsitektur 3G yang memungkinkan tersedianya akses seluler dimanapun ke seluruh layanan internet. IMS memungkinkan kita dapat browsing web favorit, membaca/mengirim email, menonton film, atau mengikuti video conference dimanapun kita berada dengan menggunakan perangkat 3G.

Bagi operator, IMS mengambil konsep arsitektur berlapis lebih jauh dengan mendefinisikan arsitektur horizontal, di mana fungsi umum seperti OSS dan pelayanan dapat digunakan pada banyak aplikasi. Arsitektur horizontal pada IMS juga menyediakan interoperabilitas dan roaming, dan mampu mengontrol bearer sebagai pembawa informasi, termasuk pembebanan dan keamanan jaringan. IMS mengintegrasikan layanan suara dan data, sementara mengadopsi keunggulan-keunggulan teknologi pada sisi IT-nya. Dengan demikian IMS menjadi kunci menuju konvergensi jaringan tetap dan bergerak (Fixed-Mobile Convergence). Oleh karena alasan ini, IMS banyak ditawarkan para vendor sebagai solusi jaringan untuk operator yang menyelenggarakan bisnis layanan multimedia sekaligus untuk akses jaringan bergerak dan tetap.

Arsitektur IMS yang horizontal memudahkan operator untuk mengimplementasikan layanan baru, mengeliminasi struktur jaringan tradisional yang kompleks dan boros. Bagi operator jaringan bergerak dan tetap, untuk jangka panjang IMS menyediakan jalur migrasi yang lebih aman menuju arsitektur yang total berbasis IP yang mampu menyediakan permintaan user akan layanan baru yang lebih variatif, menarik dan berguna. Dengan adanya IMS, perbedaan jaringan akses sudah tidak menjadi masalah lagi. IMS menyatukan semuanya itu.

Opini

Industri telekomunikasi sedang beranjak ke era konvergensi dimana dengan adanya konvergensi ini salah satunya akan bermanfaat untuk efisiensi CAPEX dan OPEX. Selain itu, user semakin dimudahkan di dalam berkomunikasi dan juga user dimungkinkan untuk mendapatkan jaminan QoS yang diinginkannya. Teknologi IMS merupakan teknologi yang dapat digunakan untuk melakukan konvergensi. Walaupun selama ini jaringan telekomunikasi terbagi menjadi dua yaitu jaringan inti (core) dan jaringan akses, IMS tidak mengalami kendala dengan hal tersebut. Justru kehadiran IMS memungkinkan berbagai jenis jaringan akses apapun untuk mendapatkan layanan.dengan adanya IMS, user sudah tidak terbelunggu oleh berbagai perangkat dengan jenis jaringan akses yang berbeda-beda, semuanya dapat dikonvergensikan dalam satu identitas. Tentu saja, penerapan teknologi IMS memerlukan perubahan-perubahan di sana-sini. Beruntung, proses migrasi (ICS) dapat dilakukan secara bertahap dan tidak memerlukan waktu yang tidak begitu lama untuk dapat menerapkan IMS secara komprehensif. Sebagai mahasiswa telekomunikasi, tampaknya kita harus mulai untuk mengenal teknologi IMS ini lebih jauh, agar ketika kita sudah terjun di dunia telekomunikasi nanti kita sudah fasiih dengan berbagai teknologi yang digunakan dan proses implementasinya.

    Share | Save

    Subscribe

14 comments:

sinung said...

Keuntungan dari IMS dari sisi operator adalah arsistektur IMS yang flat IP, yang memudahkan operator mengimplementasikan layanan baru, sehingga dapat mengeliminasi struktur jaringan legacy yang kompleks dan boros. Dalam tahap jangka panjang, IMS merupakan jalur migrasi yang aman menuju era yang total berbasis IP yang mampu menyediakan permintaan user akan layanan baru yang lebih variatif, inovatif, menarik dan berguna
GB4
Sinung Tegar P 23209021
Nana Sutisna 23209054

andre said...

G30
Andre M Dubari (13205081)
Heru Wijanarko (13205149)


IMS akan memberikan banyak sekali kemudahan bagi para pengguna teknologi akses wireless dan fixed. Dengan IMS , atmosfir persaingan dalam penyediaan jasa maupun produk terkait akan semakin kompetitif, dan tentunya semakin memanjakan para customer, mengingat IMS mampu menyediakan layanan terintegrasi dari produk berbasis IP packet maupun circuit switch. Kami berharap teknologi ini akan segera merambah pasar domestik hingga tak lama lagi seperti yang GB4 sebutkan, layanan-layanan yang lebih variatif , inovatif dan memudahkan customer akan muncul dan dapat segera dinikmati

Johan said...

G20:
Johan Sunaris (13205005)
Felix Jatmiko (13206149)

Konsep IMS merupakan suatu teknologi terobosan yang diciptakan untuk mengatasi masalah konvergensi teknologi dan penyederhanaan serta efisiensi devais.

Dengan semakin berkembangnya IMS, maka wireless dan wireline yang dapat digunakan untuk data dan voice dengan bandwidth yang tinggi dan juga memiliki mobilitas yang tinggi pula.

