Monday, April 26, 2010

Challenges in Convergence Era - G15

[Authors: Ni Wayan Eka ARD, Joice Fiskia Yusriani (G15)]
Materi ini dibawakan oleh Ibu Herfini Haryono, Dirut Perencanaan & Pengembangan PT.Telkomsel. Beliau menjelaskan segala aspek pertelekomunikasian di Indonesia dari kacamata operator.

Background
Konvergensi, Convergence : “The ability of different networks to carry similar kinds of services (e.g., voice over Internet Protocol (IP) or over circuit switched networks, video over cable television or Asynchronous Digital Subscriber Line (ADSL)) or, alternatively, the ability to provide a range of services over a single network, such as the so-called “triple play”.

Konvergensi dalam bidang ICT dibagi ke dalam beberapa bagian sebagai berikut:
  1. KOnvergensi model bisnis, marketing (bundling produk); Contohnya adalah penjualan handset yang sepaket dengan kartu perdananya.
  2. KOnveregensi terminal/ handset/ home gateway (iPhone, Blackberry. ADSL, dll)
  3. Konvergensi teknologi dan standarisasi (Softswitch, SDP, IMS, dll) Contohnya adalah pada IMS untuk satu cloud dapat digunakan sebagai resource jaringan untuk transfer data, voice, image, video, dll.
  4. Konvergensi konten (Layanan berbasis IP untuk mengakses : video, suara dan data)
  5. KOnvergensi Lisensi (PM Penyelenggaraan IPTV, DVB-H, dll)
  6. KOnvergensi Regulasi layanan melalui UU Konvergensi (Tripple play, quadruple play)

Trend Market Menuju Era Konvergensi

Situs jejaring sosial yang dilengkapi bermacam-macam aplikasi (game online, upload video, dll), saat ini sedang booming di masyarakat. Hal ini berpengaruh terhadap penggunaan bandwidth karena aplikasi tersebut membutuhkan bandwidth yang lebar. Berdasarkan grafik penggunaan layanan data, tahun 2008-2014 diperkirakan penggunaan resource bandwidth masih akan terus meningkat. Hal ini menjadi tantangan bagi operator untuk memenuhi kebutuhan customer.

Perilaku konsumen dalam penggunaan layanan internet biasanya 66% menghabiskan resource jaringan untuk internet surfing (browsing informasi). Sementara sisanya digunakan untuk audio dan video streaming. Karena resource bandwidth yang terbatas biasanya dalam trafik jaringan audio dan video streaming merupakan prioritas paling rendah.


Migrasi Layanan menuju Era Konvergensi

Pada awal munculnya teknologi komunikasi, aplikasi yang ditawarkan bersifat independen, contohnya aplikasi SMS tidak dapat dikolaborasikan dengan aplikasi data lainnya seperti gambar, dll. Seiring dengan kemajuan teknologi, aplikasi-aplikasi pengirim message dapat mengemas berbagai macam data.

Tantangan bagi Seluluar Operator pada Era Konvergensi

Sekitar tahun 2000 hingga 2004, Telkomsel merupakan perusahaan telekomunikasi yang paling matang, memiliki infrastruktur paling lengkap dan mendominasi pangsa pasar. Melihat kondisi ini, pemerintah merasa adanya monopoli pelanggan oleh Telkomsel. Jadi pemerintah mengeluarkan kebijakan yang mengijinkan munculnya operator-operator baru di Indonesia. Akibatnya hingga saat ini, terdapat sebelas operator di Indonesia. Pada awal munculnya banyak operator, terjadi perang tarif yang tidak sehat dan hal ini sebenarnya merugikan pihak operator.Untuk menyiasati perang tarif dalam layanan voice dan sms, operator mengembangkan layanannya ke data.

Strategi Selular Operator Menghadapi Era Konvergensi

Untuk menghadapi era konvergensi, dibutuhkan beberapa strategi dalam beberapa bidang yaitu infrastructure & Technology, Services dan operational. Dalam bidang Infrastructure & Technology,operator memilih devais telekomunikasi yang bersifat fleksibel (enhancement ke depannya tidak merepotkan). Dalam bidang services, operator bekerja sama dengan containt provider di seluruh dunia yang menyediakan aplikasi yang saat ini cukup populer dalam masyarakat. Dalam bidang Operational, operator menggunakan devais telekomunikasi yang dalam operasionalnya memiliki utilitas yang tinggi dan yang membutuhkan biaya operasional yang seminimal mungkin.

