Friday, April 23, 2010

IMS Core Network - G11

[Authors: Arief Saksono, Aryo Wicaksono (G11)]


Technology Overview

IP Multimedia Subsystem (IMS) adalah sebuah framework baru dalam bidang telekomunikasi. Dengan kemampuan yang ditawarkannya, IMS diharapkan mampu mempersatukan core network dengan platform yang berbeda-beda. Core network tersebut penerapan teknologi 4G, penambahan core network terjadi pada PDN dan HS gateway. Berdasarkan 3GPP, IMS adalah suatu infrastruktur jaringan bergerak baru yang memungkinkan pemusatan data, suara dan teknologi jaringan bergerak melalui suatu infrastruktur berbasis protokol internet. terdiri dari jaringan fixed, GSM, CDMA, HSPA, bahkan LTE. Pada migrasi antara teknologi GSM ke 3G, terdapat sedikit perubahan dalam core network untuk memfasilitasi service baru, yaitu 3G video telephony dan HSDPA. 

Services

Layanan IMS menyediakan smooth mobility antara jaringan fixed dan mobile. Salah satu produk Huawei yang ditawarkan adalah V2CC, yaitu voice video call continuity, yang merupakan suatu kesatuan layanan yang dapat bekerja pada beragam jaringan tanpa terputus. Teknologi IMS memungkinkan satu nomor yang mengintegrasikan antara nomor fixed telephony dan juga nomor mobile phone.

Produk unggulan lainnya yang dapat disediakan dengan IMS adalah IPTV, yaitu layanan televisi yang disampaikan melalui infrastuktur jaringan packet-switch. Pada IPTV terdapat 3 macam layanan, yaitu siaran langsung, program televisi yang dapat dipilih untuk ditonton dalam waktu tertentu, dan video on demand.


Trends, Challenge, & Strategy

Tren layanan industri sekarang ini adalah layanan suara dan internet telah menjadi komoditas umum. Tantangan bagi operator adalah trafik yang mereka jual meningkat, namun ARPU yang diterima tetap atau bahkan turun, sehingga operator harus mencari terobosan layanan lain untuk mengambil keuntungan. Dilain hal, value chain dari operator menjadi lebih sedikit, dimana operator hanya menyediakan koneksi, sedangkan hal lain seperti content dikuasai oleh pihak lain, contohnya perusahaan RIM atau juga apple.

Keuntungan dalam penerapan IMS diantaranya adalah biaya dan resiko yang dikeluarkan lebih kecil, bahkan dapat memperkecil CAPEX kurang lebih sebesar 60% dan OPEX sebesar 30% dalam waktu jangka panjang. Selain itu, layanan dapat lebih cepat untuk dijual (time-to-market kecil).

Strategi penerapan teknologi IMS, sebagai contoh di Malaysia ada tiga tahapan, yaitu service convergence, memperkenalkan layanan dan aplikasi berbasis IMS, dan mempersatukan jaringan FMC, termasuk didalamnya LTE.

Case Study : IMS Centralized Services

Ada 3 phasa evolusi operator menjadi ICS:
  • Memodernkan MSS dan IP transport.
  • Memodernkan A/Iu Interface. Memperkenalkan IMS dan SIP AS.
  • IMS Centralized Architecture – ICS. Mempersatukan jaringan inti 2G/3G/LTE/PS. Menyatukan layanan CS-PS secara berkelanjutan.

Opini

IP Multimedia Subsystem (IMS) menyediakan suatu arsitektur pemersatu yang mendukung cakupan yang luas dari jasa berbasis IP di atas jaringan packet dan circuit switched, memanfaatkan perbedaan teknologi akses wireless dan fixed. IMS akan membawa perubahan dalam dunia telekomunikasi, yang dapat membuat bisnis jasa/layanan menjadi lebih kompetitif, mobilitas yang lebih besar, dan isi serta layanan yang lebih spesial. Penyebab terjadinya perubahan ini adalah pergeseran ekonomi yang besar dan permanen di pasar telekomunikasi masa kini, teknologi baru yang dinamis yang menawarkan kapabilitas yang lebih baik, dan pergeseran kebutuhan informasi yang akurat. IMS akan mendorong dan mengarahkan pemusatan di dalam teknologi, jaringan, akses, jasa, content, dan pengendalian.