Kami berharap dengan adanya IMS yang dapat mengefisiensikan resource dan teknologi-teknologi terobosan yang ditemukan dapat semakin menyejahterakan masyarakat Indonesia pada umumnya.

urise said...

Group 22
Hermanto (13206151)
Yuris Mulya Saputra (13206124)


Kami setuju dengan G12. Kami ingin menambahkan opini mengenai teknologi IMS ini. Menurut kami, teknologi IMS (IP Multimedia Subsystem) merupakan teknologi yang memiliki peluang dalam peningkatan revenue, hal ini dipicu oleh iklim kompetisi yang ketat, saat ini harga layanan suara dan akses internet cenderung menurun dan tumbuh menjadi sebuah konsumsi komoditi. Hal ini berdampak pada keuntungan yang diperoleh carrier yang semakin berkurang. Oleh karena itu, untuk menekan penurunan pendapatan, operator telekomunikasi harus mencari dan mengidentifikasi layanan menarik yang dapat dipackage dengan akses dasar yang ditawarkan.


Menurut sumber yang kami baca, pengintegrasian beberapa media yang berbeda telah membuka kemungkinan kreasi layanan multimedia baru yang dibangun diatas jaringan IP lebih dari yang tersedia pada saat ini. Fokus kreasi layanan diarahkan pada pengembangan layanan realtime person-to-person. Pengembangan layanan ini membutuhkan IMS untuk melakukan kerjasama dengan jaringan lain seperti: Public Switched Telephone Network(PSTN) dan Public Land Mobile Network (PLMN), walaupun jaringan core circuit switched core network tidak lagi dibutuhkan.

Lebih spesifik lagi, kreasi layanan IMS dilakukan untuk mengakomodasi kemampuan satu bearer channel untuk multi user, multiperangkat, dan multi layanan yang diterangkan secara lebih jelas sebagai kemampuan untuk mengatur: layanan berbeda dalam satu session, multi simultaneous sessions dari layanan yang tidak berhubungan (seperti voice call yang di paralel dengan presence session), easy switching antara point-to-point dan point-to-multipoint (group) dengan skema person-to-person sessions, tanpa perlu melakukan pre-programmed layanan conference pada PSTN. Hal ini akan memungkinkan layanan seperti walkie-talkie like services, push-to-talk over Cellular (PoC), pemanggilan terhadap user dengan terminal pelanggan yang berbeda.

febryansyah said...

Grup 1
Febryansyah DR (13206007)
Adipta SP (13206039)

infrastruktur yang sudah ada, memiliki layanan-layanan yang sudah banyak diterima di masyarakat. akan tetapi kebutuhan masyarakat selalu bertambah dan selalu mencari sesuatu yang baru.

perkembangan sistem telekomunikasi sudah sangatmemudahkan manusia di berbagai bidang, tetapi perkembangan teknologi ini masih jauh dari selesai. investasi yang dilakukan membuat teknologi menjadi mahal.

Teknologi terus mengubah kondisi pasar.

tren pasar yang sedang marak adalah penjualan konten, bukan lagi berpusat pada voice. pihak vendor juga berusaha menemukan teknologi terbaru untuk dikembangkan dan ditawarkan kepada operator. Salah satunya adalah teknologi 3 G dengan menggunakan solusi IP Multimedia Subsystem (IMS).

sehingga muncul pertanyaan baru, apakah oprator mampu menjadikan IMS sebagai platform infrastruktur baru yang akan mendukung layanan mereka di atas jaringan IP ? Mungkin teknologi ini tidak akan langsung merambah semua kalangan, tetapi penyebarannya terbatas padakalangan menengah ke atas sebelum akhirnya dapat dinikmati oleh masyarakat luas.

Mr. Black said...

G-26
Tubagus Damar A. 13206036
Sepanya Pasaribu 13206150

menurut kami teknologi IMS ini merupakan solusi yang paling tepat untuk menangani permasalahan broadband yang dihadapi operator saat ini. Dengan adanya konvergensi Konvergensi antara jaringan PSTN, PLMN, dan jaringan data (khususnya IP)akan menghadirkan era baru dalam penggunaan teknoloogi broadband.
Teknologi IMS ini akan memberikan solusi dalam QoS, pembebanan, dan intgrasi layanan yang berbeda-beda.

masalah utama yang terjadi dengan domain paket dalam memberikan layanan yang bersifat real-time multimedia adalah domain ini memberikan layanan yang bersifat best effort tanpa ada QoS. Jaringan tidak memberi jaminan jumlah bandwidth yang didapat pengguna untuk suatu koneksi khusus atau mengenai waktu tunda yang dialami paket. Karena itu, kualitas percakapan VoIP dapat berubah secara dramatis selama durasinya. Jadi salah satu alasan terciptanya IMS adalah untuk menyediakan QoS yang diperlukan untuk dinikmati pada sesi multimedia. IMS memperhatikan pembuatan sesi multimedia yang sinkron dengan QoS yang ditentukan sehingga pengguna puas.

ismi_mazaya said...

