Thursday, February 11, 2010

Broadband Overview - G1

[Authors : Febriansyah Djaturahman, Adhipta Semidang Putra (G1)] Telekomunikasi memiliki karakteristik yang berbeda dengan Power Engineering, walaupun keduanya sering menggunakan tower yang tinggi dalam transmisi. Walaupun menggunakan tower yang terbilang sama tinggi, fungsi kedua tower ini jauh berbeda. Telekomunikasi menggunakan tower ini sebagai sarana transport informasi, sedangkan Power menggunakan tower untuk powerlined.

Inti dari telekomunikasi adalah mentransfer informasi dari titik A hingga titik B dengan minimalisasi distorsi, secepat mungkin informasi itu sampai dan semurah mungkin media yang digunakan untuk mentransfer informasi tersebut dan tidak ada yang bisa melihat proses fisik transfer informasi tersebut. Berbeda dengan Power Engineering, yang menganggap distorsi dan perubahan fasa merupakan bukan suatu masalah berarti.

Prinsipal Telekomunikasi untuk mentransport informasi. Informasi ini bisa merujuk pada voice, data, video, images, message dll. Dengan peralihan teknik switching dari Circuit Switching, yang bersifat dedicated resources, ke Packet Switching yang bersifat shared resource, sedangkan jenis informasi semakin banyak dan merujuk pada pertimbangan investasi juga, maka kini dunia menuju pada suatu era all convergence information.

Sejarahnya dahulu dimulai semenjak A.G.Bell menemukan telepon, life cycle telephony dimulai dan terbilang cukup lama 1876-1988. Kemudian disusul dengan Internet & Cell Era (1988-2007). Dan kini kita memasuki Multimedia Era. Terlihat bahwa life cycle era dari waktu ke waktu semakin pendek, menunjukan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Perkembangan teknologi ini juga akan memicu perkembangan komunitas dan budaya manusia.

Ada beberapa faktor yang menunjang perkembangan teknologi. Aspek pertama adalah evolusi komputer space yang sesuai dengan hukum Moore, 2x kemampuan komputer bertambah dalam 18 bulan. Kemudian evolusi storage space, sesuai hukum storage, 2x kapasitas akan bertambah dalam 12 bulan. Disusul evolusi bidang komunikasi dengan rata-rata dahulu transfer bitrate dalam bit/sec dan kini telah Mbit/sec. Dan tidak lupa evolusi dibidang Aplikasi Internet, yang biasanya berawal dari research di university, kemudian digunakan militer dan yang terakhir menjadi konsumsi publik.

Perkembangan teknologi komunikasi pada awalnya hanya berbicara tentang konektivitas, dengan hadirnya LAN, Mobile Voice, Fixed Voice dan Internet. Kemudian perkembangan mengarah pada Broadband (convergence network), dengan hadirnya HSDPA, DSL, Wifi dan 3G. Broadband berbasis best effort service, artinya tidak ada jaminan bagi user mengenai bandwidth yang diberikan. Berbeda dengan suksesornya, Blended Broadband yang mampu member garansi bandwidth pada user sesuai dengan jenis layanan yang di purchase oleh user.

Broadband telah merambah kemana-mana, dimana-mana dan segala usia. Untuk memenuhi segala demand akan broadband, broadband didukung oleh infrastruktur fixed maupun wireless. Ekspektasi bagi kedua infrastruktur ini tidak bisa disamakan. Bila user menginginkan bandwidth yang lebar, maka fixed infrastructure akan cocok dengannya. Namun sebaliknya bila user lebih mementingkan flexibilitas, maka wireless patut jadi pilihannya.

Broadband adalah sebuah persepsi. Bandwidth broadband akan terus meningkat 6-8x setiap 5-6 tahun. Bandwidth bukanlah aspek tunggal pada jaringan dan service broadband. Cost delivery network performance untuk jaringan broadband dan cost effective service delivery untuk layanan broadband.

Contoh peningkatan bandwidth adalah dari 2Mbps hingga 100Mbps sekarang. Mulai dari penggunaan VoIp, lalu HDTV, kemudian 3D HDTV hingga Multiple Application Usage, seperti pada Layanan Disaster Recovery in Banking dengan karakteristik geografis jauh dan membutuhkan bandwidth besar.

