Monday, March 1, 2010

Broadband Key Enablers 2 - G11

[Authors: Arief Saksono, Aryo Wicaksono (G11)]

Q1 : Ketika kerja praktek, perusahaan terkait sedang mengerjakan proyek migrasi dari E1 ke IP trunk, namun ternyata fasilitas dial-up yang sebelumnya digunakan menjadi tidak berfungsi, mengapa hal itu bisa terjadi?

A : Dalam proyek migrasi tersebut fungsionalitasnya bergantung dari device yang digunakan. Karena proyek perusahaan tersebut menggunakan device cisco switch seri 3000-an yang tidak bisa melakukan sinkronisasi maka fungsi tersebut tidak dapat dilakukan. Selain itu, switch seri tersebut juga belum men-support MPLS.

Q2: Sebenarnya Packet Optical Transport lebih merupakan suatu divais atau network?

A: Packet Optical Transport lebih merupakan suatu teknologi jaringan (network), sehingga bisa dianggap gabungan antara SDH dan MPLS, yang nantinya akan menggantikan teknologi SDH. Titik-titik (node) yang tadinya merupakan titik-titik yang digunakan untuk teknologi SDH digunakan untuk teknologi POT ini.

Q3: Dalam implementasi POT, Alcatel menciptakan router divais yg bekerja hingga layer 4, padahal apabila dilihat dari regulasi OSI Layer hal tersebut tidak dimungkinkan karena layer 3 tidak boleh membuka dan membaca informasi yang diperuntukkan bagi layer 4 (layer di atasnya), apakah terjadi pelanggaran dalam hal ini?

A: Sebenarnya aturan tersebut merupakan rekomendasi saja. Dulu pada tahun 1980an, dimana kebutuhan data berupa voice, gambar, atau video masih dalam tingkat minor, penggunaan kedua layer tersebut secara sekaligus agak rumit. Seiring berkembangnya teknologi, kebutuhan akan data yang kompleksitasnya lebih tinggi juga berkembang. Dengan demikian, penggunaan teknologi yang bekerja di dua atau lebih layer wajar dibutuhkan. Kurang jelas apakah hal tersebut merupakan suatu pelanggaran atau tidak terhadap aturan yang ada.

Q4: Bagaimana prinsip kerja Photonic Router?

A : Photonic Router bekerja dengan teknologi routing yang dilakukan berdasarkan panjang gelombang elektrik tertentu. Ketika terjadi hubungan antar-node, misal A ke C lewat B, routing dari A ke B dilakukan dengan panjang gelombang tertentu (tiap panjang gelombang memiliki warnanya masing-masing), sedangkan dari B ke C, apabila hubungan untuk panjang gelombang tersebut tidak dimungkinkan untuk dilakukan, hubungan akan dilakukan dengan panjang gelombang lain.

Q5: Bagaimana konsep provisioning statis dan dinamis? Apakah ada hubungannya dengan Provisioning Server ?

A : Provisioning server terdapat di bagian NMS (Network Management System), berfungsi untuk menerjemahkan perintah yg dimasukkan user ke dalam bahasa mesin/bahasa router. Provisioning statis dan dinamis merupakan kemampuan dari provider menyesuaikan layanan dan feature terhadap permintaan pelanggan. Provisioning statis dan dinamis juga berfungsi seperti parameter QoS untuk tiap services/layanan.

Opini

Dengan semakin berkembangnya kebutuhan masyarakat dalam mengakses informasi, dibutuhkan layanan yang tentunya dapat diandalkan, inovatif, dan tepat guna. Dalam hal ini, kami berpendapat bahwa di masa sekarang dan masa yang akan datang, pengembangan teknologi untuk mendukung layanan multimedia yang real-time, dan multi-fungsi mutlak dibutuhkan, tidak terkecuali di Indonesia.