    Share | Save

    Subscribe

9 comments:

Gandhi said...

kelompok 8
Rizki Primasakti 13206068
Ngakan N Gandhi 13206072

Teknologi IMS ini sangat menarik untuk kami. kata kunci yang menarik disini adalah "pemusatan teknologi'. bayangkan, betapa efisiennya jalur pengendalian service apabila pemusatan di dalam teknologi, jaringan, akses, jasa, content, dan pengendalian sudah terlaksana dengan baik (sebagai contoh adalah V2CC yang diperlihatkan pada slide materi). namun mungkin menurut kami hal yang akan masih menjadi kendala adalah dari sisi sekuritas layanan karena IMS diproyeksikan ke arah teknologi IPv6 dimana sekarang IPv4 masih cukup menguasai sebagian besar protokol data yang ada. namun hal ini tentunya bukan sesuatu yang tidak bisa ditangani.

sungguh sebuah teknologi yang menarik

joko said...

Kelompok 3 (G 03)
Helmy Muslim S / 13206026
Joko Ari Wibowo / 13206205
--

Salah satu tantangan operator telekomunikasi dewasa ini ialah semakin menurunnya revenue sedangkan permintaan bandwidth baru meningkat. Selain itu operator juga harus memikirkan "killer application" lain mengingat "killer application" yang ada telah menjadi sebuah komoditi. Jika sebuah layanan sudah masuk dalam kategori komoditi, maka kecenderungan revenue akan berkurang, contohnya layanan suara. Layanan yang dimiliki operator saat ini, pada level backbone maupun access belum terintegrasi sehingga menimbulkan inefisiensi. Vendor-vendor berusaha membuat suatu teknologi baru yang dapat menggabungkan seluruh layanan yang ada kedalam sebuah platform, akhirnya muncullah IMS(IP-Based Multimedia Sub-System). Selain untuk menggabungkan seluruh layanan yang ada, IMS di-design juga untuk mengakomodasi layanan-layanan baru yang muncul. IMS akan mengatur semua elemen infrastruktur melayani pelanggan (interkoneksi).

IMS memiliki arsitektur horizontal dan terbuka, artinya setiap stakeholder (penyedia jaringan dan penyedia layanan) selalu berinovasi sehingga memunculkan potensi-potensi pendapatan baru bagi operator. Arsitektur horizontal memudahkan operator untuk mengimplementasikan layanan baru, mengeliminasi struktur jaringan yang telah ada. Bagi operator jaringan bergerak dan tetap, dalam jangka panjang IMS menyediakan jalur migrasi yang lebih aman menuju arsitektur yang total berbasis IP yang mampu menyediakan permintaan user akan layanan baru yang lebih variatif, menarik dan berguna.

nda132 said...

G16
Sutinah (13206038)
Frida Kurniasih (13206057)

Adanya teknologi IMS ini akan membawa era konvergensi pada dunia Telekomunikasi Indonesia, yang tentunya akan mengubah gaya hidup masyarakat. Pergeseran dapat terjadi pada pola perilaku manusia, seperti dalam
bekerja, belajar, mengelola bisnis atau perusahaan, pemerintahan dan perdagangan. Ada beberapa keuntungan yang dapat dipetik dengan penerapan IMS ini. Salah satunya adalah terbukanya peluang berusaha, terutama
bagi pengusaha kecil,menengah dan koperasi, dimana mereka tidak perlu mengeluarkan biaya publikasi karena memanfaatkan internet sebagai media publikasinya. Di samping itu, penyebarannya pun tidak terbatas akan ruang dan waktu. Selain dari segi enterpreneur, sektor pendidikan juga akan menjadi sangat maju karena memudahkan distribusi informasi yang dinamis dan cepat kepada para penggunanya. Selain keuntungan yang disebutkan di atas, masih ada sejumlah keuntungan yang dapat diperoleh dari penggunaan teknologi IMS ini.

Tetapi sebenarnya apakah suatu teknologi dapat membawa keuntungan atau tidak itu tergantung dari bagaimana masyarakat dapat memanfaatkannya. Selain itu, penerapan IMS butuh dukungan dari banyak pihak agar bisa
berhasil dengan baik. Misalnya dari pihak pemerintah, yaitu dengan penyiapan regulasi yang matang.

joicesayangkamu said...

