Thursday, February 11, 2010

MeshMan: A Management Framework for Wireless Mesh Networks

[Author: Ulil Surtia Zulpratita] Dalam wireless LAN (WLAN), access point (AP) yang terkoneksi ke Internet digunakan untuk menyediakan layanan jaringan kepada user. Namun sistem seperti ini memiliki jangkauan yang terbatas. Salah satu solusi untuk menyelesaikan permasalahan ini adalah dengan menggunakan Wireless Mesh Network (WMN). Dengan menggunakan topologi mesh dan modus operasi adhoc, penggunaan jaringan nirkabel dapat menambah jarak jangkauan menjadi lebih jauh meskipun tanpa menggunakan AP. WMN terdiri dari 2 jenis node yaitu mesh router dan mesh client. Mesh router adalah pembentuk backbone WMN dengan mobilitas yang terbatas sementara mesh client bersifat statis maupun bergerak dan membentuk jaringan client mesh antara mereka. Mesh router dilengkapi dengan fungsi gateway dan bridge sehingga integrasi WMN dengan jaringan yang lain seperti internet, seluler, IEEE 802.11, IEEE 802.15, IEEE 802.16 dan lain sebagainya bisa diwujudkan dengan mudah. Kelebihan yang dimiliki oleh WMN, antara lain self-organized dan self-configured. Selain itu, WMN dikenal juga dengan sifat self-healing, yaitu bagaimana jaringan ini memungkinkan untuk dapat melakukan rerouting maupun usaha lain untuk menjaga jaringannya tetap reliable. Hal tersebut diharapkan dapat membuat WMN ini memiliki keunggulan lebih seperti robustness, reliability serta service coverage yang lebih baik.

Seiring dengan makin populernya WMN, muncul kebutuhan untuk menyediakan centralized management solutions, yang memfasilitasi networks administrators dalam melakukan control, troubleshoot dan mengumpulkan statistik dari jaringan. Pengaturan WMN memiliki tantangan-tantangan yang unik berkaitan dengan keterbatasan bandwidth resources dan kualitas kanal yang dinamis. Solusi manajemen yang tangguh harus berfungsi meskipun terjadi kegagalan pada network layer. Dalam paper ini, penulis menawarkan MeshMan, suatu network layer agnostic, sebagai solusi manajemen jaringan untuk mengatasi unreliable wireless channels, link dan network level yang dinamis dalam WMN. MeshMan menggabungkan konsep source routing dengan hierarchical addressing, serta menyediakan suatu native efficient query interface. Prototipe dari MeshMan sudah diimplementasikan sebagai user space daemon pada Linux dan dievaluasi dengan menggunakan 12-node WMN testbed. Hasil studi uji coba menunjukkan bahwa performa MeshMan sebanding atau bahkan lebih baik dibanding Simple Network Management Protocol (SNMP) dalam manajemen overhead dan response times pada saat jaringan stabil. Dan menunjukkan performa yang jauh lebih baik dibanding SNMP pada saat menangani jaringan yang dinamis.

    Share | Save

    Subscribe

No comments:

Post a Comment