Thursday, February 18, 2010

Perencanaan Minimisasi Biaya untuk PON



[Author: Nur Ibrahim] Seperti yang terlihat pada Figure 1, kita akan mengimplementasikan PON (Passive Optical Networks) untuk menghubungkan semua ONU (Optical Network Units) ke CO (Central Office) dengan optimal. Objektifitas dari optimisasi ini adalah untuk meminimasi total biaya pengimplementasian, yang terdiri dari (i) biaya hardware dari PON, seperti OLT (Optical Line Terminals) dan optical splitters, (ii) biaya penggelaran fibre, dan (iii) biaya fibre itu sendiri. Dari semua biaya diatas, pada umumnya biaya fibred an penggelarannya adalah yang paling mahal.Jadi, saat merencanakan pengimplementasisan PON, meminimasi jarak total untuk menggelar fibre adalah kunci untuk optimisasi. Beberapa batasan sistem PON yang perlu diperhatikan dalam optimisasi adalah (i) keterbatasan rasio pemecahan optic pada PON, (ii) coverage maksimal pada PON, dan (iii) jarak diferensial maksimal pada PON.Solusi untuk masalah optimisasi ini termasuk ke dalam jumlah total splitter yang dibutuhkan, lokasi geometris dan jenis splitter, dan hubungan koneksi dari masin-masing ONU ke splitter.



Kami mengemukakan dua solusi secara praktis. Yang pertama adalah intuitive sectoring algorithm, dimana sama dengan memotong sebuah kue. Diberikan seperangkat ONU yang didistribusikan dalam lingkaran penuh dan rasio pemecahan optic yang maksimal 1:Sr, potongan pertama dibuat dengan axis vertical positif jika kita asumsikan kue ini memiliki koordinat. Berawal dari potongan pertama ini, kita bagi kue ini menjadi beberapa potongan dengan masing-masing potongan mengandung Sr ONU, kecuali pada potongan terakhir, yang mungkin mengandung kurang dari Sr ONU jika jumlah total ONU bukan kelipatan dari Sr. Kita menggunakan solusi ini untuk menyediakan gambaran pengimplementasian untuk mengevaluasi efisiensi dari solusi kedua yang lebih efisien. Pada algoritma ini tidak memperhatikan keterbatasan pada sistem PON, termasuk jarak transmisi maksimal dan jarak diferensiasi maksimal.

Algoritma kedua, yang dinamakan RALA (Recursive Allocation and Location Algorithm), adalah pengembangan dari Cooper’s algorithm (yang digunakan untuk menyelesaikan MFLP (Multi-Facilities Location Problem) dalam pelajaran logistik). Figure 2 memperlihatkan flowchart dari RALA. Algoritma RALA dapat menemukan seperangkat splitter dan hubungan koneksi antara masing-masing ONU dan splitter yang efisien.

    Share | Save

    Subscribe

1 comment:

Pras said...

Implementasi PON untuk menghubungkan semua ONU ke CO, menjadikan pertimbangan tersendiri dalam praktiknya. Seperti yang telah dikemukakan di atas bahwa perlu dilakukan optimasi PON yang berdampak pada kebutuhan splitter untuk meminimalisasi biaya implementasi.

Bisa jadi ada beberapa algoritma yang dapat digunakan untuk melakukan optimasi tersebut. Terkait hal tersebut, ada pertanyaan apakah algoritma yang digunakan tersebut tertanam dalam perangkat? Atau hanya sebuah algoritma perencanaan?

Jika algoritma tersebut tertanam dalam perangkat, maka perlu diperhatikan kecepatan pemrosesan untuk melakuan koneksi.

Dan dari kedua algoritma tersebut bisa ditentukan tingkat efisiensinya? Algoritma mana yang paling efisien?

----
Prasetiyono Hari Mukti
232 08 302

Post a Comment