Sunday, March 14, 2010

Holistic in Broadband & Entrepreneurship - G18

[Authors: Niki Adytia P, Deon Arinaldo (G18)]

Pola Sikap Pengguna Broadband di Indonesia

Dalam mengembangkan teknologi broadband di Indonesia perlu diperhatikan pola sikap dari pengguna broadband itu sendiri. Di Indonesia, secara umum pengguna broadband merupakan generasi muda dengan kisaran umur 16-39 tahun yang terdiri dari everywhere user dan pure mobile access user. Hasil survey menunjukkan penggunaan broadband di Indonesia kebanyakan untuk hal-hal personal dibanding profesional. Akibatnya, teknologi ini telah menjadi bagian dari gaya hidup penggunanya. Namun, sangat disayangkan gaya hidup ini agak menyimpang dari tujuan awal broadband itu sendiri yakni untuk meningkatkan produktivitas penggunanya. Hal ini dapat diamati dari kurangnya sumbangsih broadband dalam menunjang peningkatan perekonomian. Di Indonesia, pengguna broadband juga lebih banyak menggunakan aplikasi-aplikasi berbandwidth rendah karena digunakan untuk kebutuhan personal. Dapat disimpulkan bahwa pengguna broadband di Indonesia cenderung bersifat konsumtif, suatu hal yang patut disadari oleh pemerintah dan pihak terkait lainnya.

Perbandingan Penggunaan Teknologi Broadband di Indonesia & Negara Lainnya

Pengguna broadband di Indonesia rata-rata menghabiskan 16% waktunya/minggu untuk menggunakan internet, lebih rendah 4.77% dibanding rata-rata global. Namun, penggunaan mobile-broadband jauh lebih tinggi dibanding negara lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi broadband tidak lagi sekedar teknologi baru bagi masyarakat Indonesia tetapi telah menjadi gaya hidup. Untuk menunjang gaya hidup tersebut, pengguna broadband di Indonesia cenderung menggunakan berbagai layanan broadband yang ditawarkan seperti internet, IP TV, telepon, dll. Dalam memanfaatkan layanan-layanan tersebut, mereka mudah puas sehingga merasa tidak perlu untuk meningkatkan kapasitas jaringan. Dalam hal penggunaan broadband untuk meningkatakan produktivitas ekonomi, Indonesia berada di urutan bawah dibanding negara berkembang lainnya. Oleh karena itu, pemerintah perlu memberikan dukungan lebih dalam pengefektifan penggunaan broadband.

Kebutuhan Pasar Indonesia

Selama ini, terdapat perbedaan persepsi antara pengguna dan operator. Dalam satu sisi, operator beranggapan bahwa pengguna dapat dipuaskan
dengan memberikan layanan akses kecepatan tinggi menggunakan bandwith yang lebar. Sedangkan, pengguna sendiri hanya menginginkan kenyamanan dalam menggunakan teknologi ini, yang dapat dicapai tanpa harus menggunakan bandwith yang lebar. Selain itu juga operator perlu memikirkan cara agar dapat membangkitkan excitement pengguna terhadap layanan yang ada.

Arah Perkembangan Industri

Statistik menunjukkan bahwa pengguna mobile di Indonesia sangat tinggi. Sehingga perkembangan teknologi broadband ke depan lebih mengarah ke mobile. Tantangan yang ada bagi opertaor adalah memenuhi kebutuhan pengguna yang semakin besar dan persaingan yang semakin ketat denagn operator lainnya. Sedangkan vendor harus dapat menyediakan bandwith yang lebar dengan biaya operasional yang tinggi. Disisi lain pengguna tetap menuntut peningkatan layanan yang ada. Sehingga operator harus dapat berkolaborasi dengan lembaga jasa lainnya untuk menyediakan layanan yang baik dan murah.

