Friday, February 26, 2010

Broadband Key Enablers 2 - G10

[Authors: Rizqi Hersyandika, Aldy Pradana (G10)] Kuliah Kapita Selekta Telekomunikasi kali ini masih menampilkan perangkat-perangkat yang berkaitan dengan jaringan broadband. Dewasa ini, teknologi paket sangat pesat perkembangannya dibandingkan teknologi TDM. Biaya suatu perusahaan telekomunikasi untuk menggelar jaringan TDM tidak dapat ditutupi oleh pendapatan dari penggunanya. Sedangkan, biaya untuk menggelar jaringan berbasis paket masih dapat tertutupi oleh pendapatannya.

Jaringan yang mendukung layanan broadband terdiri dari teknologi aggregation, edge, dan transport network. Dari ketiga teknologi jaringan tersebut, didapatlah beberapa perangkat untuk mendukung jaringan broadband. Perangkat-perangkat tersebut antara lain Metro/Carrier Ethernet, IP/MPLS, T-MPLS/MPLS-TP, Photonic, ION, dan Microwave Packet.

Metro/Carrier Ethernet

Ethernet menawarkan scalability, reliability, hard QoS, standardized service, dan service management. Ethernet dapat diimplementasikan pada jaringan yang bersifat:
  • Digunakan oleh konsumen berbagai kalangan : klien enterprise, bisnis kecil/menengah, SOHO & Residential 3-Play
  • Jaringan End to End : core / backbone, edge / aggregation access dan customer premises
  • Berbagai media fisik : serat optik, Radio dan tembaga
Sebagai media transport, ethernet bersifat ekonomis karena dapat menyediakan jaringan backhaul dengan biaya rendah. Selain itu, ethernet juga mendukung aplikasi broadband yang seperti kita ketahui membutuhkan bandwidth yang tidak kecil. Ethernet berdasarkan kecepatannya terbagi menjadi Ethernet (10 Mbit/detik), Fast Ethernet (100 Mbit/detik), dan Gigabit Ethernet (1000 Mbit/detik).

IP/MPLS

MPLS (Multi-Protocol Label Switching) merupakan teknologi yang telah matang dan terstandarisasikan. MPLS dapat mendukung transportasi pada berbagai media fisik, seperti TDM, ATM, MLPPP/HDLC dan ethernet. MPLS pada mulanya ditargetkan untuk pelanggan service provider, tetapi saat ini perusahaan-perusahaan sudah mulai tertarik untuk penerapan teknologi ini. MPLS komplimen dengan teknologi IP. MPLS dirancang untuk membangkitkan kecerdasan yang berhubungan dengan IP Routing, dan Paradigma Switching yang berhubungan dengan Asynchronous Transfer Mode (ATM).

Karakteristik MPLS antara lain:
  • Any Transport over MPLS (AtoM), aplikasi yang membawa trafik layer 2, misalnya Frame Relay (FR), Ethernet, dan ATM melewati awan MPLS.
  • Pseudowire, meliputi Ethernet, ATM, Serial Virtual, point to point.
  • Traffic Engineering, posisi MPLS dapat disatukan dengan traffic engineering atau dapat pula terpisah. Jika ada suatu jaringan tidak perlu menggunakan TE karena kinerjanya sudah memuaskan, maka tidak perlu lagi dilakukan instalasi traffic engineering.

T-MPLS/MPLS-TP

T-MPLS/MPLS-TP ditujukan untuk memenuhi kebutuhan akan kapasitas yang semakin membesar. Selain itu, teknologi ini menawarkan efisiensi, ketersediaan, serta keselamatan paket yang tinggi. Teknologi ini termasuk packet optical transport. Layanan yang ditawarkan cukup beraneka ragam, antara lain:
  • Layanan data klasik (best effort Internet, Frame Relay)
  • Ethernet (EPL, EVPL, EPLAN, EVPLAN). Ini adalah pilihan favorit yang diambil sebagai metro backbone, yang kemudian secara bertahap control plane-nya akan digantikan dengan GMPLS. Jika ingin membentuk atau bergabung dengan jaringan yang lebih luas lagi (antar metro, misalnya) maka akan lebih mudah karena long haul network provider diskenariokan menggunakan GMPLS.
  • L1/L2/L3 Virtual Private Network (VPN). Dengan layanan ini, maka pelanggan bukan hanya bisa mendapatkan jenis VPN seperti yang biasa digunakan selama ini, tetapi juga mendapatkan VPN dengan jaringan bertopologi tertentu.
  • SONET/SDH switched connection (STS-n, VC-n)
  • OTH switched connection (ODU, OCh)

Zero Touch Photonic

Zero touch photonic merupakan perkembangan dari Wavelength Division Multiplexing (WDM) yang mengalami perkembangan dari fixed Optical Add Drop Multiplex (OADM) menjadi Reconfigurable Optical Add Drop Multiplex (ROADM). Photonic OAM memiliki wavelength keying yang unik. Transmisi dibedakan berdasarkan spektrum panjang gelombang (bersifat colorless). Selain itu, photonic OAM memiliki kemampuan mengontrol daya optik secara otomatis.

