Sunday, March 7, 2010

Broadband in Our Life - G14

[Authors: Zahara Yulianti, Nur Inayah (G14)]

Broadband Services
Broadband Services saat ini menggunakan teknologi HSDPA, DSL, Wi-Fi, 3G. Contoh broadband services dalam kehidupan misalnya:
  • Broadband berguna sebagai resource e-learning. Sebagai contoh, website www.teletrafik.org yang menjadikan broadband sebagai media kuliah dan media komunikasi bagi mahasiswa Teknik Telekomunikasi ITB. Broadband dalam hal ini membantu mahasiswa dalam efisiensi, kenyamanan, dan efektifitas mengakses website ini.
  • Broadband memberikan kemudahan dalam mengakses (upload dan download) file multimedia yang berukuran besar seperti foto dan video.
  • Broadband meningkatkan efisiensi dan kenyamanan dalam memperoleh dan meng-update informasi sehingga informasi yang diperoleh lebih comprehensif.

Broadband for Socio-Economic Development

Arti pentingnya broadband bagi dunia

PBB and Broadband
Badan yang ditunjuk oleh PBB untuk mewakili memberikan data-data statistik tentang broadband yaitu ITU (International Telecom Union). Salah satu goal PBB dalam program MDG (Millenium Development Goal) yaitu "Develop a global partnership for development", telah diamanatkan kepada ITU guna mencapai goal tersebut.

ITU on Broadband
Beberapa isu yang disoroti oleh ITU yaitu broadband, network, energi, edukasi, akses, ability, key, care, dll. Kolerasi broadband ke tiap sektor tersebut sangat erat dimana posisi broadband adalah sebagai resource. Pembahasan ITU mengenai broadband dikaitkan dengan bagaimana layanan bisa diberikan kepada masyarakat dengan baik, misal e-health, e-education, dan e-government, bagaimana mencapai Millenium Development Goal (MDG), bagaimana melaksanakan pembangunan infrastruktur broadband yang digagas oleh pemerintah untuk socio-economic development bekerja sama dengan National Broadband Network (NBN).

Sasaran pengembangan broadband oleh ITU, dikenal dengan '4-Way Win', yaitu:pemerintah dapat memberikan layanan dengan akses yang lebih baik dan lebih murah, masyarakat dapat menikmati layanan pemerintah tersebut, peluang bisnis terbuka lebar bagi vendor, dan operator mendapatkan guaranteed traffic volumes.

Visi ITU: "Build on Broadband and the rest will follow", dimana ITU menjadikan broadband sebagai dasar infrastruktur nasional yang akan mengubah cara pelayanan dari e-health ke e-education ke e-commerce dan ke e-government yang kesemuanya bergantung pada koneksi high-speed secure internet.

OECD Countries
OECD merupakan gabungan 30 negara tingkat dunia yg bekerja sama agar ekonomi di negara-negaranya maju. Indonesia diundang utk mengikuti OECD.Salah satu program OECD yaitu menggabungkan aktivitas untuk mengembangkan broadband di negara masing-masing.

Discovery Channel
Salah satu penerapan broadband dalam dunia entertainment yaitu pada http://www.yourdiscovery.com. Sekarang ini Discovery telah memanfaatkan internet sebagai media promosi dengan menampilkan trailer, sinopsis, dan deskripsi dari suatu film. Hal ini memberikan keuntungan bagi Discovery dalam hal pengurangan biaya promosi.

Alcatel-Lucent
Bagi Alcatel-Lucent, broadband membuka peluang bisnis untuk menjual LTE, router, broadband access, optical transport, CPE, dan yang terbaru yaitu Connected Car.


Singapore - Intelligent Nation 2015 (IN2015)
Negara Singapura mempunyai IN2015, yang bercita-cita memberikan 100Mbps ke rumah-rumah melalui fiber optic, yang direalisasikan dengan NBN.

European Union
EU menggunakan kombinasi FTTH dengan LTE untuk mendeliver broadband ke rumah-rumah penduduk.Spektrum yang dialokasikan untuk penggunaan ini yaitu 850 Mbps.