Opini

Peluang bisnis broadband di Indonesia ke depannya adalah ke arah pengembangan konten. Melihat perilaku konsumtif masyarakat Indonesia, maka perlu dikembangkan konten/aplikasi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas penggunanya, seperti perwujudan aaplikasi e-living. Selain itu perlu peran serta pemerintah untuk mengarahkan masyrakat agar dapat menggunakan teknologi broadband secara maksimal. Karena pengguna mayoritas adalah generasi muda, pemerintah dapat memanfaatkan institusi pendidikan yang ada untuk memberi pendidikan tentang pemanfaatan teknologi ini.

    Share | Save

    Subscribe

13 comments:

Rizqi said...

Kelompok 10
Rizqi Hersyandika (13206040)
Aldy Pradana (13206079)

Menurut kami, layanan broadband internet saat ini merupakan gaya hidup masyarakat Indonesia. Dikarenakan oleh harga perangkat yang semakin terjangkau serta murahnya harga berlangganan, layanan broadband semakin diminati di Indonesia. Lonjakan ini terutama dipicu oleh layanan mobile internet yang semakin banyak ditawarkan oleh operator-operator ponsel.
Terdapat pengaruh baik dan buruk dalam lonjakan pemakaian broadband itu sendiri. Kemampuan yang ada pada teknologi ini tentunya diharapkan mampu memberikan lebih banyak kemudahan dan efektivitas dalam berbagai kehidupan masyarakat. Misalnya, bidang pendidikan juga akan terbantu. Sangat mungkin, buku-buku pelajaran akan bertransformasi bentuk dalam kemasan digital dan didistribusikan lewat content provider. Kami setuju bahwa pengguna layanan broadband di Indonesia didominasi oleh kalangan muda yang cenderung membayar tarif layanan untuk membuka aplikasi-aplikasi dengan bandwidth rendah dan bersifat personal. Oleh karena itu, agar prospek bisnis broadband ini dapat lebih berkembang, maka konsep e-living dapat diterapkan oleh pemerintah. Kita sebagai mahasiswa yang melek teknologi diharapkan turut mendukung usaha pemerintah ini. Mari kita jadikan layanan broadband sebagai sesuatu yang benar-benar bermanfaat.
Terima kasih.

urise said...

G22 :
Hermanto (13206151)
Yuris Mulya Saputra Jayabaya (13206124)


Kami setuju dengan comment Group 10 dan Group 18.
Menurut Group kami, penggunaan Broadband dalam aplikasinya di internet perlu mempertimbangkan ketersediaan jaringan dan infrastruktur dari jaringan internet itu sendiri.Menurut salah satu artikel yang pernah kami baca, bahwa
Untuk menekan sejumlah biaya penggunaan akses internet, ternyata tidak semudah yang kita kira. Tingginya akses ke konten luar serta mahalnya bandwidth internasional menjadi faktor-faktor penting dalam menyumbang biaya internet yang tinggi. Penerapan biaya akses broadband yang murah tentu bisa memacu penetrasi internet nasional. Namun kenaikan penetrasi internet nasional apabila tidak didukung oleh ketersediaan jaringan infrastruktur yang memadai, maka beban jaringan akan berlebihan dan akan merugikan pengguna internet itu sendiri. Saat ini beban bandwidth dari tahun ke tahun terus meningkat, seiring dengan tumbuhnya penetrasi internet. Untuk itulah perlu adanya kesediaan jaringan dan infrastruktur untuk mengantisipasi ledakan bandwidth di masa yang akan datang.

whyand138 said...

G-15
- Ni Wayan Eka A. (13206058)
- Joice F. Yusriani (13206147)

Dari penjelasan Bpk. Deni dan berdasarkan fakta-fakta yang ada, memang perilaku penggunaan broadband di Indonesia sebagian besar digunakan untuk social networking dan semacamnya dan bukan untuk meningkatkan produktifitas (misalnya berbisnis, pengembangan wawasan tentang teknologi, dsb).