Zero touch photonic ini akan meningkatkan kinerja jaringan WDM dengan percepatan service time, penyederhanaan operasi serta peningkatan performa untuk menghemat cost dan energi.


Intelligent Optical Network (ION)

Intelligent optical network merupakan gabungan intelligent dan optical network. ION mampu melakukan self-konfigurasi jaringan untuk ketahanan serta bandwith yang dinamis. Biasanya ION menggunakan IP sentral untuk mengontrol jaringan optik. Keuntungan menggunakan ION antara lain adalah:
  • Melindungi layer yang paling ekonomis
  • Perbaikan/pemulihan dari kesalahan
  • Perbaikan /pemulihan yang dinamis sehingga mengurangi biaya pemeliharaan
Salah satu penggunaan ION adalah pada GMPLS/ASON.


Microwave Packet Radio

Penggunaan microwave packet radio akan memaksimalkan penggunaan bandwith serta mengoptimalkan konfigurasi site. Trafik dengan proritas tinggi, seperti voice, akan mendapat bit rate yang terjamin, sedangkan trafik dengnan prioritas rendah mendapat sisa bit rate yang tersedia. Propagasi microwave packet radio ini amat bergantung terhadap cuaca, karena cuaca buruk seperti hujan akan menyebabkan redaman propagasi.Teknologi yang digunakan di Alcatel Lucent adalah Microwave Packet Radio (9500 MPR). Selain itu terdapat pula teknologi hybrid.

    Share | Save

    Subscribe

16 comments:

dimas said...

kelompok 6:
dimas t (13206061)
rifqy H (13206043)

yang menarik perhatian kami adalah adanya zero touch photonic, sebelumnya pak willy menyebutkan routing berdasarkan panjang gelombang(lamda), dan untuk ranah fiber optik, ternyata dapat dilakukan proses routing dengan membeda2kan panjang gelombang yang ada. Hal ini sangat menarik perhatian. Terlebih lagi, untuk kedepannya, bakal di gunakan zero touch, yang artinya pengendalian/mekanisme routing dilakukan secara off site. Sungguh teknologi yang sangat menarik.

habibur said...
This comment has been removed by the author.
habibur said...

beny nugraha 13206017
habibur muhaimin 13206131
kelompok 19

peluang besar bisa kita manfaatkan di ranah ke-optik-an. terakhir, dari mata kuliah SKO, dosen yg bersangkutan mengasosiasikan fiber optik di masa depan dengan raihan pemenang nobel.
pada tahun2 belakangan, pemenang nobel relatif banyak dari bidang optik yg bagian dari fisika murni. Akibatnya, 5 tahun ke depan sebagai output dari penelitian optik saat ini, Fiber optik akan menjadi lahan implementasi transmisi informasi yang mumpuni.

tampaknya, lanjuta master di optik bakal membuat masa depan lebih cerah.

--
beni & bibur

firmanegotistic said...

G32
firman azhari 13206045
mangasi napitupulu 13206143

Banyak sekali teknologi yang sangat menarik pada kuliah pak willy ini, terutama pada teknologi photonic router dan adaptive modulation pada microwave.

Teknologi MPLS juga telah dapat menjawab tantangan pada aplikasi yang dimungkinkan jika semuanya telah berbasis IP. Yang jadi concern kami adalah bagaimana implementasi secara massalnya karena untuk menggelar fiber optik dengan mengacu pada FTTH diperlukan investasi besar-besaran. Mungkin para operator jaringan bisa bekerja sama untuk mewujudkan program tersebut agar nantinya teknologi-teknologi canggih yang disebutkan itu bisa terpakai, bukan menjadi wacana saja di Indonesia :D

Gandhi said...

kelompok 8
Rizki Primasakti 13206068
Ngakan N Gandhi 13206072

hal yang cukup menarik pada kuliah umum oleh pak willy ini adalah teknologi Intelligent Optical Network. teknologi multipleksi terbaru yaitu ULD-WDM (Ultra Long Wavelength) dapat menyediakan jarigan optik carrier yang terpisah hingga 3200 KM jauhnya. namun teknologi ION inilah yang dapat membuat ULD-WDM ini dapat melakukan routing jaringan sendiri dalam waktu yang relatif singkat dibandingkan dengan teknologi lama yang butuh waktu berbulan-bulan untuk proses setup.

kalimat terakhir kami mengutip komentar teman kami, Dimas T (13206061) diatas : "memang ini sungguh teknologi yang menarik"

Ulil Wicaksana said...

Kelompok B-6
Aghintha Pradewi 23208355
Ulil Surtia Zulpratita 23209010

Sama halnya dengan opini kelompok 6 di atas, kami juga menganggap 'Zero Touch Photonic' adalah bagian yang paling menarik.