Sehingga rumus utama mengenai teknologi broadband adalah QoS+BW per subscriber per service.

Service broadband juga mengalami evolusi, dari best effort based menjadi blended broadband. Dari unmanaged service tanpa garansi persubscribe hingga menjadi managed service pada blended broadband, dengan mendapat garansi QoS per service. Evolusi ini bisa dianalogikan dengan sebuah bundle kabel yang mampu menjamin QoS persubscriber, perservice dan peraplikasi (Youtube,YM, Skype dll) pada Hierarchical QoS, dibandingkan dengan pendahulunya yang hanya menjamin QoS persubscribe, perservice (Ordinary QoS) atau dengan pioneernya saat bundle kabel digunakan hanya untuk single service.

Network model pada teknologi broadband terdiri dari 3 inti utama, yaitu user-akses-provider. Ujung pertama adalah user yang terdiri dari berbagai macam device. Kemudian user mengakses jaringan dan dilakukan agregasi dalam satu blok diagram metro. Lalu diteruskan ke edge atau router, sebelum masuk ke jaringan backbone dan menuju ke endpoint satunya lagi, biasanya server internet dll.

Kunci dari teknologi ini adalah tidak lepas dari 3 hal, yaitu, IP (internet protocol), Ethernet yang low cost, well established dan support large bandwidth, kemudiang yang terakhir adalah MPLS untuk management dan QoS.

Broadband juga terimplementasi pada socio economic aspek, seperti mesin ATM, Traffic Light dll. Semakin tahun efek positif broadband juga bisa dirasakan di dunia kesehatan dan pendidikan dengan hadirnya e-medicine dan e-learning. Beberapa negara telah menjadi kan broadband pada socio economic menjadi program pemerintah. Untuk menjalankan ini, dibutuhkan regulasi pemerintah agar harga dapat terkontrol dengan adanya kompetisi dan dengan adanya open network, sharing jaringan perusahaan incumbent suatu negara, serta agar teknologi tetap terjaga agar tidak jauh dari standar.

Opini

Perkembangan teknologi terlihat sangat mempengaruhi kehidupan sebuah komunitas dan mengubah kebudayaan sebuah masyarakat. Perkembangan teknologi telekomunikasi menuju blended broadband ini masih sangat bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang mungkin masih belum terpikirkan saat ini. Karena itu teknologi ini masih harus terus dieksplor dan dicari manfaatnya yang disesuaikan dengan kebutuhan manusia. Namun begitu kemajuan dibidang broadband ini juga harus diimbangi dengan perkembangan dibidang teknologi lainnya agar bisa saling mendukung untuk mendatangkan manfaat yang optimal.

    Share | Save

    Subscribe

12 comments:

Rizqi said...

Grup 10
Rizqi Hersyandika (13206040)
Aldy Pradana (13206079)

Perkembangan broadband di Indonesia memang tidak secepat perkembangan broadband di negara-negara lain.

Menurut kami, salah satu faktor yang menghambat perkembangan broadband adalah belum meratanya infrastruktur untuk mengakses broadband. Oleh karena itu, kami sependapat dengan Pak Willy yang menyatakan pengembangan broadband sebaiknya dilakukan di kota-kota besar terlebih dahulu.

Usaha yang dilakukan pemerintah dalam menghadapi masalah ini antara lain adalah pembangunan Palapa Ring dan tender Broadband Wireless Access.

Mengutip dari analisis Mason (http://www.analysysmason.com/), diperkirakan pada tahun 2015, separuh dari koneksi akan mengunakan mobile Broadband. Dari sini juga diperkirakan terdapat sekitar 148 juta pengguna koneksi mobile broadband pada tahun 2014 di benua Eropa.

Oleh karena itu, prospek bisnis di bidang Broadband ini sangat cerah di masa mendatang.

mshiddiqsh said...

Kami setuju dengan seluruh tulisan di atas, berhubung hanya merupakan rangkuman dari kuliah yang kami yakini memiliki referensi yang terpercaya ditambah opini singkat yang juga benar.

