Friday, February 12, 2010

Keamanan Jaringan Akses Optik FTTx

[Author: Luky Rahmawan] PON atau passive optical network adalah solusi yang baik untuk memenuhi kebutuhan bandwidth yang selalu meningkat bagi pengguna rumahan atau pun bisnis. Dengan cost yang lebih baik dibandingkan dengan jaringan optik yang menggunakan komponen aktif, PON menjadi salah satu kandidat untuk perealisasian jaringan FTTx. Dengan x dapat berupa H (home), C (curb) atau B (building).

Dari segi teknis, PON adalah menggunakan saluran fiber optik dengan satu panjang gelombang secara bersama degan perangkat end user yang akan memilih paket mana yang akan digunakan olehnya. Namun teknik tersebut sangat rentan dengan penyadapan. Untuk itu, selain kriptografi, pengamanan pada tingkat jaringan dibutuhkan dalam FTTx untuk mempersulit setiap end user mengambil paket-paket yang tidak ditujukan kepadanya. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah dengan menggunakan teknik mengganti-ganti (hopping) panjang gelombang secara lambat dan panjang gelombang yang diurutkan secara berulang pada setip paket/ frame ethernet yang dikodekan pada setiap panjang gelombang tersebut. Nantinya, setiap optical network unit (ONU) akan memiliki urutan panjang gelombang sendiri yang dihasilkan oleh kode pemetaan matriks ke satu matriks grid panjang gelombang jaringan. Pada sebuah ONU akan ada beberapa panjang gelombang yang secara berulang dipakai namun dengan urutan yang berbeda. Teknik tersebut akan memperkecil probabilitas pelacakan pola hopping. Teknik ini juga dapat dikombinasikan dengan teknik enkripsi blok cipher, seperti AES, untuk meningkatkan keamanan algoritma enkripsi. 

    Share | Save

    Subscribe

2 comments:

bhimo.hantoro said...

Apakah dengan metode keamanan seperti ini dijamin tidak akan mengakibatkan kongesti yang berujung menurunnya throughput?

Bhimo Wikan said...

setelah saudara luky mempresentasikan makalahnya dan melalui diskusi, saya dapat menambahkan bahwa dengan metode ini akan terjadi trade-off antara kemanan dan keandalan jaringan optik tersebut

Post a Comment