G15
13206058 Ni Wayan Eka A
13206147 Joice F Yusriani

Kami cukup menyayangkan bahwa orang Indonesia yang bekerja pada bagian ini hanya satu orang. Kami tidak mengerti apakah orang Indonesia yang bekerja di Huawei cukup sedikit, atau orang Indonesia tidak memiliki skill yang cukup atau ini memang birokrasi perusahaan. Padahal, menurut kami dengan perdagangan bebas ini, kesempatan bagi generasi muda agar bs bekerja di perusahaan multinasional cukup besar

hefri said...

G23
13206092 Peter Hamonangan L.Tobing
13206118 Hefrizal S Ferdinand


Memang tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi masa depan (NGN) sudah menawarkan berbagai alternatif dalam pengembangan jaringan yang optimal dan efisien. IMS (IP Multimedia Sub System) merupakan salah satu teknologi yang tengah berkembang.

Di Indonesia, teknologi ini masih belum berkembang dengan baik. Menurut kami, hal ini terjadi karena adanya beberapa hambatan, misalnya adalah terlalu banyaknya kepentingan dan tujuan yang berbeda antara vendor dan operator. Selain itu, tentulah kendala utamanya adalah dana. Amat disayangkan jika suatu teknologi masa depan terhambat oleh masalah dana padahal teknologi ini nantinya akan menghasilkan revenue yang sangat menguntungkan bagi operator.

Semoga operator2 telekomunikasi di Indonesia dapat menjadikan IMS sebagai platform infrastruktur baru jaringannya.

deeto88 said...

G21
Dito Anggodo (13206109)
Angelia Hermawan (13206076)

Menanggapi materi yang disampaikan mengenai IP Multimedia Subsystem (IMS), cukup menarik melihat betapa pesatnya perkembangan teknologi dalam dunia telekomunikasi secara global. Setiap tahun perkembangan dalam dunia telekomunikasi terjadi bukan lagi secara linear, namun bahkan mendekati eksponensial.

Melihat perkembangan dunia telekomunikasi secara global tentunya mengingatkan kita pada perkembangan dunia telekomunikasi di Indonesia. Cukup disayangkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia nampaknya telah berada pada zona nyaman untuk memposisikan diri sebagai konsumen teknologi yang dikembangkan di luar negeri. Cukup langka nampaknya terdengar bahwa para ahli di Indonesia turut terlibat aktif dalam pengembangan teknologi telekomunikasi global. Atau bilapun memang ada, namun kurang disorot secara mendalam, sehingga tidak muncul citra dan harga diri bangsa sebagai bangsa yang mampu survive dan kontributif dalam laju perkembangan teknologi telekomunikasi secara global.

Mengeluh, mengkritik serta memaparkan akar permasalahan secara rinci. Bila kita semua hanya terhenti sampai titik tersebut, maka sampai 10 hingga 20 tahun lagi pun Indonesia tetap akan stagnan pada titik ini. Nah, marilah kita sebagai mahasiswa ITB mencoba untuk mendalami kembali bidang keilmuan kita, sehingga nantinya dapat memberikan kontribusi nyata dalam mengembangkan dunia telekomunikasi di tanah air, baik itu sebagai researcher, regulator, operator, vendor, ataupun sebagai pengguna teknologi yang kritis. Ada banyak jalan untuk memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan dunia telekomunikasi Indonesia. Mari kita mulai dari diri kita sendiri dan lingkungan di sekitar kita.

Majulah dunia telekomunikasi Indonesia, majulah bangsaku...

Susiana said...

grup 29
susiana ekasari (13206042)
m. nur hidayat (13206059)


Sudah seharusnya layanan integrated seperti IMS ini diterapkan pada dunia telekomunikasi, mengingat sudah banyaknya layanan-layanan telekomunikasi dan standar telekomunikasi wireless yang sudah ditetapkan oleh ITU-T di sekitar kita. Alangkah baiknya apabila seluruh layanan tersebut bisa terintegrasi dengan baik dengan hanya menggunakan sebuah handset. Masalah yang cukup membatasi perkembangan teknologi ini di Indonesia adalah dari para pelaku industri telekomunikasi itu sendiri, dimana seringkali terjadi konflik kepentingan yang pada akhirnya mengesampingkan kepentingan pengguna layanan telekomunikasi itu sendiri.