Indonesia
Di negara kita, broadband sudah menjadi kebutuhan terutama di kota-kota, contohnya untuk mengakses facebook dengan opera mini membutuhkan akses broadband. Hal ini menyebabkan terjadinya perang tarif antar operator seluler, seperti Telkom Flexi, Telkomsel, IM3, dan XL. Broadband saat ini adalah sebagai bagian dari bisnis bagi operator dan sebagai fasilitas bagi end user. Contoh penerapan e-government di Indonesia yaitu situs depkominfo, dirjen postel, dan BRTI, yang menggunakan akses broadband.

Proyek-proyek di Indonesia yang berhubungan dengan broadband yang berskala nasional yaitu sebagai berikut:
  • Backbone Palapa Ring fiber optic sejak tahun 2005
  • Wimax Indonesia
  • USO desa berdering
  • USO desa pintar (internet utk desa-desa)

Sayangnya, proyek-proyek diatas dijalankan secara terpisah. Akibatnya eksekusi proyek-proyek tersebut telat dari jadwal yang telah ditentukan. Diharapkan akan munculnya ide-ide segar yang bisa menggabungkan keempat proyek tersebut.

Jika diperhatikan dari semua broadband services diatas, yang dijual adalah bandwith, bukan Quality of Experience. Diharapkan nantinya kita bisa menuju pada era Blended Multimedia yang menjamin QoS per-subscriber, per-service, dan per-application.

Opini
Negara tanpa broadband akan tertinggal sebab broadband telah menjadi bagian penting khususnya pada aktivitas yang menggantungkan pada penyediaan data dan informasi.Sosial dan economic development di setiap negara di bumi ini tergantung dari broadband. Oleh karena itu, Indonesia membutuhkan orang-orang yang dapat membawa broadband sebagai bagian dari socio-economic development.

Dengan broadband, kreativitas bisa bertambah disamping juga memfasilitasi inovasi dan pengembangan konten berbasis pengguna, seperti jejaring sosial maupun blog-blog pribadi. Hal ini membuka peluang bisnis entrepreneur dalam hal aplikasi, konten, dll.Ke depan, broadband diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang signifikan, karena semakin luas digunakan, baik oleh pengguna pribadi, kalangan pemerintahan maupun bisnis di seluruh dunia.

Kami sependapat dengan Pak Willy untuk menggabungkan keempat proyek broadband Indonesia agar dapat menguntungkan dari sisi business case. Namun sebelumnya, gap keterediaan infrastruktur TIK antara wilayah indonesia bagian barat dan timur harus diatasi sebab menjadi salah satu aspek tercapainya meaningful broadband.

Semoga kita bisa berkontribusi untuk memaksimalkan penggunaan broadband demi kemajuan socio-economic Indonesia.

    Share | Save

    Subscribe

12 comments:

rizki said...

grup 8
Rizki Primasakti (13206068)
Ngakan Nyoman Gandhi (13206072)

kelompok kami pada dasarnya sangat setuju dengan opini di atas yang menyatakan, negara tanpa broadband akan tertinggal sebab broadband telah menjadi bagian penting khususnya pada aktivitas yang menggantungkan pada penyediaan data dan informasi, namun yang ingin kami singgung di sini ialah mengenai kekurangan akan broadband itu sendiri dan dampak negatif yang mungkin ditimbulkan.

seperti yang telah kita ketahui selama ini broadband memang meningkat pesat perkembangannya, dimana selalu disebutkan berbagai macam keuntungan broadband termasuk penawaran akan bandwidth dan Qos per user. tetapi kita kurang mempertimbangkan beberapa kekurangan broadband itu sendiri.

menurut analisa kami broadband memiliki beberapa kekurangan salah satunya yakni membutuhkan cost yang tidak murah. negara-negara maju mungkin akan sangat mudah mengimplementasikan broadband untuk pembangunan sosio-ekonomi, namun bagaimana dengan negara-negara berkembang dengan keterbatasan ekonomi? apakah mereka akan semakin tertinggal?

selain itu dengan adanya broadband, dimana jalur pertukaran informasi dan data yang lebih mudah, akan menyebabkan kemungkinan terjadinya peningkatan aksi cyber crime.

cukup sekian komentar kami,bukan berarti kami tidak mendukung adanya teknologi broadband ini, namun akan lebih bermanfaat lagi apabila kita juga mempertimbangkan kerugian dan dampak negatif yang mungkin muncul dari teknologi ini.

hefri said...

-G23-
Peter Hamonangan L. Tobing (13206092)
Hefrizal S Ferdinand (13206118)

===============================================

Kami ingin memberikan opini terkait perkembangan broadband di Indonesia.

