Friday, February 12, 2010

Optimalisasi Transmisi Video Melalui WSN

[Author: Prasetiyono Hari Mukti] Wireless Sensor Networks (WSNs) adalah sebuah kelas jaringan yang memungkin untuk digunakan pada berbagai aplikasi potensial dalam bidang kesehatan, militer dan pemantauan lingkungan. Secara umum, jaringan ini sering digunakan untuk melakukan pengamatan dalam kondisi daerah pengamatan dan tempat pengamat berada pada posisi yang saling berjauhan, sehingga dibutuhkan media yang memadai untuk dapat mengirimkan data-data hasil suatu pengamatan. Secara umum pula, data-data hasil pengamatan tersebut ada yang berupa gambar 2 dimensi maupun gambar video.

Dalam penggelaran jaringan sensor wireless, efisiensi spektrum frekuensi sangat perlu untuk dapat dijadikan pertimbangan dalam hal bandwidth, karena alokasinya yang sangat terbatas. Pada saat ini, data-data pengamatan berupa video (seperti kondisi lalu lintas) terkirim dengan resolusi yang sudah cukup baik, meskipun gambar video yang teramati masih memiliki delay yang cukup signifikan, sehingga gambar terlihat putus. Dan sudah barang tentu, users sangat menginginkan bentuk gambar yang tidak terputus-putus.

Oleh karena itu, dalam materi artikel yang akan disusun kemudian hari, akan dibahas mengenai skema efektif scheduling paket untuk meminimasi distorsi video dan konsumsi daya melalui multipath jaringan sensor multimedia nirkabel. Efesiensi skema scheduling paket video ini ditentukan pula oleh efiensiensi dari algoritma yang digunakan. Hal itupun yang akan dibahas dalam artikel tersebut.

Dikutip dari Paper Ilias Politis, Michail Tsagkaropoulos, dan Stavros Kotsopoulos (Prosiding konferensi IEEE “GLOBECOM” 2008)

    Share | Save

    Subscribe

4 comments:

Rahmat said...

Di masa depan WSN akan menjadi sistem yang sangat berguna dalam interaksi manusia dengan lingkungan. WSN sebenarnya adalah entitas makro yang dibentuk dari ratusan/ribuan entitas mikro yang disebut Intelligent Sensor Nodes (ISN) atau umumnya disebut node saja. Setiap ISN tersebut memiliki 3 fungsi utama: “communication”, “computation”, dan “sensing”. Karena ISN-ISN tersebut dapat berkomunikasi satu sama lain, WSN yang menghimpun ISN dalam jumlah banyak memungkinkan kita untuk mengumpulkan data dengan resolusi tinggi.

Aplikasi WSN untuk transmisi video umumnya digunakan dalam “video surveillance”, baik untuk keamanan maupun pantauan lingkungan (kebakaran hutan dsb). Dari literatur yang saya baca, masalah utama pada aplikasi ini adalah terlalu banyaknya data yang harus diolah oleh pengamat atau operator sistem. Memang WSN dapat menyediakan pada kita data yang sangat banyak dan real-time mengenai kondisi suatu daerah, namun karena hal ini sang operator sistem dapat menjadi bingung dan lambat dalam menganalisis (bayangkan jika kita memantau 100 video sekaligus). Karena itu menurut saya aplikasi WSN untuk video ini perlu diarahkan menjadi data-sentris. Maksudnya tidak semua informasi video ditransmisikan ke operator, namun node atau ISN menyaring data yang relevan saja untuk dikirim ke operator. Misalnya ISN menerapkan algoritma “motion-detection” sehingga perubahan gerakan yang signifikan saja dari objek pengamatan yang ditransmisikan, tidak perlu kondisi setiap saat.

Lebih jauh, saya pikir issue yang cukup penting juga dalam aplikasi WSN untuk transmisi video ini adalah algoritma kompresi data, mengingat ukuran data gambar dan video jauh lebih besar dari informasi teks dan dapat menghabiskan resource. Selain itu perlu juga skema transmisi adaptif untuk melakukan retransmisi, misalnya ketika data gagal dikirim akibat gangguan cuaca dan sebagainya.

Rahmat Mulyawan
- 232 08 346 -

spica said...
This comment has been removed by the author.
spica said...

Isu utama dalam WSN untuk transmisi video adalah masalah kompresi data. Salah satu algoritma yang banyak dipakai adalah MPEG-4/H.264 AVC. Dalam algoritma ini, kompresi data dilakukan dengan berbasis motion estimation, artinya data yang dikirim hanya perbedaan image antar frame.

Dalam paper di atas disinggung masalah konsumsi daya. Saat ini isu low power menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap implementasi sistem. Pada sistem WSN, konsumsi daya berkaitan erat dengan karakterisasi sistem, Seperti , apakah sistem digunakan asecara real-time atau hanya berdasarkan permintaan user, tingkat kompleksitas data processing, dsb. Oleh karena itu untuk menurunkan tingkat konsumsi daya secar signifikan, perlu dilakukan pengaturan daya terutama untuk mengatur 'power mode' setiap sensor.

Yang terakhir, yang perlu diperhatikan dalam sistem WSN adalah masalah kemamupuan error/failure reporting dan auto configuration. Dengan kemampuan ini sistem WSN akan lebih efisien dan memudahkan maintenance sistem

-Nana-
23209054

Pras said...

Ralat :

Dalam hal konsumsi daya, maksudnya bukan meminimalisasi, tetapi mengefisienkan sebagai akibat menggunakan algoritma yang diusulkan. Efisien relatif terhadap kondisi lainnya.

Post a Comment