    Share | Save

    Subscribe

13 comments:

Mr. Black said...

G-26
Tubagus Damar A. 13206150
Sepanya Pasaribu 13206150

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang cepat dan dinamis telah mendorong peralihan menuju Era Konvergensi Telekomunikasi dan Informasi. Kebutuhan masyarakat akan teknologi telekomunikasi semakin lama akan semakin bertambah yang akan menyebabkan kebutuhan telekomunikasi di masa yang akan datang akan semakin kompleks. Perkembangan ini merupakan situasi yang mutlak akan dihadapi di masa yang akan datan, dimana hal ini disebabkan kebutuhan telekomuniasi berkembang seiring dengan berubahnya paradigma masyarakat dengen kegunaan dari teknoloi telekomunikasi itu sendiri.

Untuk itu, perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi ini yang dinamis yang akan menuju Era Konvergensi harus memiliki regulasi yang tepat, independen, tetapi juga fleksibel. Dengan adanya regulasi seperti ini maka perkembangan telekomunikasi kedepannya dapat dikendalikan dengan baik.

urise said...

Kelompok 22:
Yuris Mulya S (13206124)
Hermanto (13206151)

Saya sangat setuju dengan Ibu Herfini yang membahas tentang banyaknya operator yang ada di Indonesia. Akibat adanya operator yang terlalu banyak hal ini menjadi persaingan yang tidak sehat diantara mereka seperti perang tarif, rebutan bandwidth dan sebagainya. Namun di sisi lain, sebenarnya banyaknya operator ini juga menjadi salah satu keunggulan Indonesia dibandingkan negara lain. Dengan banyaknya operator masyarakat Indonesia dapat belajar entreprenuership di bidang telekomunikasi dan masyarakat dapat memilih mana yang terbaik buat mereka.

Mengenai penggunaan bandwidth secara bersama, seharusnya ada revenue sharing antara pihak-pihak yang menggunakan bandwidth tersebut sehingga dapat saling menguntungkan. Memang disisi customer hal tersebut tidak menjadi masalah dan mereka hanya sebagai pemakai, namun bagi perusahaan operator yang mempunyai bandwidth tersebut, hal tersebut dapat merugikan jika tidak terdapat revenue sharing.

Oryza said...

Kelompok 9:
Oryza Nicodemus Tarigan (13206075)
Nana Mulyana (13206166)

Menurut kami, salah satu hal penting menanggapi era konvergensi telekomunikasi adalah masalah interoperability atau kemampuan seluruh aspek teknologi telekomunikasi untuk dapat saling berkomunikasi atau bersinergi (dari sisi perangkat, teknologi, dan lainnya).

Hal ini kami anggap penting karena era konvergensi adalah era di mana seluruhnya menyatu (jika didefinisikan secara kasar). Dengan demikian, akan sangat baik bila setiap perangkat yang dikeluarkan vendor, setiap layanan telekomunikasi yang dikeluarkan oleh suatu operator mempertimbangkan tentang masalah interoperability ini.

Terima kasih.

lucky said...

B-8
Lucky Andiani 23209053
R. Ali Fikri Mubarak 23208005

Menurut kami, dengan ada 11 operator di Indonesia membuktikan bahwa Indonesia merupakan lahan bisnis telekomunikasi yang menguntungkan. Tapi tentunya dengan adanya 11 operator di Indonesia diharapkan juga menguntungkan bagi masyarakat Indonesia dalam hal memajukan dunia telekomunikasi terutama untuk masyarakat yang belum tersentuh teknologi komunikasi seperti telepon dan internet sehingga terjadi pemerataan teknologi.

Terima kasih.

hefri said...

-Grup 23-

Peter Hamonangan L. Tobing (13206092)
Hefrizal S Ferdinand (13206118)

Menurut kami, beberapa tantangan dari konvergensi teknologi informasi dan komunikasi (ICT)di Indonesia adalah masih rendahnya kualitas SDM, rendahnya pendapatan per kapita penduduk, serta belum meratanya jaringan infrastruktur telekomunikasi.

Beberapa tantangan tersebut menunjukkan bahwa menyikapi persaingan global ICT ternyata tidaklah ringan. Jika tantangan ini dibiarkan begitu saja dan tidak segera diatasi, maka akan berpotensi meningkatkan disparitas sosial ekonomi di tengah masyarakat.