Menurut kami, hal ini disebabkan oleh kultur yang telah mendarah daging dalam orang Indonesia. Dibandingkan dengan negara lain, orang Indonesia cenderung kurang menjaga privasi. Hal ini berdampak pada penggunaan social networking, contohnya : dalam membuat status maupun berkomentar, seringkali kata-kata yang diketikkan memuat informasi pribadi yang seharusnya tidak perlu diumbar di situs jejaring sosial. Dengan adanya kecenderungan ini, orang Indonesia cenderung lebih tertarik kepada hal-hal yang "kurang penting" dan tidak produktif dalam menggunakan fasilitas broadband.

Untuk mengarahkan masyarakat Indonesia agar lebih produktif dalam menggunakan layanan broadband, masih sangat sulit. Hal ini dikarenakan kultur yang terbentuk di masyarakat adalah layanan broadband untuk aktivitas jejaring sosial. Mereka kurang tertarik untuk menggali lebih dalam informasi2 yang bermanfaat.

Jadi, menurut kami,
Bermanfaatnya broadband tergantung kepada penggunanya.

Rifqy said...

G6
Rifqy Hakimi (13206043)
Dimas Triwicaksono (13206043)

Pada umumnya kami sangat setuju dengan pandangan rekan-rekan di atas. Penggunaan layanan broadband yang menunjang produktivitas, harus segera digalakkan. Apalagi jika ditinjau dari sisi pengguna layanan ini, yang mayoritas adalah generasi muda, yang notabene merupakan generasi penerus bangsa ini. Tentunya sangat diharapkan untuk mampu memajukan bangsa ini dengan produktivitas dan kreativitasnya, yang diharapkan mampu memberikan sumbangsih yang menunjang perekonomian.

Berdasarkan statistik, Indonesia termasuk ke dalam kelompok negara yang berada di papan bawah dalam hal penggunaan layanan broadband yang menunjang produktivitas perekonomian diantara negara-negara berkembang. Mayoritas masyarakat Indonesia yang cenderung bersifat konsumtif ini, lebih banyak menggunakan layanan broadband yang berbandwidth rendah terutama untuk kebutuhan personal yang minim produktivitas. Meskipun demikian, setidaknya jumlah pengguna layanan broadband di Indonesia sudah jauh meningkat. Kita masih bisa berharap ke depannya gaya hidup konsumtif ini bisa menghasilkan produktivitas yang menunjang perekonomian. Untuk itu diperlukan peran serta dan langkah aktif pemerintah dalam pengefektifan penggunaan layanan broadband ini.

Terima kasih

joko said...

G3
Helmy Muslim Sutarto / 13206026
Joko Ari Wibowo / 13206205

Perkembangan telekomunikasi dunia yang sangat cepat menuntut perubahan regulasi Telekomunikasi di Indonesia dengan cepat pula. Potensi penerimaan negara di bidang Telekomunikasi sangat besar jika regulasi yang ada dapat mengakomodasi teknologi baru. Karena regulasi belum sepenuhnya bisa mengakomodasi hal tersebut, selain negara kurang mendapat pendapatan yang diprediksikan, masyarakat juga tidak bisa secepatnnya menikmati teknologi baru yang muncul.

Salah satu solusinya, seperti penjelasan Dimitri Mahayana di website lain, beliau menjelaskan "Dalam era konvergensi telekomunikasi (satu jenis layanan jaringan telepon, data dan Video) perlu perubahan regulasi pemerintah yang mengizinkan bagi operator untuk menggelar berbagai layanan dengan berbagai tekonologi yang dimilikinya". Kami pikir solusi tersebut tepat karena berarti Pemerintah tidak harus selalu merubah regulasi jika teknologi baru muncul.


Mengenai pandangan bangsa Indonesia bersifat konsumtif, Kami pikir kurang bijaksana jika hanya men-judge bangsa Indonesia konsumptif, karena hal tersebut tidak sepenuhnya salah mereka. Kita, Pemerintah dan pihak-pihak terkait juga punya andil dalam hal tersebut. Seharusnya Pemerintah dan pihak terkait melakukan proteksi konsumen agar hal itu dapat diminimalisir, berbarengan dengan regulasi baru yang dapat menguntungkan negara.

zahara said...