Saat ini, telah banyak kalangan yang menyetujui bahwa dunia broadband sudah mulai berkembang di Indonesia,tentunya dengan kapasitas dan teknologi yang akan terus berkembang.

Akses internet berkapasitas besar itu diperkirakan (bahkan) akan semakin mendorong atau memicu berkembangnya berbagai bisnis lainnya, termasuk bisnis konten. Akses Internet berkapasitas besar, tentu saja tidak akan banyak manfaat-nya, kalau pada saat yang sama, tidak diikuti dengan(misalnya)perkembangan konten serta ketersediaan layanan yang murah dan mudah didapatkan.

Karena-nya, era broadband akan ditandai dengan berkembangnya berbagai aplikasi yang membutuhkan bandwidth besar (new bandwidth-intensive applications), antara lain video dan music-on-demand, multi-player online, games online, voice dan video communications, serta online shopping and learning. Layanan-layanan yang sebelumnya sulit berkembang karena kecepatan aksesnya sangat lambat dan kurang mendukung berbagai aplikasi berkapasitas besar, diperkirakan akan mendapatkan momentum baru dalam perkembangannya.

Di Indonesia, akses internet broadband mendatangkan beberapa keuntungan dalam perkembangannya, terutama terhadap pembagunan ekonomi dan sosial masyarakat. Keuntungan tersebut diantaranya adalah:

(1)Meningkatkan nilai kompetitif bisnis.

(2)Meningkatkan perkembangan perusahan IT yang saat ini semakin kompetitif di pasar global.

(3)Memfasilitasi E-Government melalui percepatan layanan pemerintahan dan mendistribusikan informasi melalui internet.

(4)Memperkaya kegiatan belajar mengajar dan mendorong Teleworking bagi para karyawan.

(5)Mempromosikan berbagai pariwisata/ bentang alam ke kalangan wisatawan maupun para pebisnis.

(6)Menstimulasi E-commerce dengan memungkinkan akses belanja online.

(7)Memungkinkan Teleconferencing, baik untuk keperluan pribadi maupun bisnis secara cepat, murah, dan aman.

Begitu banyaknya keuntungan yang kita dapatkan dari perkembangan broadband yang ada saat ini. Semoga saja dengan banyaknya nilai tambah yang kita peroleh, layanan broadband di Indonesia dapat dikembangkan dan digunakan secara bijak. Amin....:D

Haryo said...

-G31-

Haryo Septoria P. (13206033)
Wibisana Jaka Sembada (132060
=================================

Kami lihat beberapa contoh layanan broadband yang telah ada dan sedang berkembang saat ini cukup variatif dan memberi nilai guna yang tinggi. Salah satu nilai yang ditawarkan, yakni mengenai kemudahan. "Nilai kemudahan" yang menurut kami cocok diterapkan di Indonesia yaitu di bidang e-government.

Pelayanan di bidang e-government yang kami rasa saat ini tepat untuk diberikan pada masyarakat di Indonesia adalah pelayanan administrasi kependudukan, seperti pengurusan KTP, Kartu Keluarga, Paspor, dll. Dengan adanya layanan yang nyata dan sederhana itu, akan mempermudah proses pendataan dan memberikan kepuasan bagi masyarakat yang selama ini kerap disulitkan dengan peraturan yang berbelit-belit.

Dari sebuah contoh layanan broadband yang kami paparkan di atas, bisa kita simpulkan bahwa broadband pada dasarnya "hanyalah" suatu akses. Akses yang berkualitas tinggi, baik dari segi kecepatan transmisi data yang ditawarkan, maupun kualitas layanannya ini, bisa benar-benar bermanfaat jika disertai dengan konten layanan yang menarik, berguna, dan "user friendly". Untuk pengembangan konten layanan ini, kami pikir sebaiknya para pengembang di Indonesia mulai mempelajari bahasa pemrograman Web 2.0 yang akan memberikan visualisasi layanan yang lebih interaktif bagi para pemakainya.


Menanggapi pendapat dari kelompok 8 (G8), kami pun mempunyai kekhawatiran yang serupa. "Cyber crime" tentu erat kaitannya dengan keamanan jaringan akses dan data. Isu mengenai keamanan ini telah dibahas di salah satu standar broadband access, yaitu wimax 802.16.d beserta revisinya. Di dalamnya diatur mengenai keamanan karena ini merupakan salah satu parameter subjektif yang menurut kami mempunyai pengaruh yang cukup besar dalam pengaksesan beragam layanan broadband ke depannya.

