Thursday, February 18, 2010

IPTV: The Challenges and Oppotunity

[Author: Aghintha Pradewi] Kemajuan teknologi akses Internet Broadband dan Voice-over-IP (VoIP) telah membuat Internet Protocol Television (IPTV) menjadi mungkin, sehingga diharapkan dapat menjadi Killer-application berikutnya untuk para penyedia layanan internet di metropolitan area.

IPTV merupakan element penting dari Triple atau Quadruple Play Strategy untuk penyedia jasa secara global. Pengenalan layanan baru ini pada metode tradisional yang tengah berkembang ini memiliki elemen infrastruktur yang berbeda untuk setiap layanannya. Misalnya database pelanggan, billing system interface, customer care dan provisioning sistem yang terpisah-pisah untuk setiap aplikasi. Hal ini tentu saja menambah jumlah SDM dan waktu yang dibutuhkan untuk membangun aplikasi baru tersebut. Dan juga, untuk setiap aplikasi baru yang bertambah akan membuat network menjadi lebih kompleks, dikarenakan oleh interaksi antara aplikasi baru tersebut dan aplikasi-aplikasi lain yang telah ada.

Objektifitas dari pembahasan ini ialah untuk menganalisa kritikal arsitektural dan design isu dalam mengembangkan layanan pribadi (personalized service) yang atraktif (attractive), berkualitas tinggi (high-quality), terus-menerus (viable) dan layak (feasible). Untuk itu, fokus kepada beberapa isu dari implementasi IPTV dalam hal keamanan, keandalan dan kualitas layanan (QoS) atau kualitas pengalaman (QoE), serta tantangan teknikal dan bisnis untuk semua pihak termasuk pelanggan dan penyedia layanan IPTV lainnya.

    Share | Save

    Subscribe

1 comment:

sinung said...

Jaringan IP memungkinkan untuk mengirimkan lebih banyak konten dan aplikasi. Di jaringan TV biasa atau di jaringan TV satelit yang menggunakan teknologi broadcast, semua konten secara konstan dikirim ke tiap pelanggan, dan pelanggan memilih konten tersebut di set-top box. Semua konten yang ditawarkan oleh penyedia layanan dikirim ke pelanggan. Berbeda dengan jaringan IP, konten yang ditawarkan tetap berada pada jaringan tetapi hanya konten yang dipilih oleh pelanggan yang benar-benar dikirim ke sisi pelanggan, hal ini jelas akan menghemat bandwidth. Selain itu pelanggan akan memiliki kebebasan penuh untuk memilih apa yang ingin ia lihat.

Post a Comment