Grup 14
Zahara Yulianti (13206018)
Nur Inayah (13206138)

Harus diakui, broadband di Negara kita belum mempercepat laju pertumbuhan ekonomi. Hal ini bisa dilihat dari pemanfaatan broadband di Indonesia yang memang meningkatkan life stlye
tetapi rendah dalam produktivitas. Padahal dengan hadirnya broadband kedepannya diharapkan dapat merubah industri lain seperti kesehatan dan media. Salah satu cara yang dapat
ditempuh untuk memaksimalkan penggunaan broadband demi peningkatan perekonomian bangsa yaitu melalui Industri kreatif, yakni wadah yang dapat mendorong kreativitas bangsa.

Tanpa kreativitas, suatu bangsa akan tertinggal. Salah satu industri kreatif yang telah ada yaitu Indigo (Indonesia Digital Community) yang merupakan wadah pengembang content dan aplikasi. Dengan wadah yang telah ada tentunya yang menjadi tantangan selanjutnya adalah sumber daya manusia yang kreatif. Jadi dimulai dari diri kita masing-masing untuk mulai meningkatkan pengetahuan sehingga diharapkan dapat mendorong berkembangnya daya kreatifitas kita.

Disamping itu, kami juga sependapat dengan G22 yang menyatakan bahwa penggunaan broadband perlu didukung oleh ketersediaan infrastruktur. Dengan demikian, diharapkan kebutuhan komunikasi data kecepatan tinggi (broadband) akan terpenuhi dan menjadi tombak dalam pengembangan industri kreatif.

nda132 said...

G16
Sutinah (13206038)
Frida Kurniasih (13206057)

Dalam penggunaan broadband yang kurang optimal,kita tidak bisa terus menerus menyalahkan masyarakat Indonesia yang konsumtif. Akan tetapi, kita perlu memikirkan cara-cara untuk mengubah kebiasaan masyarakat tersebut. Hal ini tentunya akan memakan waktu yang lama dan butuh kerjasama dari semua pihak untuk mewujudkannya.

Sebenarnya aplikasi online yang bisa meningkatkan produktivitas sudah ada di Indonesia. Contohnya saja aplikasi klikBCA yang merupakan kerjasama Bank BCA dengan Air Asia,WITA tour, Batavia Air, Bhineka.com, dan lain-lain. Bayangkan jika semua bank bekerjasama dengan semua produsen dan didukung oleh pemerintah baik pusat maupun daerah, serta semua pihak, termasuk juga pihak akademisi. Dengan demikian, masyarakat bisa belanja tanpa harus kemana-mana. Hal ini tentu akan memberikan manfaat yang cukup besar bagi semua pihak. Bagi pihak masyarakat, mereka bisa lebih irit dengan tidak harus mengeluarkan biaya transportasi. Bagi pemerintah, hal tersebut akan meminimalisir subsidi BBM yang harus dikeluarkan sehingga menghemat anggaran negara. Alokasi subsidi BBM dapat dialihkan ke hal-hal lain yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dilihat dari segi lingkungan, polusi udara akan berkurang seiring dengan berkurangnya penggunaan BBM. Kerjasama ini seharusnya juga diterapkan pada semua bidang kehidupan, seperti bidang kesehatan, pendidikan dan lain-lain.

Kerjasama oleh semua pihak inilah yang dapat mengarahkan kebiasaan masyarakat ke arah yang lebih produktif. Sehingga pada akhirnya pemanfaatan broadband di Indonesia menjadi optimal.

Terima kasih.

jfkoernia said...

