Friday, February 12, 2010

Side-coupled Long-period Fiber Gratings for CWDM ADM

[Author: R. Ali Fikri Mubarak] Dalam teknologi optik, Wavelength Division Multiplexing adalah sebuah teknologi untuk menggabungkan beberapa sinyal pembawa berupa optik yang mempunyai panjang gelombang yang berbeda-beda di dalam sebuah saluran transmisi optik. Sedangkan CWDM merupakan WDM yang mempunyai efek dispersi yang kecil disebabkan jarak antar kanal yang besar, oleh karena itu CWDM menjadi lebih murah karena tidak memerlukan pengendalian presisi temperatur laser untuk mengurangi efek dispersi. Terdapat empat jenis kategori komponen untuk menjalankan fungsi multiplexing dan demultiplexing pada WDM, yaitu thin-film interference filter, fiber Bragg grating, arrayed waveguide grating, dan long-period fiber grating (LPG). LPG disukai karena proses fabrikasi yang cukup mudah, back-reflection rendah, dan isolasi yang baik.

Umumnya LPG digunakan sebagai band-rejection filter, yaitu dengan cara meng-couple daya dari satu serat optik (core mode) ke serat yang lain (cladding mode) pada panjang gelombang yang diskret. Selain band-rejection filter, LPG juga berfungsi sebagai band-pass filter, sehingga apabila fungsi filter tersebut digunakan secara bersamaan, maka akan menjadi fungsi add/drop filter. Sebelumnya telah ada demonstrasi untuk add/drop filter, akan tetapi hasilnya masih belum memuaskan. Dalam paper ini didemonstrasikan add/drop filter untuk CWDM dengan panjang gelombang yang dapat diatur. Filter ini berupa dua buah serat fiber yang berfungsi sebagai core dan cladding yang disusun secara berdampingan. Untuk meningkatkan efisiensi coupling, kedua serat tersebut dipilin dan ditambahkan cairan khusus untuk menyesuaikan indeks bias masing-masing serat. panjang gelombang untuk tuning dapat diatur dengan mengendalikan temperatur LPG.

Add/drop Filter for CWDM Systems Using Side-coupled Long-period Fiber Gratings; Florence Y. M. Chan, Myoung Jin Kim, and Byeong Ha Lee; Departement of Information and Communications Guangju Institute if Science and Technology (GIST)

    Share | Save

    Subscribe

2 comments:

spica said...

Isu grating menjadi krusial pada sistem fiber optik, karena dengan struktur grating yang baik akan sangat menentukan tingkat refraksi.

Dalam paper di atas dibahas masalah fungsi filtering. Disebutkan LPG, yang diklaim yang terbaik, dapat digunakan sebagai band-rejection dan band-pass secara bersama. Bagaimana pemilihan mode filter ini? apakah bisa ditentukan secara dinamis, berdasarkan suatu parameter input tertentu?

Disebutkan juga mengenai demonstrasi add/drop filter. Apa ukuran performance dari sistem yang didemonstrasikan?

-Nana-
23209054

fikri said...

Sebelumnya saya minta maaf ada kesalahan penulisan diatas, disebabkan keterbatasan pengertian istilah. Dua buah serat optik yang digunakan adalah transmission fiber dan tapping fiber.

Bandpass, artinya frekuensi tertentu diteruskan oleh sistem, sedangkan bandstop artinya frekuensi tertentu dihilangkan oleh sistem.
Dalam fiber optik, bandstop bisa berarti suatu sinyal optik keluar (drop) dari fiber karena tidak terpantul sempurna, sedangkan bandpass berarti ada sinyal optik yang masuk (add) dan tertangkap didalam fiber.

Pada struktur coupling ini, sinyal optik yang keluar(drop) dari transmission fiber masuk(add) ke dalam tapping fiber. Frekuensi sinyal tersebut dipengaruhi oleh suhu, indeks bias core dan cladding, serta periode dan panjang grating.

Ukuran performance adalah efisiensi daya sinyal yang di-coupling, yakni perbandingan antara sinyal yang ditangkap pada tapping fiber dan sinyal semula yang dikirim melalui transmission fiber.

-vyx-
23208005

Post a Comment