Tidak hanya itu, keterbatasan kualitas SDM (baik kapasitas maupun kompetensi) bisa menjadikan bangsa Indonesia dicap sebagai "user pasif" atau dianggap sebagai daerah pasar industri barang dan jasa karena penduduknya masih miskin kreatifitas.

Jika Indonesia ingin bergerak maju setara dengan negara lain, diperlukan penguatan kapasitas /kompetensi SDM dan pemerataan akses ICT hingga ke tingkat desa, termasuk terhadap penduduk ekonomi lemah.

Rizqi said...

Grup 10
Rizqi Hersyandika (13206040)
Aldy Pradana (13206079)

Penggunaan basic service telekomunikasi seperti SMS dan panggilan suara akan mulai bertransformasi ke arah konvergensi, di mana layanan seluler akan digabung dengan layanan internet, video, dan produk-produk digital lainnya. Untuk mencapai transformasi ini diperlukan adanya efisiensi untuk menekan biaya operasional masing-masing operator.

Belum lama ini, kami mendengar bahwa operator-operator besar di Indonesia dengan UI berinisiatif membentuk Forum Konvergensi Telekomunikasi (Konvertel). Operator-operator tersebut antara lain Telkom, Telkomsel, Indosat, IM2, dan XL. Hal tersebut merupakan langkah yang sangat baik untuk menyambut era konvergensi telekomunikasi. Diharapkan pembentukan konvertel dapat bermanfaat bagi operator untuk menyambut era ini. Mudah-mudahan ITB sebegai institut teknologi juga tidak mau kalah dengan UI dalam hal ini.
Terima kasih.

Rifqy said...

G6
Rifqy Hakimi 13206043
Dimas Triwicaksono 13206061

Umumnya, kami sangat setuju dengan pandangan teman-teman di atas. Memang, Indonesia merupakan negara yang memiliki jumlah operator telekomunikasi terbanyak di dunia yaitu 11 operator. Jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya seperti India yang hanya memiliki 6 operator, Malaysia punya 3 operator, dan China hanya 2 operator saja. Hal ini membuktikan bahwa industri pertelekomunikasian di Indonesia sangat berkembang pesat. Kami sangat mengharapkan dengan adanya persaingan dan tingkat kompetisi yang semakin ketat antar operator menyebabkan dunia pertelekomunikasian Indonesia akan semakin maju dan layanan telekomunikasi akan dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat Indonesia dengan harga yang semakin terjangkau.

Terima kasih

abdusyakur said...

g28
ikhsan abdusyakur 13206088
yudha irawan 13205004

penjelasan mengenai
Sekitar tahun 2000 hingga 2004, Telkomsel merupakan perusahaan telekomunikasi yang paling matang, memiliki infrastruktur paling lengkap dan mendominasi pangsa pasar. Melihat kondisi ini, pemerintah merasa adanya monopoli pelanggan oleh Telkomsel. Jadi pemerintah mengeluarkan kebijakan yang mengijinkan munculnya operator-operator baru di Indonesia.
disatu sisi ada benarnya
karena untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat industri tentunya kran industri harus terbuka tidak termonopoli, sehingga setiap warga negara berhak menghasilkan karyanya
sehingga pendapatan masyarakat meningkat

deeto88 said...

G21
Dito Anggodo (13206109)
Angelia Hermawan (13206076)

Paparan yang disampaikan oleh Ibu Herfini Haryono, Direktur Perencanaan & Pengembangan PT.Telkomsel, merupakan paparan dari bagaimana sebuah operator telekomunikasi yang telah cukup mapan di Indonesia menyikapi perkembangan kebutuhan serta tuntutan dari konsumen dari tahun ke tahun. Hal ini pun terkait secara langsung dengan persaingan yang cukup sengit antara 11 operator telekomunikasi yang "bermain" di Indonesia. Telkomsel,sebagai operator telekomunikasi yang menguasai setengah pasar pengguna jasa selular di Indonesia, sebenarnya telah mencoba untuk memberikan teladan yang baik bagi para kompetitornya yang saling berkompetisi sehabis-habisnya untuk memenangkan hati dan loyalitas dari konsumen jasa selular. Persaingan ketat antar operator telekomunikasi seluler ini membuat terjadi perang tarif di Indonesia. Semula Telkomsel tetap berteguh pada pendiriannya untuk menghindari perang harga, karena hal tersebut tidak sehat untuk perkembangan bisnis telekomunikasi.
Realitas di lapangan membawa akhirnya Telkomsel pun turut ambil bagian dalam perang tarif, meskipun tidak segencar para operator lain. Toh, meskipun sempat mengalami sedikit penurunan, namun Telkomsel masih mampu menjangkau secara rata-rata 50% marketshare konsumen selular di Indonesia. Dari contoh kasus ini, kita dapat melihat bahwa keberadaan sekian banyak operator telekomunikasi di Indonesia masih kurang memberikan dampak positif terhadap perkembangan dunia telekomunikasi selular Indonesia. Menanggapi semakin meningkatnya tuntutan pasar terhadap kualitas layanan dari operator telekomunikasi selular, mungkin sudah saatnya segala pihak yang terkait mulai saling berkolaborasi dan bahu-membahu membangun dunia telekomunikasi Indonesia yang senantiasa mampu mengikuti perkembangan teknologi secara global.