G12
Jeffrey Kurniawan (13206128)
Tommy Hartanto (13206102)
------------------------------

fakta bahwa Indonesia masih terbelakang di dalam penggunaan broadband untuk menunjang produktivitas mestinya dapat membuka mata kita semua mengenai kondisi faktual negara kita.

setuju dengan pendapat-pendapat di atas, hal ini salah satunya diakibatkan oleh budaya hidup manusia Indonesia yang kebanyakan cenderung konsumtif dan mengutamakan gengsi.

menurut kami, akar utama dari permasalahan budaya hidup ada dua, yaitu: pendidikan dan konstruksi sosial. dua faktor inilah yang menurut kami sangat berandil besar dalam menentukan gaya/budaya hidup seseorang. Jika memang ingin agar manusia Indonesia produktif, ya dua faktor ini yang perlu dibenahi.

di dalam meningkatkan produktivitas melalui broadband, tentu saja diperlukan kerja sama dari pemerintah dan operator. tidak bisa pemerintah saja yang berkoar-koar mengenai hal ini tanpa dukungan semua operator. pihak operator harus bersatu di dalam mengkampanyekan pemanfaatan broadband bagi peningkatan produktivitas. Jangan sampai kerja operator hanya saling berkompetisi untuk mendapatkan pelanggan-pelanggan baru yang akan semakin menurunkan ranking produktivitas Indonesia.

wahana-wahana seperti Indigo yang telah disebutkan di atas hanya dapat dimanfaatkan oleh praktisi-praktisi IT. perlu dipikirkan wahana-wahana lain yang bisa dimanfaatkan oleh berbagai lapisan masyarakat sehingga peningkatan produktivitas pun dapat terjadi secara merata.

Oryza said...

Sebenarnya, karakter masyarakat pengguna akses broadband di Indonesia yang selalu tertarik menggunakan aplikasi baru di dunia internet dibanding pembahasan teknologinya sebenarnya merupakan suatu potensi yang bisa dibawa ke arah pengembangan yang positif. Apalagi mengingat peluang bisnis yang besar saat ini di Indonesia pada bidang broadband terdapat di sisi kontennya.

Kalau kita perhatikan, sebagai contoh, anak-anak tingkat pelajar yang gemar menggunakan situs jejaring sosial bahkan sering menggunakan beberapa kode HTML sederhana untuk mengubah tampilan akunnya menjadi lebih menarik dengan menambahkan gambar, mengubah jenis tulisan, dan lainnya. Jika diperhatikan, tujuannya memang sederhana, cuma mau membuat akun miliknya jadi berbeda dengan akun teman-teman lainnya di sekolah. Namun sebenarnya, hal ini dapat kita lihat sebagai potensi yang cukup baik dalam memulai pendidikan tentang pembangunan aplikasi kepada anak tingkat pelajar.

Dari latar belakang ketertarikan, dapat dikembangkan keinginan untuk mengembangkan. Di sinilah letak potensi besar yang kami maksudkan. Jadi kalau kita akan mencoba untuk mendidik atau melakukan pengenalan broadband kepada masyarakat Indonesia, alangkah sangat baiknya kalau kita mulai dari rasa ketertarikannya dahulu kemudian dibawa ke pemaparan teknologi dan hal lainnya yang lebih detail. Sekarang bagaimana cara mengemas pendidikan tersebut sedemikian rupa sehingga menjadi lebih menarik namun tetap berbobot dengan memanfaatkan ketertarikan pengguna akses broadband di Indonesia. Dengan demikian, perkembangan broadband di Indonesia dapat dibarengi dengan kemajuan tingkat pengetahuan penggunanya juga.

Terima kasih.

Kelompok 09:
Nana Mulyana (13206166)
Oryza Nicodemus Tarigan (13206075)

wibisana jaka said...

-G31-

Haryo Septoria P. (13206033)
Wibisana Jaka Sembada (132060
=================================

Kami setuju dengan pernyataan pola penggunaan broadband di Indonesia yang menunjukkan bahwa penggunaan broadband kebanyakan untuk hal-hal personalitas dibandingkan untuk menunjang produktivitas. Akan tetapi, menurut kami semakin lama akan semakin banyak masyarakat yang sadar bahwa penggunaan broadband dapat meningkatkan produktivitas. Contohnya adalah dalam bidang ekonomi, yaitu semakin banyaknya barang-barang yang dijual secara online. Selain itu, mulai banyak artikel-artikel maupun tutorial dalam mengerjakan sesuatu yang mudah didapatkan dari internet. Hal ini akan menyadarkan masyarakat bahwa broadband tidak hanya dapat digunakan untuk hal-hal pribadi, tetapi dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan diri.

