Monday, April 26, 2010

Challenges in Convergence Era - G16

[Authors: Sutinah, Frida Kurniasih (G16)]
Sekarang ini, teknologi informasi telah berkembang dengan sangat pesat. Salah satu buktinya adalah dengan munculnya begitu banyak aplikasi dan layanan, yang membuat user semakin membutuhkan kecepatan data tinggi dan data storage besar. Hal ini tentu saja akan memberikan beban yang tinggi pada jaringan operator. Itulah trend market saat ini yang memicu lahirnya era konvergensi. Pada era konvergensi ini akan terjadi kecenderungan "satu untuk semua". Konsumen dimungkinkan untuk mengakses berbagai layanan dalam satu genggaman. Konvergensi ini bisa terjadi di berbagai dimensi, baik teknologi, jaringan, infrastruktur maupun layanan. Jika berbicara tentang market, maka akan terjadi konvergensi antara operator, terminal maupun regulasi.

Tantangan bagi Operator Selular pada Era Konvergensi:
  • Terdapat 11 operator yang “bermain” di industri telekomunikasi Indonesia. Hal ini membuat persaingan yang tinggi antar operator.
  • Operator tidak mendapatkan revenue yang sesuai dengan penyediaan jaringan. Operator hanya mendapat revenue dari local application provider. Sedangkan dari internet player (global content) maupun device (seperti Blackberry), operator tidak mendapatkannya sama sekali. Padahal layanan dari internet player maupun device cukup banyak membebani jaringan operator.
  • Adanya permintaan akan kualitas tertentu dari konsumen yang terus berubah dari masa ke masa menjadi tantangan tersendiri bagi operator.
  • Selama ini, operator masih kurang dalam penyediaan service platform dan kerja sama dengan application provider.

Strategi Operator Selular menghadapi Era Konvergensi:
  • Penyediaan infrastruktur dan teknologi yang dapat mendukung konvergensi. Salah satunya adalah dengan penerapan SDP dan IMS sebagai base platform untuk konvergensi aplikasi antara fixed dan wireless. Selain itu, juga terdapat penggunaan SAE (System Architecture Evolution ) untuk konvergensi antar teknologi seperti 3GPP, 3GPP2 dan non-3GPP.
  • Dalam hal service, operator menyediakan bundling antara fixed dan wireless dengan konsep “one bill, one number”
  • Dalam hal operasional, dilakukan penggunaan satu NMS untuk jaringan fixed dan wireless. Selain itu operator juga mulai merencanakan penggabungan transport backhaul antara fixed dan operator seluler.
  • Membangun kerjasama dengan local maupun global application content untuk memperluas area bisnis dan meperkaya layanan.

Opini

Lahirnya era konvergensi ini tentunya akan memberikan dampak positif dan negatif bagi Indonesia. Dampak postifnya adalah proses pemerataan layanan telekomunikasi ke seluruh tanah air yang semakin cepat. Selain itu, konvergensi juga akan menumbuhkan iklim kompetisi yang lebih dinamis dan inovatif . Dengan munculnya era konvergensi ini, diharapkan industri konten lokal dapat tumbuh dan berkembang dengan pesat. Sedangkan dampak negatif yang dikhawatirkan akan terjadi adalah kemungkinan terjadinya pergeseran budaya dan bertambahnya cyber crime di Indonesia secara eksponensial baik yang merupakan pencemaran nama baik, pembocoran rahasia pribadi, pishing, hacking, carding dan lain-lain.

Pada era konvergensi, pemerintah mempunyai peran yang cukup besar dalam pengaturan regulasi sehingga bisa tercipta iklim kompetisi yang sehat. Dengan demikian semua pengguna dapat menikmati layanan dengan cepat dan murah. Namun dalam pembuatan aturan regulasi ini, pemerintah harus memperhatikan kesiapan masyarakat pengguna.

    Share | Save

    Subscribe

7 comments:

ismi_mazaya said...

era konvergensi:

-mungkin akan mengurangi jumlah operator di Indonesia
-akan diberlakukannya single identity number di Indonesia
-komunikasi tanpa batas (perangkat, operator, jarak, lokasi) akan tewujud.

23209019
23209015

sinung said...

Era konvergensi juga menuntut adanya perubahan di sektor regulasi. Bila tanpa disertai perubahan regulasi maka dapat timbul kerancuan. Misalkan layanan mobile video/mobile tv, akan dikategorikan sebagai layanan broadcasting atau sebagai layanan telekomunikasi? Mungkin hal-hal seperti ini yang perlu dipersiapkan sebelum nantinya benar-benar mewujudkan "era konvergensi"

gb4
sinung tegar pribadyo 23209021
nana sutisna 23209054

adhipta said...