Dalam beberapa tahun ke depan, selain WiMAXdan LTE, teknologi optik seperti PON, POT, dan teknologi sejenis (teknologi optik) lainnya, mungkin dapat menjadi salah satu alternatif solusi untuk mengakomodasi derasnya kebutuhan masyarakat mengakses informasi. Namun perlu diingat, bahwa dalam implementasinya, perlu dikaji sejauh mana masyarakat sanggup mengakses layanan tersebut, terutama masyarakat tingkat menengah ke bawah. Hal ini menyangkut pengembangan dan pemasangan infrastruktur optik memakan biaya yang tidak murah. Selain itu, jelas dibutuhkan sinergi yang baik antara pemerintah sebagai regulator, penyedia layanan, dan vendor dalam implementasi tersebut. Apabila hal-hal tersebut mampu dilakukan dengan baik, semoga masyarakat Indonesia dapat mengakses informasi dengan lebih mudah, murah, dan nyaman.

    Share | Save

    Subscribe

8 comments:

ikhsan said...

g28
132O6088 ikhsan abdusyakur
13205004 yudha irawan

menanggapi Q3 dan opini yang dibuat oleh penulis
kami setuju bahwa permasalahan yang tidak boleh dilupakan adalah peran pemerintah sebagai regulator telekomunikasi, karena yang terjadi saat ini, pembatasan dan kebebasan industri dalam meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat nampak masih belum jelas terlihat

bahkan mungkin pemerintah Indonesia masih kurang dalam kompetensi penentuan arah kebijakan telekomunikasi di Indonesia

sehingga diperlukan pula lulusan lulusan Telekomunikasi Indonesia untuk membantu pemerintah dalam mencipatakan ruang yang baik bagi industri telkomunikasi di Indonesia untuk berkembang.

terima kasih

fadhila said...

G2
Fadhilah Hana
Giri Kuncoro

saya sangat setuju dengan opini yang disampaikan oleh G11. Tak bisa dipungkiri teknologi akan terus menerus berkembang dan akan lebih cepat dari sebelumnya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan disini adalah bagaimana perencanaan matang dari pihak vendor, operator dan regulator. Bagaimana kapabilitas masyarakat dalam menerima teknologi baru. Serta seberapa besar pengaruh teknologi tersebut pada suatu masyarakat dalam suatu negara.

Jika semua hal menghasilkan hal yang positif, besar kemungkinannya bidang telekomunikasi akan semakin maju di Indonesia.

terima kasih :)

nda132 said...

G16
Sutinah (13206038)
Frida Kurniasih (13206057)


Kami sangat setuju dengan opini dari G11 dan G2. Penerapan suatu teknologi membutuhkan perencanaan yang matang dan kerjasama dari semua pihak yang bersangkutan agar teknologi tersebut benar-benar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kami juga setuju dengan komentar dari G28 mengenai pentingnya keterlibatan pemerintah Indonesia dalam industri telekomunikasi. Pemerintah merupakan pihak yang memberikan andil yang sangat besar dalam kemajuan suatu negara. Kita bisa belajar dari negara tetangga kita, Singapura. Pemerintah Singapura sangat peduli dengan kemajuan bidang telekomunikasi di negaranya. Hal ini terbukti dengan adanya program iN2015, suatu program yang akan membawa semua masyarakat Singapura ke era teknologi. Walau program ini belum terealisasi, tapi kami yakin bahwa program ini akan terwujud nantinya. Hampir semua teknologi yang ada sekarang ini berawal dari mimpi di masa lalu. Nothing is impossible.

Semoga kita sebagai Sarjana Telekomunikasi (sebentar lagi :D) juga bisa memiliki mimpi-mimpi gila (seperti yang dikemukan Syakur di sesi pertama kuliah tamu oleh Pak Willy) yang akan semakin memajukan negara Indonesia, terutama di bidang telekomunikasi.

Terima kasih.

Rifqy said...

G6
Rifqy Hakimi 13206043
Dimas Triwicaksono 13206061

Pada dasarnya, kami sangat setuju dengan opini dari G11. Keselarasan antara semua pihak yang terkait, baik vendor, operator, maupun pemerintah yang bertindak sebagai regulator, menjadi suatu keharusan guna terwujudnya kemajuan dunia pertelekomunikasian di negara kita ini. Bahkan, respon positif dan dukungan penuh dari seluruh rakyat Indonesia pun mutlak diperlukan.
Kami sungguh mengharapkan semoga pengembangan teknologi yang telah Pak Willy dkk deskripsikan dan rencanakan bersama Alcatel, pada akhirnya dapat benar-benar terealisasi dan diimplementasikan secara menyeluruh. Sehingga, masyarakat Indonesia pun akan semakin "melek internet", masyarakat dunia pun akan semakin "melek" terhadap bangsa kita yang tercinta ini.
Terima kasih

shendiary said...