Namun,kami menilai ada hal yang kurang dari informasi mengenai perkembangan teknologi broadband di atas,yaitu sisi lain dari efek yang mungkin terjadi dari perkembangan teknologi tersebut : efek samping.

Untuk itu,kami akan sedikit menambahkan opini kami mengenai hal tersebut,terutama menyangkut teknologi broadband yang terimplementasi pada bidang socio economic.

Salah satu sumber permasalahan di bidang jaringan data massal seperti internet adalah keterkaitannya seluruh end-party di jaringan tersebut yang memungkinkan sebuah end user (dengan dukungan teknologi dan kemahiran mereka) untuk mengakses ujung lain dari jaringan tersebut dan mengacaukan lalu lintas data yang ada dengan tujuan tertentu. Bayangkan bila hal ini terjadi pada fasilitas E-medicine yang disebut di atas? Seseorang dapat terbunuh hanya dengan keisengan seseorang untuk mengganti resep yang seharusnya diberikan kepada sang pasien. Atau bayangkan bila jaringan lalu lintas dikontrol oleh suatu server utama, yang kemudian dikacaukan oleh seseorang sehingga mengakibatkan kecelakaan lalu lintas massal?
Hal-hal tersebut di atas merupakan efek dari perkembangan teknologi yang mau tidak mau ke arah dua sisi,yaitu negatif dan positif.
Solusinya tentu dapat diusahakan dengan banyak cara, seperti memastikan sisi kita (positif) mempunyai para ahli di bidang ini, atau membuat sistem keamanan berlapis yang minimal dapat mempersulit kejahatan yang mungkin terjadi.

Efek samping yang mungkin terjadi berikutnya adalah ketergantungan kita sebagai pengguna, kita akan terbiasa dengan pengambilalihan transaksi informasi oleh jaringan data massal tadi dan merasa nyaman di dalam nya, sehingga bila suatu hari terjadi sesuatu yang merusak sistem ini kita akan kesulitan untuk melakukan aktifitas seperti biasanya. Hal ini dapat ditanggulangi dengan selalu menyiapkan protokol manual untuk segala otomasi yang kita buat,dan menggunakan teknologi ini hanya untuk sektor-sektor yang benar-benar diperlukan,jangan sampai kita mengusahakan agar segala hal dalam hidup kita digantungkan kepada teknologi ini.

Kesimpulannya,semua perkembangan akan mendatangkan efek samping yang tentu saja harus dipersiapkan pemecahannya.

Terima kasih.

Kelompok 7:
Shendiary Aviolanda (13206050)
M. Shiddiq S.H. (13206074)

dtha said...

Kelompok 13:
Ditha N (13205010) & Roy BVB (13206203)

"Namun begitu kemajuan di bidang broadband ini juga harus diimbangi dengan perkembangan di bidang teknologi lainnya agar bisa saling mendukung untuk mendatangkan manfaat yang optimal."

Menurut kami, perkembangan teknologi perlu diimbangi juga dengan pemanfaatan teknologi yang sesuai dan tepat guna dari pihak konsumen. Hal ini dibuktikan dari maraknya penyalahgunaan teknologi yang memberikan dampak buruk bagi kehidupan manusia.

Salah satu solusi yang menurut kami dapat dilakukan adalah dengan melakukan sosialisasi dan pemberian pelatihan seputar teknologi yang diluncurkan ke masyarakat, misalnya dalam hal ini teknologi broadband yang selalu mengalami perkembangan dari hari ke hari. Dengan demikian sebuah teknologi benar-benar dapat mendatangkan manfaat bagi semua lapisan masyarakat, bukan sekedar menjadi gaya hidup dan sarana untuk mencari keuntungan oleh pihak tertentu. Terima kasih...

djepri said...

Kelompok 7:
Jeffrey Kurniawan (13206128)& Tommy Hartanto (13206102)

1. kami tidak menyanggah apa yang telah disampaikan oleh G1. menurut kami, apa yang telah dituliskan di atas sudah mencerminkan isi kuliah hari selasa lalu. kami juga setuju dengan opini singkat yang disampaikan G1.

2. kami setuju dengan komentar dari G7. G7 telah menyingkap sisi lain dari kehadiran sebuah teknologi, bahwa sebuah teknologi juga dapat menjadi "mala petaka" bagi manusia.

