Thursday, February 11, 2010

Perkembangan FTTH di Korea

[Author: Anugrah Salbiyono] Peningkatan pelanggan broadband di Korea menjadikan operator telekomunikasi berlomba-lomba berinovasi untuk menyediakan bandwidth bagi pelanggannya. Sebagai pemain utama, Korea Telecom (KT) telah membangun fiber to the home (FTTH) dengan ethernet PON dan 100M wavelength division multiplexed passive optical network (WDM-PON) dengan dioda laser Fabry-Perot. Dengan teknologi ini, KT mampu menyediakan akses internet berkecepatan tinggi, IP-TV, dan Video on Demand (VoD) bagi pelanggannya, dengan garansi QoS yang memadai. Daerah yang menjadi proyek percontohan implementasi FTTH ini adalah Yong-In City.

KT memasang perangkat optiknya bersamaan dengan perangkat DSL-nya, untuk mengurangi biaya pemasangan. Mereka memasang optical line terminal (OLT) berkapasitas tinggi untuk efisiensi operasional. Secara bertahap, KT akan memindahkan posisi OLT ke titik backbone, untuk memotong biaya sistem transmisi WDM. Pada akhirnya, instalasi baru ke sisi pelanggan dapat lebih murah, dan dapat menjangkau pelanggan hingga 60 km. Pada percobaan yang telah dilakukan, rata-rata download/upload adalah 92.1 Mbps dan 88.5 Mbps.

J. Park, G. Y. Kim, H. J. Park, J. H. Kim, "FTTH deployment status & strategy in Korea: GW-PON based FTTH field trial and reach extension strategy of FTTH in Korea", IEEE Global Telecommunications Conference, Vol. 27, no. 1, November 2008, pp. 5615-5617

    Share | Save

    Subscribe

3 comments:

tendyzheng said...

FTTH telah menjadi salah satu teknologi utama untuk mengakomodasi permintaan bandwidth yg terus meningkat. Pemerintah Indonesia seharusnya sudah mengambil langkah-langkah yg perlu guna mengimplementasi FTTH ini, setidaknya di kota-kota besar.

Calculus said...

perkembangan FTTH di korea memang menarik untuk disimak. Korea menjadi salah satu negara dengan pelanggan broadband (termasuk FTTH) terbesar di dunia. operator telekomunikasi di Korea tidak ragu untuk berinvestasi besar demi kepuasan pelanggannya. hal ini tidak lepas dari ketatnya kompetisi di korea yang memaksa operator untuk terus berinovasi dan berinvestasi agar pelanggannya tidak pindah ke operator lain.

di Indonesia, FTTH hanya tersedia di area yang sangat terbatas, dan dengan harga mahal. tampaknya operator lebih berkonsentrasi ke koneksi internet nirkabel hingga beberapa tahun ke depan ketimbang berinvestasi ke FTTH.

--
anugrah
23208306

tendyzheng said...

Fiber optic menggunakan sistem multiplexing WDM. Dimana data ditransmisikan dalam beberapa window panjang gelombang yg berbeda.
Optik bekerja dalam 2 mode yakni single mode dan multimode. Pada single mode, informasi ditransmisikan melalui seberkas cahaya. Sedangkan pada multimode, dengan beberapa berkas cahaya.

Dalam presentasi tercantum XGPON, dari yg saya baca-baca, XGPON merupakan sebutan lain dari 10g pon. Silakan lihat di www.lightwaveonline.com/fttx/news dengan topik Uji coba Implementasi Verizon.

Post a Comment