Grup 01
Adhipta Semidang Putra (13206039)
Febriansyah DR (13206007)


Keadaan yg ada sekarang adalah bisnis operator di drive oleh pemain-pemain global seperti youtube,facebook,skype,google,RIM dll karena memang hampir setiap pelanggan 11 operator di Indonesia merupakan pelanggan dari perusahaan2 besar diatas. Mau tidak mau operator harus menyediakan jaringan dengan layanan terbaik untuk tetap meng-keep pelanggan.
Ini adalah tantangan juga bagi vendor yang harus bisa menyediakan teknologi yang dapat menjawab permintaan traffic data yg besar dari mobile user dan menawarkan nya dengan operator untuk meng-upgrade teknologi jaringan yang operator gunakan saat ini.
Tantangan juga ada pada pundak pengatur regulasi. Misalnya regulasi menetapkan TELKOM INDONESIA sebagai perusahaan penyedia jaringan kemudian hanya ada 3 operator besar (Telkomsel, Indosat, XL) yang menyewa jaringan mereka dengan aturan2 lebih spesifik. Mungkin keadaan operator tidak akan sibuk 'berperang' satu sama lain seperti sekarang ini.

rizki said...

perkembangan bisnis operator di indonesia cukup berkembang secara signifikan, hal ini ditunjukkan dengan adanya 11 operator seluler yang beroperasi di indonesia. dari seluruh negara di dunia, mungkin hanya indonesia yang memiliki 11 operator seluler. yang jadi pertanyaan sekarang apakah hal itu menguntungkan??

seperti yang telah dikatakan di rangkuman di atas, dan penjelasan yang diberikan sewaktu kuliah kapsel, kondisi tersebut justru memunculkan sebuah tantangan baru bagi operator itu sendiri karena munculnya tingkat persaingan yang tinggi sehingga terkadsang melegalkan cara-cara promosi yang beresiko seperti obral sms gratis antar operator. menurut kami hal ini tak lepas dari peran pemerintah sebagai regulator. andaikata ada sebuah regulasi baru yang membatasi jumlah operator di indonesia mungkin keadaan seperti ini bisa dihindari. dengan demikian salah satu tantangan bagi operator akan berkurang sehingga mereka bisa lebih fokus untuk mengembangkan dan megaplikasikan teknologi 4G di Indonesia.

G8
Rizki Primasakti (13206068)
Ngakan Nyoman Gandhi (13206072)

Pras said...

Kelompok B-1
Prasetiyono Hari Mukti - 23208302
Nur Ibrahim - 23209007

Isu konvergensi merupakan isu yang menarik perhatian berbagai pihak pada saat ini. Banyaknya perangkat yang dibutuhkan untuk menerapkan berbagai layanan merupakan salah satu constraint yang menjadi pertimbangan dalam era konvergensi. Selain daya dukung infrastruktur yang tersedia.

Melalui kuliah umum ini, banyak hal yang disampaikan yang menjadi paradigma baru bagi kami terkait isu konvergensi yang sedang hangat menjadi bahan pembicaraan saat ini.

Terkait banyaknya operator yang beroperasi di Indonesia untuk mengurangi monopoli, yang salah satu efeknya adalah terjadinya perang tarif. Dalam kondisi ini, tentu saja konsumen yang akan dirugikan, karena kualitas layanan yang berada di bawah standar. Banyak hal yang terjadi akibat ini, di antaranya meningkatnya call drop. Namun, itulah efek dari perang tarif yang muncul untuk mempertahankan cashflow operator tersebut. Sehingga betul sekali, bahwa perlu ada pengawasan yang ketat dari pihak regulator sebagai akibat dibukanya izin baru operasional operator2 yang baru, sehingga layanan pada konsumen dapat tetap terjamin.

Terkait layanan menggiurkan yang ditawarkan oleh teknologi ini, kita perlu tetap mempertimbangkan kondisi psiko-sosial masyarakat untuk memanfaatkan teknologi ini.

shendiary said...

Group 7
Shendiary A. (13206050)
M. Shiddiq S.H. (13206074)

Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi di Indonesia dan dunia saat ini mulai beralih ke era konvergensi. Dengan konvergensi, beberapa platform jaringan yang berbeda dapat menyalurkan layanan yang serupa dan atau layanan-layanan berbeda disalurkan pada platform jaringan yang sama.

Kami setuju dengan opini group 16 di atas, bahwa era konvergensi ini membawa dampak positif dan negatif bagi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, regulasi merupakan aspek yg cukup penting. Regulasi mengenai konvergensi ICT di Indonesia sudah pernah dibuat pada tahun 2007, berupa roadmap konvergensi TIK (dr thn 2007 hingga 2011), yang bisa teman2 baca di www.brti.or.id :)Roadmap ini dibuat untuk roadmap infrastruktur sebagai pedoman bagi seluruh stakeholders sektor telekomunikasi dalam menyamakan langkah dan persepsi terkait perkembangan telekomunikasi.

Terima kasih :)

Ulil Wicaksana said...

GB5
Aghinta Pradewi (23208355)
Ulil Surtia Zulpratita (23209010)

Konvergensi IT dan telekomunikasi tidak akan bekerja begitu saja. Walaupun mesin penggeraknya adalah harapan masyarakat terhadap telekomunikasi, namun harus ada komponen-komponen pendukung yang harus dipersiapkan agar konvergensi ini tidak menimbulkan masalah baru.

Hal-hal yang perlu dipersiapkan tersebut antara lain :

1. Infrastruktur telekomunikasi.
2. Sumber daya manusia (SDM) yang paham mengenai teknologi terutama mengenai aplikasi dan konten IT.
3. Sosialisasi/pencerdasan terhadap masyarakat luas mengenai penggunaan IT.
4. Regulasi yang mengatur tentang konvergensi IT dan telekomunikasi serta penggunaannya.

Sudah menjadi hal yang lumrah di Indonesia bahwa tidak semua teknologi baru dapat diterima dengan mudah di Indonesia. Contohnya adalah produk 3G yang tidak semeriah diterimanya GSM di masyarakat. Begitu pula dengan adanya konvergensi IT dan telekomunikasi ini, semua stakeholder harus benar-benar memiliki rencana yang tepat dalam melemparkan setiap produknya ke masyarakat sehingga masyarakat dapat dengan mudah menerima.