Andromeda said...

G18
Niki Adytia P (13206077)
Deon Arinaldo (13206199)

Secara umum, kami setuju dengan opini dari G14 di atas. Teknologi broadband akan sangat menunjang perkembangan suatu negara, terutama dalam hal akses data dan informasi. Adapun kelemahan teknologi ini, seperti yang diungkapkan oleh G8 memang benar adanya. Untuk membangun infrastruktur teknologi broadband ini dibutuhkan biaya yang tidak sedikit, contohnya saja projek PALAPA RING yang sedang dilaksanakan di Indonesia saat ini. Namun, menurut kami masalah ini bisa diatasi dengan penentuan prioritas dalam penerapan teknologi tersebut, misalnya hanya diterapkan di kota besar terlebih dahulu. Sedangkan untuk biaya penggunaan, setiap orang dapat menyesuaikan layanan dengan kemampuannya masing-masing engan konsekuensi QoS yang berbeda-beda.

Masalah cyber crime merupakan hal yang tidak bisa dihindari. Setiap hal pasti memiliki dampak positif dan negatif, hal ini terkait pada penggunanya, bukan pada teknologinya itu sendiri. Namun, masalah ini bukanlah hal yang tidak bisa diaatasi, contohnya bisa saja dengan penambahan divisi cyber crime di kepolisisan :D. Secara umum, menurut kami teknologi ini mempunyai jauh lebih banyak manfaat dibanding kerugiannya.

terima kasih...

Mangasi said...

G32
Firman Azhari (13206045)
Mangasi Napitupulu (13206143

menurut kami, penerapan teknologi broadband di Indonesia akan sangat membutuhkan dukungan, pengawasan dan pengarahan yang baik dari pemerintah. hal ini dapat terlihat dari beberapa project broadband yang sedang diimplementasikan di Indonesia mengalami keterlambatan penyelesaian karena tiap project yang berjalan sendiri2. hal ini adalah sesuatu yang seharusnya tidak perlu terjadi, terutama dalam pengaplikasian teknologi yang sangat dibutuhkan pada saat ini.

pengarahan pemerintah sebaiknya dilakukan agar seluruh project yang dikerjakan dapat menuju satu tujuan bersama yang akhirnya akan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat indonesia. kemudian, dukungan pemerintah juga dapat dilakukan dengan mengubah/menambahkan unsur pendidikan internet yang lebih mendalam bagi seluruh kalangan masyarakat (terutama bagi siswa/i sekolah dasar dan SMP/SMA). dukungan dengan bentuk ini akan mencegah timbulnya cyber crime sekaligus memaksimalkan penggunaan teknologi broadband yang sedang diimplementasikan di Indonesia.

tanpa dukungan, dan pengarahan yang baik dari pemerintah, maka implementasi teknologi broadband akan memakan waktu yang lama dan berujung pada tidak sinkronnya tujuan dari masing2 project yang dilaksanakan.

jfkoernia said...

G12
Jeffrey Kurniawan (13206128)
Tommy Hartanto (13206102)

Kami sangat setuju dengan pendapat-pendapat yang telah diungkapkan oleh rekan-rekan di atas.

Menurut kami, Broadband itu berbicara tentang kesejahteraan manusia. bagaimana teknologi tersebut dimanfaatkan secara optimal oleh setiap individu yang mengaksesnya.

di Indonesia sendiri, pertumbuhan Broadband masih belum diimbangi oleh pemanfaatannya secara optimal untuk kesejahteraan manusia. di Indonesia, Broadband kebanyakan hanya digunakan untuk berkomunikasi maupaun eksplorasi di dunia maya. Oleh karena itu, yang perlu di-push secara intensif adalah bagaimana kehadiran Broadband bisa digunakan sebagai salah satu resource pendapatan bagi masyarakat.

Pencapaian visi ITU tidak dapat dilepaskan dari peran masyarakat yang memiliki kesadaran tinggi dan menyikapi teknologi dengan bijak, pemerintah dan juga pelaku teknologi.

Giri Kuncoro said...

