Thursday, February 11, 2010

WiBro Femtocells

[Author: Anugrah Salbiyono] Sebagai penyelenggara akses internet pita lebar tanpa kabel pertama yang mengadopsi standar IEEE 802.16e, WiBro harus mendukung akses internet untuk keperluan fixed, portable, dan mobile. Untuk mendukung maksud tersebut, WiBro berkepentingan untuk mengoptimasi ukuran cell sehingga pelanggannya mendapatkan akses internet berkecepatan tinggi secara stabil. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan memasang femtocell, untuk melengkapi macro basestation yang sudah ada. Femtocell ini nantinya akan diletakkan di dalam ruangan untuk memperbaiki coverage di dalam gedung dan meningkatkan kapasitas bagi trafik data pelanggan.

Dengan penggunaan femtocell, didapat beberapa peningkatan kualitas yang signifikan. Pertama, Error Vector Magnitude (EVM) di dalam gedung menjadi memenuhi standar minimal dari WiMax Forum. EVM ini mengukur kesalahan konstelasi relatif. Kedua, mobile terminal menjadi lebih mudah terhubung. Dalam percobaannya, femtocell WiBro mampu menangani 20-50 mobile terminal yang terhubung secara bersamaan. Terakhir, throughput downlink (DL) mencapai 8.6 Mbps untuk 15 user dan throughput uplink (UL) mencapai 1.3 Mbps untuk 15 user. Throughput DL tersebut dicapai pada kondisi modulasi 16QAM dan CTC 3/4. Untuk throughput UL dicapai dengan modulasi QPSK dan CTC 1/2.

D.-Y. Kwak, J.-S. Lee, YC Oh, and S.-C. Lee, "Development of WiBro (Mobile WiMAX) Femtocell and Related Technical Issues", IEEE Global Telecommunications Conference, Vol. 27, no. 1, November 2008, pp. 5638-5642

    Share | Save

    Subscribe

5 comments:

bhimo.hantoro said...

Sedikit yang ingin saya tambahkan adalah mengenai bagaimanakah aspek ekonomu instalasi femtocell, apakah sudah cukup efektif (ekonomis)?

Dan apakah rentang 20-50 mobile terminal yang terhubung bersamaan tidak terlalu besar? Seharusnya dapat dicari angka yang lebih pasti mengenai keandalannya.

Calculus said...

saat ini perangkat femtocell untuk wibro (atau wimax pada umumnya) dihargai dibawah US$100, seharusnya cukup menarik untuk disertakan dalam business plan operator, mengingat operator akan perlu banyak sekali perangkat femto seperti ini.

percobaan KT telecom, 1 perangkat femtocell wibro dengan 15-20 user terhubung bersamaan, masing-masing user masih bisa menikmati throughput hingga 8 Mbps. maksimum user yang bisa ditangani satu perangkat femtocell mungkin berganutng kepada desain perangkat femtocell itu sendiri dan kondisi interferensi yang terjadi.

--
anugrah
23208306

Bhimo Wikan said...

setelah saudara anugrah mempresentasikan makalah ini dan setelah melalui diskusi, maka kita akan didapat kesimpulan sementara atau sebuah pertanyaan mengenai apakah teknologi ini cukup ekonomis untuk diimplementasi karena perbedaan interface pada tiap bagian dari jaringan (optik, radio, kabel tembaga)

Calculus said...

perangkat wibro bisa dilihat sebagai access point bagi jaringan wimax/wibro. dari beberapa sumber yang saya baca, interface dari perangkat tersebut ke jaringan adalah ethernet. operator tampaknya harus mempersiapkan interface ethernet (entah dari jaringan sendiri atau numpang jaringan operator lain). jika masalah ini bisa diatasi, masalah manajemen perangkat femtocell bisa dilakukan dari jauh karena sudah disiapkan fasilitas untuk itu. dengan menggunakan protokol IP, perbedaan teknologi akses di jaringan (kabel, optik, radio, dll) menjadi bukan suatu concern utama lagi

davidg said...

mantap, lanjutgan....

Post a Comment