girikuncoro said...

Kelompok 2
Giri Kuncoro (13206009)
Fadhilah Hana Lestari (13206014)

Adanya 11 operator telekomunikasi yang berkelana di seluruh Indonesia memiliki arti lain. Indonesia sangat maju di bidang telekomunikasinya, khususnya bidang operator. Entah apa yang membuat para investor gemar menginvestasikan uangnya untuk bisnis telekomunikasi. Apakah karena orang Indonesia gemar menghabiskan waktunya dengan bermain telepon dan sms, sehingga promo-promo tarif telepon dan sms gratis dilahap begitu saja? Di sisi lain, industri non-telekomunikasi sangat kontras keadaannya karena perkembangan industri yang asli Indonesia sangatlah bisa dihitung dengan jari. Adalah tugas kita sebagai generasi penggerak bangsa pada tahun 2020/2030an untuk menggerakkan industri Indonesia di bidang lain dan telekomunikasi selain operator tentunya.

Cheers,
Giri dan Hana

jfkoernia said...

Kelompok 12
Jeffrey Kurniawan (13206128)
Tommy Hartanto (13206102)
======================================

wah, ternyata isu "11 operator" jadi hangat begini ya?
menyinggung yang disampaikan oleh dua rekan kami yang tergabung di kelompok 2, memang benar bahwa segala sesuatu dapat dilihat dari berbagai sisi..

11 operator bisa dilihat sebagai persaingan tidak sehat antar operator, dapat dilihat sebagai kesempatan untuk berkarya di bidang telekomunikasi, atau mungkin dapat dilihat sebagai sebuah keuntungan karena adanya perang tarif buat kita jadi gak memakan pulsa untuk sms-an (misalnya).

setuju dengan pendapat2 teman2 di atas, demikian juga yang terpikir dalam benak kami adalah bagaimana regulasi tentang konvergensi ini akan dibuat nantinya. pihak yang berwenang sudah seharusnya melihat regulasi ini dari berbagai sisi juga. sehingga adanya regulasi ini jangan sampai merugikan pihak yang satu dan menguntungkan pihak lain..
mungkin realisasi konvergensi ini masih lama, tapi roadmap-nya mesti dipersiapkan dari sekarang.

terima kasih

Mangasi said...

G32
Firman Azhari - 13206045
Mangasi Napitupulu - 13206143

Convergence menjadi impian masa depan dimana banyak service dapat digunakan/dilayani oleh berbagai jenis jaringan. Hal ini menjadi sesuatu yang sangat memudahkan pengguna dalam memilih, menggunakan dan membayar layanan telekomunikasi terpusat. Kemungkinan besar layanan ini akan menjadi sesuatu yang booming di masa depan, dimana simplicity menjadi suatu daya jual yang tinggi di kalangan para consumer.
Kemudian, kehadiran konvergensi teknologi juga akan memicu tumbuhnya banyak content provider berkaitan dengan layanan yang dapat dipaketkan dalam layanan telekomunikasi. Hal ini akan menjadi suatu lahan explorasi baru dimana kehadiran content dan aplikasi yang kreatif dan inovatif akan sangat memudahkan para pengguna.

Deon said...

G 18
Niki Adytia Putra (13206077)
Deon Arinaldo (13206199)

Menilik banyaknya jumlah operator di Indonesia, maka diperlukan suatu regulasi untuk penggunaan bersama jaringan akses di Indonesia. Hal ini selain lebih efisien dari segi tataruang, dapat juga mendorong perkembangan teknologi karena operator bisa memindahkan persaingan yang terjadi ke bidang yang lebih menguntungkan yaitu pengembangan teknologi. Hal ini juga dapat menjadi katalis rekonsiliasi antar operator yang sevisi.

Terima Kasih