Kelompok 2
Giri Kuncoro (13206009)
Fadhilah Hana Lestari (13206014)

Pada dasarnya, kami sangat setuju dengan opini Saudara Zahara Yulianti dan Nur Inayah yang mengatakan bahwa :
"Negara tanpa broadband akan tertinggal sebab broadband telah menjadi bagian penting khususnya pada aktivitas yang menggantungkan pada penyediaan data dan informasi. Sosial dan economic development di setiap negara di bumi ini tergantung dari broadband. Oleh karena itu, Indonesia membutuhkan orang-orang yang dapat membawa broadband sebagai bagian dari socio-economic development."

Pada pernyataan tersebut sangat tersirat bahwa broadband merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kemajuan bangsa Indonesia. Persepsi penduduk Indonesia yang menginginkan broadband dalam seluruh aspek kehidupannya terkait dengan koridor efektif, efisien, dan peningkatan produktivitas sangat wajar di era yang modern dan teknologi serba maju ini. Saat ini sedang gencarnya proyek-proyek pemerintah serta perusahaan yang terkait dengan pembangunan infrastruktur broadband di rural area.

Namun, ada satu hal yang perlu diingat sebelum memulai invasi broadband ke rural area. Seperti kita ketahui, banyak sekali rural area di Indonesia yang belum memiliki pasokan listrik. Padahal, nyawa dari broadband itu sendiri adalah listrik. Jika listrik saja belum ada, maka jaringan broadband tidak mungkin dibangun di daerah tersebut.

Pendapat kami adalah perluas terlebih dahulu jaringan listrik dan energi di seluruh Indonesia sampai 100% mencakup rural area. Persepsi broadband yang telah kami sebutkan di paragraf sebelumnya tentunya tidak berlaku bagi masyarakat rural area.

Pada suatu kesempatan di tahun 2008, kami kebetulan mengunjungi Desa Jayamukti, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut. Saat itu, Himpunan Mahasiswa Elektroteknik sedang hangat-hangatnya dengan isu instalasi pembangkit listrik di daerah pedesaan yang belum memiliki listrik. Saat tiba di daerah tersebut, alangkah terkejutnya kami ketika melihat hanya beberapa rumah saja yang memiliki listrik, itupun lampu harus dinyalakan malam dan siang hari 24 jam yang berfungsi sebagai balance load agar tidak terjadi overspeed pada generator listrik di spot sungai yang menjadi house dari pembangkit listrik tenaga air di desa tersebut. Alangkah naasnya kehidupan tanpa listrik ini, dan kami yakin masih banyak sekali desa-desa seperti ini yang tersebar di seluruh daerah Indonesia.

Persepsi broadband tidak berlaku di sini, tetapi persepsi masyarakat desa yang terkait dengan "ada listrik aja udah senang". Hal ini tentunya patut menjadi perhatian pemerintah sebelum gencar menggalakan akses broadband masuk desa. Intinya, kami lebih nyaman dengan 100% wilayah jaringan listrik Indonesia terlebih dahulu sebelum melompat ke 100% wilayah akses broadband di Indonesia.

Demikian pendapat yang murni datang dari lubuk hati kami. Maafkan jika ada salah perkataan.

Cheers,
Giri dan Hana

adhipta said...

G1
Adhipta Semidang Putra (13206039)
Febriansyah DR (13206007)


Kami sependapat dengan opini dari rekan-rekan sebelumnya. Namun kami ingin menggarisbawahi mengenai poin Indonesia. Perang tarif voice yang dahulu kian ramai di dalam negeri membuka era baru teknologi seluler dengan ditandai semakin maraknya operator yang meningkatkan service nya di packet switching (data).

Paket-paket broadband yang setiap hari dikonsumsi pelanggan operator, seperti paket internetan, paket broadband atau paket blackberry, makin hari makin menjadi perhatian bagi setiap operator. Sehingga kami melihat mulai ada disorientasi dari perkembangan broadband itu sendiri di Indonesia.

Menurut kami perkembangan broadband di Indonesia agak sedikit kurang matang. Semestinya pemerintah yang pertama kali mengijinkan broadband menginjak Indonesia (Ditjen Postel atau BRTI)harus memprioritaskan teknologi ini untuk kemajuan masyarakat umum. Misalnya dengan mengimplementasikan nya di e-goverment untuk fasilitas yang berhubungan dengan one-stop birokrasi, baik pelayanan KTP, SIM atau akta-akta dan dokumen lainnya, e-Health untuk sistem kesehatan masyarakat di puskesmas2 di kecamatan2, atau spesifik untuk kemajuan dibidang agraris maupun kelautan yang memang menjadi mayoritas pekerjaan bangsa ini.