Sepertinya dengan realisasi IMS, dunia pertelekomunikasian yang semakin canggih seperti dalam film-film barat, akan terwujud di depan mata. Komunikasi seakan tak mengenal batas apapun. Dan mungkin keberadaan Single Identity Number (SIN)juga akan terwujud di Indonesia, sehingga kisruh DPT bisa dihindari :D

23209019
23209015

zahara said...

G14: Zahara Yulianti 13206018
Nur Inayah Yusuf 13206138

IMS merupakan solusi bagi operator untuk mengembangkan layanan multimedia yang bernilai lebih sebab dengan IMS konten2 multimedia berbasis IP dapat diakomodasi pada sebuah arsitektur yang bersifat terbuka dan terstandarisasi.

Semoga IMS ini dapat segera diadopsi oleh operator sehingga kami sebagai end-user bisa menikmati layanan multimedia yang semakin beragam dengan quality of experience yang tetap terjamin.

Terima kasih.

Irvan said...

Kelompok 17

Ananto Eka P 13206008
Irvan Supradana 13206130

Dari segala macam kemudahan yang ditawarkan IMS, saya ingin mempertanyakan masalah keamanan teknologi IMS khususnya isu-isu mengenai penggunaan ID sebagai identitas pengguna. Bukan tidak mungkin kasus seperti pencurian ID, spam dan lainnya akan bermunculan. Hal ini mungkin disebabkan karena ISP sebagai penyedia jasa internet belum menunjang teknologi authentikasinya untuk mengamankan ID pelanggan.

abdusyakur said...

g28
ikhsan abdusyakur 13206088
yudha irawan 13205004

IMS memang akan menjandi senjata utama bagi operator di Indonesia, maka pun akan berlomba lomba memakai layanna ini

namun dengan jumlah operator yang banyak apakah akan menjadi efektif?
tentu itu menjadi permasalahan yang pasti akan terus berlaku setiap ada layanan layanan baru

Pras said...

Kelompok B-1
Prasetiyono Hari Mukti - 23208302
Nur Ibrahim - 23209007


Pembahasan mengenai IMS merupakan hal yang sangat menarik di tengah gencarnya praktisi telekomunikasi membahas teknologi 4G atau NGN.

IMS ini merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan untuk menerapkan teknologi berbasis IP pada jaringan legacy. Dengan adanya teknologi ini, maka para operator yang sudah melakukan investasi pada jaringan existing tidak perlu mengganti semua infrastruktur telekomunikasi yang telah dimilikinya. Mereka "tinggal" berusaha untuk melakukan inovasi layanana dengan infrastruktur yang dimilikinya agar permasalahan ARPU yang cenderung tetap atau menurun dapat diatasi.

Akan tetapi, dengan diterapkannya IMS ini, "lubang" inovasi yang ada menjadi terbuka lebar. Dan bisa jadi pula, inovasi ini dikembangkan ke arah konten.

Pembahasan yang menarik... :)

girikuncoro said...

Kelompok 2
Giri Kuncoro (13206009)
Fadhilah Hana Lestari (13206014)

IMS merupakan basis teknologi telekomunikasi yang wajib diadopsi oleh operator telekomunikasi Indonesia dalam beberapa jangka waktu pendek ke depan. Kata kunci "konten" yang akan menjadi fokus bisnis operator telekomunikasi dalam beberapa tahun ke depan menyebabkan IMS akan menjadi kunci bisnis teknologi telekomunikasi ke depan. Hal ini disebabkan oleh melimpahnya layanan multimedia yang bisa digunakan oleh IMS yang menyebabkan operator-operator telekomunikasi Indonesia berlomba-lomba dalam mengejar kata kunci konten tersebut.

Cheers,
Giri dan Hana

shendiary said...

Group 7
Shendiary Aviolanda (13206050)
M. Shiddiq S.H. (13206074)

Kami juga setuju bahwa teknologi IMS (IP Multimedia Subsystem) merupakan solusi perkembangan telekomunikasi dan era konvergensi skrg ini. MIS dapat secara efektif menyediakan arsitektur yang mendukung layanan berbasis IP di atas jaringan paket dan circuit switch, dengan memanfaatkan teknologi fixed dan juga wireless. Semoga IMS secepatnya dapat diimplementasikan di Indonesia, shg keuntungan untuk operator maupun end user dapat diperoleh.

terima kasih :)

Anggita said...

G4
Anggita Hapsari/13206034
Muhammad Tito/13206134

Menurut kami IMS merupakan teknologi yang sangat diharapkan baik oleh operator maupun oleh konsumen. Dari sisi operator IMS menawarkan teknologi yang lebih praktis, murah dan mudah untuk dikembangkan. Untuk konsumen sendiri IMS tentunya juga memberikan cukup banyak benefit. Seperti yang dijelaskan oleh pemateri bahwa dengan IMS, konsumen dapat menggunakan layanan audio, video, dan data secara simultan. Selain itu pengguna iMS juga hanya akan memiliki 1 identitas untuk semua layanan yang digunakannya. praktis bukan??

Anggita&Totz

Post a Comment