Memang sebagian besar masyarakat menginginkan kenyamanan dalam menggunakan broadband tanpa harus menggunakan bandwidth yang lebar. Namun, operator tidak dapat mengesampingkan sebagian masyarakat yang membutuhkan akses kecepatan tinggi tersebut. Menurut kami, dengan meningkatya konten-konten multimedia yang ada dalam internet, jumlah user yang membutuhkan akses kecepatan tinggi semakin lama juga akan meningkat.

mshiddiqsh said...

group 7 :
Shendiary Aviolanda (13206050)
M. Shiddiq S.H. (13206074)

Kami setuju dengan paparan opini yang disampaikan oleh group 18.

Mengenai sifat kebanyakan masyarakat Indonesia yang konsumtif, seperti sudah dijelaskan di beberapa komentar di atas, akan sangat sulit mengubahnya berhubung sudah menjadi budaya yang mengakar.

Masalah yang terjadi tersebut lebih merupakan masalah sosial, sehingga sebagai seorang engineer yang bisa kita lakukan hanyalah mempengaruhi mereka dengan rekayasa teknologi di bidang kita agar mereka tetap terpenuhi kebutuhan kesenangannya sekaligus tetap produktif.

Salah satu contoh yang terbayang oleh kami adalah seperti membuat jejaring sosial yang memaparkan masalah-masalah bangsa secara transparan dan dibungkus secara menarik sehingga respon-responnya dapat menjadi masukan untuk memecahkan masalah-masalah tersebut.

Lagi-lagi, kita semua tahu kalau masalah sifat konsumtif ini sebenarnya berasal dari diri pribadi masing-masing, sehingga mari kita mulai dari diri kita sendiri untuk lebih memanfaatkan dan memaksimalkan teknologi yang ada, terutama untuk kesejahteraan bangsa ini.

Irvan said...

Group 17
Ananto Eka P (13206008)
Irvan Supradana (13206130)

Sebenarnya perkembangan industri broadband di Indonesia mungkin dapat lebih ditingkatkan lagi. Saya pribadi menyarankan agar pihak akademisi dalam hal ini kampus dapat dilibatkan dalam sepak-terjang penemuan ide2 kreatif demi meningkatkan industri broadband di Indonesia.

Mungkin dalam hal ini pemerintah dapat mengikutsertakan tidak hanya pihak2 yang sudah senior di dunia broadband (seperti operator dan vendor) tapi juga pihak kampus. Siapa tau ide2 kreatif dan tender2 yang sifatnya membangun industri broadband dapat terlahir dari insan2 kampus (Who knows)

Dengan catatan, harus ada suntikan dana tentunya,Hehehehe

Arinaldo said...

G25

Arinaldo Adma (13206056)
Debby Permata Putra (13206193)

kami ingin menambahkan komentar dari rekan2

Kami sepakat bahwa sejauh ini penggunaan broadband masih belum optimal karena lebih banyak digunakan untuk kepentingan pribadi yang bersifat konsumtif. Fenomena konsumtif ini telah menjadi budaya dan gaya hidup (social life) bagi sebagian besar pengguna layanan data di Indonesia.

Di satu sisi, dunia industri tentunya harus jeli melihat peluang ini dengan menekankan strategi pemasaran dan layanan pada bidang ini. Berbagai aplikasi dan konten yang berhubungan dengan social life akan memacu pertumbuhan serta peningkatan profit .

Namun di sisi lain, kami setuju kalau dibutuhkan adanya usaha dari pihak terkait agar penggunaan broadband dapat lebih optimal. Dalam hal ini adalah pemerintah. Dengan digunakannya berbagai layanan seperti e-learning, e-government, dll dalam membantu kinerja pemerintah, maka pelayanan pubilk diharapkan juga ikut meningkat dan lebih efisien. Sehingga daya saing bangsa ikut meningkat seiring dengan perubahan paradigma masyarakat terhadap broadband.

sekian dan terima kasih