Seandainya semua bidang2 strategis tersebut telah di enhance dengan teknologi broadband, barulah perkembangan di end user seperti internetan boradband 3g atau blackberry on-demand yang menjadi prioritas para operator.

Hal seperti ini memang sulit terjadi seandainya memang pemerintah menginginkan keuntungan instan dari para pemain industri telco. Namun kalau saja pemerintah lebih jeli, investasi broadband untuk kemajuan bidang2 strategis ini yang didahulukan, tentunya akan mendatangkan keuntungan bukan cuma dari sisi uang melainkan sisi edukatif kepada masyarakat.

Oryza said...

Kelompok 9 :
Nana Mulyana (13206166)
Oryza Nicodemus Tarigan (13206075)


Menambahkan saja. Ada perbedaan laju perkembangan teknologi di tataran konsep dan realitas. Di tataran teoritis dan lab, broadband memang luar biasa. Akan tetapi untuk memasuki dunia implementasi (realita), broadband akan menghadapai tantangan lain di luar bidang teknologi, yaitu dunia sosial—budaya masyarakat.

Telah dijelaskan Pak Willy bahwa perubahan yang diusung Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) akan berdampak luas pada kehidupan manusia. TIK berkontribusi besar pada perubahan tatanan kehidupan sosial-budaya masyarakat, misalnya pada life style (gaya hidup). Laju perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sangat cepat. Akan tetapi, laju perubahan itu tidak dapat diimbangi oleh laju perkembangan sosial-budaya masyarakat kita. Hal ini akan menyebabkan kesenjangan budaya yang disebut culture lag.

Culture lag pada dasarnya merupakan kesenjangan yang terjadi karena ketidaksinkronan antarbagian dalam suatu budaya. Perubahan di suatu bagian tidak diimbangi oleh perubahan di bidang lain. Misalnya, ketika kemajuan TIK tanpa diiringi oleh upgrading skill SDM, akan mengakibatikan munvculnya banyak gaptek2 baru, mungkin juga meuncul banyak pengangguran karena dinilai tidak kompeten oleh institusi tsb. Bisa juga hanya akan menjadikan TIK sebgai gengsi perusahaan saja, bukan sumber produktivitas. Penggunana tanpa moral, melahirkan cyber crime ; kemajuan TIK tanpa kemampuan b. inggris juga ahanya akan menjadikan masyarkat kita tertinggal karena ketika TIK sudah go internasional, masyaraat kita masih berpikir lokal. Inilah culture lag.

Oleh karena itu, peningkatakan kulaitas SDM dalam rangka mengimbangi kemjuan TIK ini menjadi sangat penting. Sehingga kita tidak hanya menjadi pengekor. Bahkan korban perubahan, tapi diharapkan mampu berkontrubusi pada perubahan, lebih jauhnya lagi memimpin perubahan tsb. Akhirnya, kemajuan TIK ini tidak menjadikan masyarakat kita semakin tertinggal dari bangsa lain, tetapi sebagaimana hakikat perkembangn teknologi adalah untuk kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat.

Rifqy said...

G6
Rifqy Hakimi 13206043
Dimas Triwicaksono 13206061

Secara keseluruhan, kami sangat setuju dengan pendapat rekan-rekan di atas.Mengutip opini dari G14 :
"Negara tanpa broadband akan tertinggal sebab broadband telah menjadi bagian penting khususnya pada aktivitas yang menggantungkan pada penyediaan data dan informasi.Sosial dan economic development di setiap negara di bumi ini tergantung dari broadband."
Menurut kami, ketersediaan layanan broadband di Indonesia ini sudah menjadi suatu keharusan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Broadband diharapkan dapat menjadi solusi cerdas demi meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Akan tetapi, pengimplementasian broadband secara menyeluruh dan merata di tanah air kita ini ibaratnya tidaklah semudah seperti membalikkan telapak tangan. Tentunya beragam masalah dan kendala akan bermunculan. Oleh karena itu, dukungan dari seluruh pihak beserta pemerintah sangatlah diperlukan demi mensukseskan implementasi broadband yang diharapkan mampu mencerdaskan kehidupan bangsa kelak.