G7
Shendiary Aviolanda (13206050)
M. Shiddiq S.H. (13206074)

Kami setuju dengan opini yang dikemukakan kelompok G11 di atas. Kata-kata kunci nya adalah : real-time, multifungsi, akomodatif, dan affordable. Kemudian pihak-pihak terkait yang harus menjalin sinergi demi mencapai implementasi teknologi tersebut adalah pemerintah, vendor, dan penyedia layanan.

Sisi yang ingin kami angkat adalah dilemma antara dua kata kunci yang kami sebut : akomodatif dan affordable.

Menurut kami, akomodatif berarti mampu memenuhi seluruh jenis kebutuhan masyarakat untuk masa depan sejauh mungkin, sedangkan affordable berarti terjangkau dari segala aspek oleh semua lapisan konsumen.

Tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia berada di bawah garis kemiskinan.

Kedua hal tadi akan menimbulkan dilemma di pihak pemerintah. Investor tentunya ingin mendapatkan untung, sedangkan untuk balik modal saja akan dibutuhkan banyak konsumen yang sanggup membayar. Lalu bagaimana dengan program-program pemerintah menyangkut mengakomodasi semua pihak?,terutama yang salah satu tujuannya ialah mencerdaskan bangsa, karena tentu saja akan ada sangat banyak pihak yang harus diberi tanpa sanggup membayar.

Intinya Akomodatif dan Affordable bagi seluruh rakyat Indonesia akan menimbulkan banyak intrik dan sulit dicapai. Sehingga perlu dicari titik tengah antara keduanya agar tercapai keoptimalan pada aspek pendidikan, kemajuan teknologi, dan ekonomi di negara kita tercinta ini.

Terima kasih.

risyad17 said...

G5:
Arya Zaenal Risyad (13206054)
Fikri Ramadhan (13206191)

Setelah mengetahui prinsip kerja Photonic Router dan kelebihan - kelebihan yang dapat dilakukan, kami berpendapat bahwa teknologi ini memang sangat menjanjikan untuk memenuhi kebutuhan layanan telekomunikasi yang trennya semakin kompleks.
Tentunya dalam hal mengembangkan teknologi ini, sudah sepatutnya vendor dan provider bekerja sama serta didukung oleh pemerintah selaku regulator, agar teknologi ini dapat cepat diaplikasikan nantinya.

Terima kasih.

titotz said...

G4
Muhammad Tito S 13206134
Anggita Hapsari G 13206034

Penerapan teknologi memang tidak bisa dipisahkan antara para pemangku kepentinga yang terlibat didalamnya, dalam dunia telekomunikasi menyangkut operator, vendor, pemerintah, masyarakat umum, penyedia konten, dll.

Disinilah peran penting konumikasi yang baik agar dapat tercipta iklim yang baik dalam penerepan teknologi kedepannya.

Mengutip pernytaan pak willy yag menyebutkan bahwa walaupun indonesia agak telambat dalam implemntasi teknologi seperti 3 G atau 3,5 G, tapi untut penetrasi penerpaan IMS termasuk negara yang paling gencar.

Dan semoga itu bisa dilanjutkan ke penerapan teknologi kedepannya...

Terimaksih...

andre said...

G30
Heru Wijanarko (13205149)
Andre H. Dubari (13205081)

Tertarik dengan pertanyaan Q4, setelah mengetahui prinsip kerja dari Photonic Router, kami melihat bahwa teknologi ini kedepannya dapat dijadikan sebagai solusi dalam pemenuhan kebutuhan layanan telekomunikasi yang semakin rumit.
Namun dalam penerapan & pengembangan teknologi ini kembali lagi kepada yang memiliki kepentingan serta terlibat di dalamnya; baik pemerintah sebagai pemegang kebijakan & regulator; operator & vendor yang mengaplikasikannya; maupun masyarakat sebagai pasarnya.
Semoga teknologi ini bisa dimanfaatkan & diterapkan kedepannya.

Terimakasih.