Ulil Wicaksana said...

GB5
Aghintha Pradewi (23208355)
Ulil surtia Zulpratita (23209010)

IP Multimedia Subsystem (IMS) adalah sebuah framework baru di bidang telekomunikasi. Pada awalnya IMS dispesifikasikan untuk jaringan bergerak, untuk mendukung layanan telekomunikasi berbasis IP. IMS diperkenalkan pertama kali oleh 3GPP melalui dua fase pengembangan (release 5 dan release 6) untuk jaringan UMTS. Dilain pihak sebuah framework IP multimedia lain juga diluncurkan oleh 3GPP2 sebagai the Multi Media Domain (MMD) untuk jaringan 3G CDMA2000. Pada akhirnya framework ini diharmonisasikan dengan IMS, menjadi apa yang berlaku saat ini. Standard IP Multimedia Subsystem (IMS) ini mendefinisikan sebuah arsitektur dasar jaringan yang mendukung Voice over IP (VoIP) dan layanan-layanan multimedia lainnya. Selanjutnya standard IMS dari 3GPP/3GPP2 ini diadopsi sepenuhnya oleh badan standard ETSI menjadi ETSI/TISPAN.

Dari sini dapat kita lihat, bagaimana 2 badan standard telekomunikasi yang paling berpengaruh di dunia saling berkompetisi untuk pengembangan teknologi 4G. IEEE pada 4G-R di satu pihak dan ETSI pada 4G-E di pihak lainnya.

Dari sisi pengguna, IMS memungkinkan layanan komunikasi person-to-person dan person-to-content dengan berbagai mode komunikasi, meliputi suara, teks, gambar dan video, atau kombinasinya, dengan cara yang sangat personal dan terkontrol.

Dari sisi operator, IMS memberikan satu kemajuan penting pada konsep arsitektur layering dengan mendefinisikan sebuah arsitektur horizontal, dimana service enablers dan common functions dapat di gunakan ulang untuk berbagai aplikasi. Ini sebuah terobosan yang luar biasa pada konsep layering untuk komunikasi data. Arsitektur horizontal dalam IMS juga menspesifikasikan interoperability dan kemampuan roaming, selain itu juga menyediakan bearer control, pentarifan (charging) dan keamanan (security). Dan yang paling utama, ia dapat diintegrasikan dengan jaringan suara dan data eksisting dengan mengadopsi berbagai keuntungan dari domain IT.

Dengan kemampuan yang ditawarkannya, IMS menjadi jembatan untuk konvergensi jaringan bergerak dan jaringan tak bergerak (fixed-mobile convergence – FMC). Dengan alasan inilah IMS dapat menjadi solusi bagi operator jaringan bergerak maupun tak bergerak untuk mengembangkan bisnis multimedianya dan menyajikan layanan bernilai tambah (value added services – VAS). Integrasi dari berbagai media yang berbeda membuka peluang untuk menyediakan layanan komunikasi yang lebih kaya dari pada layanan yang telah tersedia saat ini.

Meskipun mereduksi penggunaan jaringan circuit switched bukanlah tujuan IMS, dengan mungkinnya layanan suara lewat packet switched, banyak fihak yang meramalkan bahwa tereduksinya layanan circuit switched tinggal menunggu waktu saja. Akan tetapi dengan kemampuan interworking dengan jaringan circuit switched PSTN dan PLMN, setidaknya ini memperpanjang umur jaringan circuit switched. Wink

Dengan perangkat-perangkat yang sepenuhnya berbasis software, menjadikan peluang besar sekaligus tantangan bagi kita untuk mengembangkan IMS sebagai salah satu produk telekomunikasi nasional.

christ said...

G24
Aryo Pambudi (13206053)
Christ Marcel (13206167)

menurut kelompok kami, teknologi IP Multimedia Subsystem (IMS) ini merupakan terobosan yang sangat bagus dan cukup menarik. IMS memungkinkan konvergensi data, suara, dan video melalui sebuah infrastruktur yang berbasis IP. IMS juga menyatukan antara teknologi selular dengan teknologi internet. kami harap, untuk kedepannya teknologi ini dapat terus berkembang sesuai tujuan utama dari IMS itu sendiri, yakni menyediakan akses kepada selular untuk menyediakan semua service yang disediakan di internet.

Post a Comment