Kami juga sangat mendukung pandangan dari G2 yang menyoroti masalah ketersediaan energi terutama masalah listrik. Energi merupakan modal awal dari seluruh aspek kehidupan agar bisa berjalan. Bagaimana negara kita bisa maju, bagaimana Indonesia bisa mencanangkan program seperti Singapore iN2015, bila masalah ketersediaan dan pemerataan lisrik saja masih belum bisa diatasi. Meskipun demikian, kita harus berupaya mengejar ketertinggalan ini sedikit demi sedikit. Dengan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia, kami percaya, suatu saat Indonesia akan bisa menggugah dunia. Mungkin salah satu langkah awalnya dengan pengembangan layanan broadband ini.

Terima kasih

mshiddiqsh said...

group 7 :
Shendiary Aviolanda (13206050)
M. Shiddiq S.H. (13206074)

Kami sangat setuju dengan paparan yang diberikan oleh kelompok 14.

Kami ingin sedikit menambahkan :

tentang broadband dan PBB :
mengenai salah satu dari millenium development goal PBB yang diamanatkan kepada ITU yaitu 'Develop a global partnership for developement', dalam hal ini Indonesia mendapat tantangan sebagai negara berkembang yang perlu menyetarakan tingkat teknologinya dengan dunia (baca: negara maju). Apa artinya? Ini berarti bahwa kalangan penerus teknologi bangsa (baca : kita) tidak boleh takut untuk membuka persaingan dengan bangsa lain, jangan lengah, dan harus terus memaksa sisi kreatif dari kepala kita agar dalam mencapai kesetaraan tadi masyarakat tetap terakomodasi secara merata baik dari aspek teknologi maupun ekonomi dan bukannya tertinggal sehingga tetap mempertahankan budaya konsumtif seperti sekarang.

tentang broadband dan Indonesia :
untuk Indonesia, implementasi broadband sebagai alat yang mempermudah kehidupan tidak akan lancar tanpa dilakukannya suatu langkah, dalam hal ini : pencerdasan. Kebanyakan masyarakat Indonesia berasal dari kalangan kurang berpendidikan, sehingga sekedar hadirnya teknologi yang murah (atau bahkan gratis) dan canggih tidaklah cukup, kita harus memikirkan strategi pencerdasan masyarakat agar penggunaan teknologi broadband merata dan efisien. Contoh solusi dari kami : wajibkan minimal satu atau dua orang dari tiap desa di seluruh Indonesia untuk menjadi objek penyuluhan oleh badan tertentu. Utusan inilah yang akan mengajarkan kepada warga yang lain sehingga pada akhirnya pemerataan akan cukup.

Intinya, untuk mengaplikasikan teknologi broadband di Indonesia, banyak aspek yang perlu diperhatikan. Apalagi jika tujuan kita memang sama dengan PBB yaitu global partnership.

Terima kasih.

damar said...

Kelompok 26
Tubagus Damar Aryudika (132 06 036)
Sepanya Pasaribu (132 06 150)

Kami teringat akan komentar Bpk Willy mengenai kurangnya tenaga profile architect di Indonesia. Profile architect dalam konteks telekomunikasi broadband adalah tenaga kreatif yang merancang berbagai macam servis dan aplikasi dengan memanfaatkan fasilitas broadband.

Seperti yang disebutkan oleh kelompok G14, kebanyakan servis broadband yang dikembangkan di Indonesia masih menjual bandwidth, bukan menjual Quality of Experience (QoE). Pengembangan backbone fiber optic, Wimax, ataupun akses internet di desa hanyalah merupakan usaha pengadaan teknologi broadband, sedangkan berbagai manfaat dari teknologi broadband itu sendiri belum dieksplor maksimal.
Di sini, profile architect dengan berbagai inovasinya akan memiliki berkontribusi yang besar. User bisa saja memiliki tingkat kepuasan yang tinggi karena servis yang didapatkannya memiliki nilai 'kebaruan' tersendiri, biarpun secara objektif vendor tidak memberikan nilai QoS yang tinggi.

Kami rasa di sinilah kita, sebagai bangsa Indonesia, kembali ditantang untuk melepaskan image kita sebagai bangsa konsumtif, dan mulai berusaha berperilaku produktif serta inovatif.