3. kami mendukung solusi yang disampaikan G13, bahwa perlu diadakan sosialisasi dan penyuluhan secara sistematis mengenai kehadiran teknologi ini sehingga teknologi dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia.

kemudian kami ingin memperkuat komentar dari dua group di atas.

teknologi itu ibarat sebuah pedang bermata dua - dapat mendatangkan kebaikan ataupun kehancuran. semua bergantung kepada manusia sebagai pengguna.

kami cukup tersentil dengan implementasi Broadband for socio-economic develpoment. istilah "socio" pada kalimat tersebut sangat menggugah kami untuk kembali menyingkap sisi negatif dari sebuah teknologi khususnya teknologi telekomunikasi.

memang benar bahwa telekomunikasi telah banyak membantu manusia dalam berkomunikasi tanpa mengenal jarak dan juga telah memajukan kesejahteraan manusia.

namun, kehadiran teknologi ini dan perkembangannya telah memberikan sisi negatif bagi manusia.

telekomunikasi di samping mendekatkan orang yang jauh, tetapi juga telah menjauhkan orang yang dekat. bukankah kita sering mengalami dicuekin oleh teman yang sedang sibuk dengan gadgetnya, padahal kita sedang berbicara dengannya?

telekomunikasi melalui internet telah membuka jendela dunia bagi setiap orang. tapi, bukankah akses anak-anak di bawah umur terhadap pornografi menjadi terbuka lebar?

memang benar, telekomunikasi telah meningkatkan bisnis seseorang. tp bukankah perkembangan gadget yang sangat cepat berganti telah menyebabkan sebagian masyarakat menjadi konsumtif demi trend, gaya/style, dan gengsi?

inilah yang perlu kita waspadai bersama bahwa kemajuan teknologi dapat membawa sisi negatif pada kehidupan sosial.

semoga dengan contoh kecil di atas, kami dapat membawa pesan bahwa dewasa ini teknologilah yang menghampiri manusia. manusia rasanya tidak dapat lagi menolak teknologi.

akan tetapi, bersikap bijak dengan teknologi; itu adalah pilihan. maka, jadilah bijak menghadapinya. Jangan menjadi korban teknologi.

terima kasih . . .

dimas said...

Kelompok 6
Dimas T (13206061)
Rifqy H (13206043)

saya rasa evolusi broadband dapat mendukung Tren pelaku komunikasi yang mengarah ke Triple Play. Namun, untuk penerapan broadband di Indonesia, saya pikir, masih jauh dari kenyataan . Mungkin bisa untuk di kota-kota besar seperti jakarta atau bandung. Tapi, harus di cermati juga tujuan pemerataan di bidang pembangunan , agar seluruh lapisan masyarakat juga turut menikmati pembangunan.

Mungkin dengan adanya WIMAX yang juga dikembangkan oleh anak bangsa, bisa mendukung pemerataan pembangunan. Karena selain merupakan produk indonesia, juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi belanja teknologi dari luar negri.

Andromeda said...

Kelompok 18
Niki Adytia P (13206077)
Deon Arinaldo (13206199)

Secara umum, kami setuju dengan pendapat teman-teman di atas. Teknologi Blendid Multimedia Service merupakan jawaban dari permasalahan di dunia komunikasi saat ini, di mana dengan menggunkana teknologi ini setiap orang dapat mengakses informasi apapun dengan jaminan QoS yang proporsional dengan jenis informasinya.

Harapan kami, selanjutnya pemerintah mengeluarkan kebijakan anti monopoli dalam "lahan bisnis" komunikasi (terutama yang fixed) sehingga kesempatan kompetisi antar penyedia layan lebih terbuka lebar. Akibatnya, teknologi komunikasi di Indonesia dapat berkembang pesat dan Blendid Multimedia Service ini dapat dirasakan oleh setiap lapisan masyarakat.

