Friday, April 23, 2010

IMS Core Network - G10

[Authors: Rizqi Hersyandika, Aldy Pradana (G10)]
Q1: Bagaimana jika layanan telepon fixed dan mobile digabung dalam IMS? Apakah nanti jika kita menerima telepon hanya bisa salah satu atau bisa keduanya digunakan?

A1: Bisa keduanya digunakan. Apabila layanan tersebut diterapkan, maka pelanggan tinggal mendaftarkan diri sebagai pelanggan IMS dan akan mendapatkan nomor baru.

Q2: Bagaimana sistem penomoran teleponnya? Apakah menggunakan nomor telepon yang sudah ada?

A2: Apabila kita mendaftar sebagai pelanggan IMS, maka kita akan mendapatkan nomor telepon baru yang dapat menghubungkan telepon mobile dan fixed.

Q3: Apakah Huawei mengembangkan juga layanan IMS core?

A3: IMS pada awalnya dikembangkan oleh badan yang bernama 3GPP. Huawei sendiri pada tahun 2003 mulai ikut mengembangkan layanan ini. Sampai saat ini, Huawei sudah dapat mengembangkan layanan IMS sampai pada LTE dan HDTV.

Q4:Bagaimanakah QoS maupun layanan “Best Effort” diterapkan pada layanan IMS?

A4: QoS maupun layanan “Best Effort” tidak diperhatikan pada IMS. Standar ini akan dikendalikan pada jaringan akses, bukan pada IMS. Elemen yang mengatur standar ini biasanya disebut Intelligent Packet Network.

Q5:Telkom saat ini sudah menyediakan IPTV, apakah itu sudah termasuk dalam platform IMS?

A5: Untuk implementasinya sebenarnya Telkom belum menerapkan layanan ini. Mereka hanya baru melakukan uji coba dalam skala lab. saja.

Q6: Switching sinyal pada IMS (dari GSM ke CDMA ke WiMAX dst), apakah handset yang kita gunakan harus mendukung?

A6: Jelas harus mendukung. Biasanya ada handset yang bisa dual/triple mode.

Q7: IMS tentunya menggunakan protokol IP, bagaimana penggunaannya mengingat Ipv4 yang semakain terbatas?

A7: IMS dalam implementasinya akan menggunakan protokol Ipv6. Saat ini aturan tersebut sedang dikaji oleh pemerintah.

Opini

Kuliah kapsel kali ini membuka pandangan kami mengenai menyatukan beberapa layanan komunikasi seperti GSM, CDMA, Fixed, Wimax, maupun WiFi menjadi sebuah service konvergen yang disebut IMS. Dengan teknologi ini kita dapat berkomunikasi dengan voice, video, maupun transfer data dengan menggunakan satu identitas/nomor IMS saja. Hal ini tentu saja memudahkan penggunanya. Kesulitan yang mungkin dihadapi pada pengembangan teknologi IMS ini adalah pada database user dan device/handset yang digunakan.

Saat ini, operator hanya bermain di level jaringan yaitu dengan menyediakan konektivitas. Sedangkan level aplikasi dikuasai oleh para content/application creator. Revenue yang dihasilkan kebanyakan masuk ke aplikasi. Oleh karena itu, operaor harus pintar mencari strategi untuk meningkatkan revenue dengan tidak hanya menguasai level konektivitas saja, tetapi pada aplikasi, pengaturan bandwith, device dan interface juga.

    Share | Save

    Subscribe

2 comments:

abdusyakur said...

g28
Ikhsan Abdusyakur 13206088
yudha irawan 13205004

Kami sangat setuju dengan opini kelompok diatas
Dunia berbasis IP hanyalah tinggal menunggu waktu, dimana semua akses jaringan bisa terhubung bagaikan akses selular saat ini

yang di rumah di kantor, berhubungan dengan mudah dengan yang sedang berada di jalan
bahkan melalui media apa saja yang terhubung di Internet

Pertanyaan mendasar apakah layanan ini tepat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia
tanya kenapa? :)

habibur said...

G19
Habibur Muhaimin (13206131)
Beny Rukawa (13206)

salam,

Kami ingin menanggapi opini G10 :
"Kesulitan yang mungkin dihadapi pada pengembangan teknologi IMS ini adalah pada database user dan device/handset yang digunakan."

Menurut kami, mungkin benar adanya jika yang dimaksudkan G10 adalah kesulitan pengintegrasian teknologi akses seperti 2G, Wimax, 3G, atau 4G dalam satu handset.

Namun, fokus IMS sendiri bukanlah untuk menyatukan keseluruhan jaringan akses dalam satu handset end user, melainkan mengintegrasikan berbagai macam jaringan akses tersebut agar lebih mudah dioperasikan, dimanage, dan dikembangkan untuk berbagai macam konten multimedia oleh operator.

jadi, apapun jaringan akses nya yang penting dapat diwakili dengan alamat IP, semuanya dapat dioperasikan dengan satu "bahasa" yang sama.

tidak lagi seperti kondisi sekarang dimana menghubungkan jaringan PSTN ke jaringan 3G berbeda platform-nya dengan hubungan PSTN ke 2G misalnya.

deskripsi IMS mungkin bisa disamakan dengan seorang super makelar yang menawarkan jasa pembutan keseluruhan layanan, seperti KTP, SIM, dan Kartu Keluarga. Tidak lagi kita mesti meminta jasa makelar yang berbeda-beda: makelar KTP, makelar SIM, makelar kartu keluarga.
Hal tesebut sama dengan kebutuhan operator dimana dengan IMS, operator tidak lagi dipusingkan dengan banyaknya makelar yang terlibat. Cukup dengan satu makelar IMS, semua layanan dapat dimanage dengan baik.

selain itu, management database juga semakin mudah dengan sistem satu pintu untuk berbagai layanan. operator cukup dengan satu node tambahan untuk melakukan tugas management database.

pendapat kami adalah sama seperti iklan di tv: apapun jaringan aksesnya, yang penting IMS solusinya.
apapun layanannya, yang penting IMS platformnya.^^

thank you

Post a Comment