Tidak kalah pentingnya, pemerintah harus dapat mengawasi konten-konten dari informasi yang beredar di initernet. Alangkah mirisnya jika teknologi broadband ini malah digunakan untuk hal-hal yang merugikan seperti pornografi, perjudian, dll. Akan lebih baik, jika teknologi ini jika terealisasi dapat digunakan untuk edukasi, bisnis, dan hal-hal produktif lainnya untuk mengejar ketertinggalan kita dari negara-negara maju dalam bidang informasi.

Terima kasih...

risyad17 said...

G5:
Arya Zaenal Risyad (13206054)
Fikri Ramadhan (13206191)

G1 telah melakukan review dengan baik mengenai kuliah yang kami ikuti 9 Februari lalu, seluruh poin-poin penting dari kuliah tersebut sudah dituliskan dan disimpulkan dengan baik. Kami juga setuju dengan opini yang diungkapkan oleh G1.

Mengenai 'efek samping' dari teknologi yang coba diopinikan oleh G7, kami sependapat dengan mereka. "With great power comes great responsibilities", ungkapan ini rasanya cocok dengan kaitan antara perkembangan teknologi dengan efek samping yang mungkin ditimbulkannya. Teknologi yang semakin canggih tentunya akan memudahkan manusia untuk melakukan kegiatannya, tetapi disisi lain ada efek-efek negatif (atau bahaya) yang bisa ditimbulkan.

Mudah saja untuk mencari contohnya, film "Eagle Eye" misalnya, film ini menggambarkan bahayanya jika semua alat-alat elektronik yang berbasis IP terhubung dengan sebuah server tunggal. Dalam film tersebut, traffic light, kereta, mobil, kamera, handphone, running text, dll sudah berbasis IP dan semua terhubung pada sebuah server. Hal ini bukan tidak mungkin terwujud, mengingat tren memang mengarah kesana. Dalam film tersebut juga digambarkan bagaimana jika server yang terhubung ke semuanya tersebut dimanfaatkan untuk hal yang negatif. Oleh karena itu kami setuju dengan G7, yaitu membuat sistem keamanan berlapis yang tentunya dapat meminimalkan kejahatan yang mungkin terjadi di era perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Terima kasih

dbuz2006 said...

"Broadband juga terimplementasi pada socio economic aspek, seperti mesin ATM, Traffic Light dll. Semakin tahun efek positif broadband juga bisa dirasakan di dunia kesehatan dan pendidikan dengan hadirnya e-medicine dan e-learning. Beberapa negara telah menjadi kan broadband pada socio economic menjadi program pemerintah. Untuk menjalankan ini, dibutuhkan regulasi pemerintah agar harga dapat terkontrol dengan adanya kompetisi dan dengan adanya open network, sharing jaringan perusahaan incumbent suatu negara, serta agar teknologi tetap terjaga agar tidak jauh dari standar. "

kami setuju dengan pernyataan tersebut, dan dalam sebuah penelitian juga disebutkan bahwa peningkatan teknologi telekomunikasi dapat menyebabkan kenaikan tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara. Namun di Indonesia saat ini, bandwidth yang tersedia masih belum cukup memenuhi kebutuhan pelanggannya. Bila dibandingkan dengan di Jepang dimana jaringan telekomunikasi nya memiliki bandwidth tertinggi untuk saat ini di dunia, dapat dilihat jelas perbedaan tingkat ekonominya (tentunya selain faktor perkembangan telekomunikasinya, terdapat faktor-faktor lain pula yang ikut mempengaruhi).

Selain itu pemerintah harus ikut mendukung pula perkembangan teknologi telekomunikasi di Indonesia dengan memberikan regulasi yang menguntungkan Indonesia, seperti memberikan kesempatan lebih besar bagi vendor-vendor dan provider-provider lokal untuk bersaing secara sehat. Persaingan yang tidak sehat pada akhirnya akan memberikan kerugian pada pelanggan itu sendiri, dimana peningkatan pelanggan tidak diimbangi oleh peningkatan kapasitas jaringan yang berpengaruh pada menurunnya QoS.

Mengenai efek negatif dari perkembangan teknologi itu sendiri, kami rasa pemerintah pula harus bisa mencari jalan keluar untuk meminimalisasi kemungkinan yang mungkin terjadi dengan menetapkan kebijakan tertentu. Diluar itu, kembali kepada manusia itu sendiri. kami sendiri berharap ke depannya manusia-manusia Indonesia akan lebih memiliki akhlak yang lebih baik untuk tidak memanfaatkan teknologi ini sebagai sarana untuk melakukan perbuatan negatif dan hanya menguntungkan diri sendiri.

Say NO to korupsi!!!

Grup 29
Susiana Ekasari 13206042
Muhamad Nur Hidayat 13206059

glowzindedark said...

saya tertarik dengan kata-kata penjaminan QoS persubscriber. contohnya, bila seseorang hanya berlangganan VoIP, maka provider akan menjamin delay dan jitter pada koneksi tersebut, sedangkan tetangganya (menggunakan kabel yang sama), berlangganan internet, sehingga provider yang sama menjamin delay dan error correction. hal ini dilakukan dengan menerapkan teknologi vpn (virtual privat network) sehingga setiap pelanggan mendapatkan apa yang ia butuhkan.
prinsipnya bahwa setiap pelanggan memiliki sendiri jaringannya sampai ke provider.teknologi ini akan sangat dibutuhkan pada blended broadband service.

spica said...

Pada dasar nya setuju dengan pendapat yang disampaikan di atas. Hanya menggarisbawahi bahwa penetrasi broadband secara umum ditentukan oleh 3 faktor, yaitu :
1) Pemerintah, sebagai pemilik kebijakan
2) Tingkat kebutuhan masyarakat akan layanan broadband
3) Kesiapan pelaku industri telekomunikasi, sebgaia penyedia jasa layanana dan pemilik infrastruktur.

Jika melihat kondisi layanan broadband di Indonesia saat ini, tampakanya faktor utama yang mengakibatkan belum tingginya penetrasi broadband adalah karena kebijakan pemerintah yang belum mendukung dan tingkat kebutuhan yang belum tinggi (dan belum merata).

--
Sinung Tegar (23209021)
Lucky Andiani (23209053)
Nana Sutisna (23209054)

ismi_mazaya said...

Secara umum saya setuju dengan tulisan di atas. Teknologi telekomunikasi memang akan terus berkembang di dunia dan Indonesia khususnya, hal ini disebabkan oleh kebutuhan dan tingkat kepuasan manusia yang juga makin meningkat. Akan tetapi implementasi broadband di Indonesia dapat dikatakan belum maksimal karena masih sangat sedikit penduduk yang memanfaatkan layanan broadband access tersebut.

Kemudian sedikit menambahkan bagian pendahuluan yang diungkapkan kelompok G1 bahwa telekomunikasi memiliki karakteristik yang berbeda dengan power engineering, dimana pada sektor telekomunikasi faktor distorsi sangat berpengaruh pada kualitas informasi yang dikirimkan sedangkan pada power engineering distorsi bukanlah masalah yang begitu berarti. Memang benar demikian karena pada telekomunikasi frekuensi yang digunakan umumnya merupakan frekuensi tinggi, dimana nilai redaman/loss/distorsi berbanding lurus dengan frekuensi dan jarak, sehingga perlu dirancang suatu sistem yang dapat meminimalisir faktor distorsi/loss tersebut (loss sangat berarti). Sementara pada power engingeering frekuensi yang digunakan adalah frekuensi rendah namun bertegangan tinggi, makanya faktor distorsi tidak begitu menjadi masalah.

Trasma Yunita (23209019)

aryo said...

Kelompok 24
Aryo Pambudi 13206053
Christ Marcel 13206167

Secara umum, rangkuman yang dibuat G1 sudah mencakup seluruh kuliah dengan baik.

Kami sangat setuju dengan pendapat dari kelompok 5, dimana apabila semua perangkat elektronik yang berbasis IP terhubung dengan 1 server tunggal, akan sangat mudah untuk disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Dari yang kita semua telah ketahui bahwa broadband di Indonesia merupakan termasuk salah satu spesialis info komunikasi tercepat di Indonesia sendiri. Kami berharap bahwa akan ada terus pengembangan di sisi ini agar semakin dapat diandalkan untuk transfer informasi, dan juga dapat menyediakan hubungan antara organisasi atau individual di Indonesia dengan dunia luar dengan performa yang baik dan dapat dipercaya.