Ketatnya persaingan merebut pasar, memang menuntut service provider untuk kreatif. Rasanya baru beberapa waktu yang lalu, 'connection based service' digembar-gemborkan, sekarang justru lebih berfokus ke end-user experience dan killer application yang mutakhir.
Zero Touch Photonic (yang disebut Pak Willy sebagai 'digital like optical control'), benar-benar mengubah paradigma WDM. Dengan berbagai kelebihan yang dimilikinya antara lain seperti : fleksibilitas dalam network design & planning, penyederhanaan operation-nya, colorless, directionless, dsb; sudah pasti akan meningkatkan performa WDM dan menjadikan network lebih mudah beradaptasi dengan service demand yang dinamis, tanpa mengabaikan kepuasan customer.

Zahara said...

Grup 14
Zahara Yulianti (13206018)
Nur Inayah (13206138)

Dari perangkat-perangkat jaringan yang mendukung layanan broadband yang disebutkan Pak Willy, yang paling menarik yaitu Zero Touch Photonic. Kami baru mendengar teknologi ini setelah disebutkan oleh Pak Willy. Teknologi ini meningkatkan perfomansi jaringan WDM seperti yang disebutkan pada website Alcatel-Lucent tentang inovasinya dalam mencoba penerapan teknologi ini. Provider layanan sekarang mengetahui bagaimana cara berkompetisi di pasar. Dulu, kompetisi hanya sebatas pelayanan berdasarkan koneksi, sedangkan sekarang lebih fokus ke end-user dan disebut juga "killer-application". Menarik sekali, karena dengan Zero Touch Photonics ini, bisa mempercepat waktu pelayanan jaringan WDM.

Selain itu, Intelligent Optical Network juga bisa memberikan pelayanan yang lebih cepat dan menghindari kegagalan. Jaringan baru ini juga memiliki kapabilitas untuk mempersingkat waktu provisioning untuk pelanggan korporate yang mengakses langsung ke jaringan, penjelasan ini kami dapatkan dari web http://www.att.com/

Kedepannnya, semoga teknologi-teknologi ini semakin maju dan semoga ada inovasi teknologi lainnya yang mendukung layanan broadband ini.
Terima kasih

Ulil Wicaksana said...

minor correction:
Aghintha Pradewi 23208355
Ulil Surtia Zulpratita 23209010
dari Group B-5 :)

sinung said...

kelompok B5
Nana Sutisna 23209054
Sinung Tegar P 23209021

Yang menarik bagi kami adalah penerapan dari IP/MPLS, bila dilihat keunggulan IP/MPLS dibandingkan dengan legacy IP, maka IP/MPLS memiliki keunggulan di dalam hal routing,dimana pada sistem legacy IP,jalur terpendek tetap dipilih meskipun terjadi congesti pada jalur tersebut,tetapi pada IP/MPLS jalur terpendek dipilih dengan mempertimbangkan juga ketersediaan bandwidth pada jalur tersebut.

Giri, Coro, Michael, apa ajalaah.. said...

Kelompok 2
Giri Kuncoro (13206009)
Fadhilah Hana Lestari (13206014)

Teknologi baru Zero Touch Photonic yang dipelopori oleh Alcatel-Lucent sangat menarik perhatian kami berdua. Pada situs resminya, Alcatel-Lucent melihat teknologi Zero Touch Photonic Networking sebagai The Key to Success. Teknologi yang fokus pada routing berdasarkan perbedaan panjang gelombang ini merupakan pengetahuan yang sangat baru bagi kami. Zero Touch Photonics juga dapat meningkatkan performa jaringan WDM dengan parameter : mempercepat time-to-service, menyederhakan pengoperasian, menurunkan total cost ownership jaringan terkait dengan energi serta tempat. Mimpi kami berdua adalah teknologi canggih ini bisa terealisasi di tanah air Indonesia dalam waktu dekat, sehingga akses kecepatan internet Broadband di Indonesia tentunya akan menjadi semakin cepat layaknya kecepatan internet negara maju, seperti Jepang dan Amerika Serikat.

Cheers,
Giri dan Hana

fikri said...

Kelompok B8
R. Ali Fikri Mubarak (23208005)
Lucky Andiani (23209053)

Penggunaan IP/MPLS dapat meningkatan efisiensi routing dengan cara memilih jalur terpendek dan penggunaan ketersediaan bandwidth. Akan tetapi dengan semakin padatnya trafik jaringan mengakibatkan ketersediaan bandwidth menjadi semakin langka. Oleh karena itu diperlukan metode tertentu untuk meningkatkan efisiensi penggunaan bandwidth. Teknologi seperti Intelligent Network dan Microwave Packet Radio dapat diaplikasikan untuk mengatasi hal tersebut.

adhipta said...

G1
Adhipta Semidang Putra (13206039)
Febriansyah DR (13206007)

Teknologi optik kelihatannya akan menjadi primadona dalam beberapa dekade kedepan. Perkembangannya yg kian menjanjikan menjadi salah satu alasan. Menurut kami sebenarnya teknologi WDM sudah bisa menjawab tantangan saat ini, namun dengan adanya perkembangan yg meng-enhance teknologi ini, tentunya akan berbuah hal positif karena ULD WDM memilki keunggulan yang signifikan dari pada pendahulunya.
Saya melihat perkembangan kurikulum2 di Universitas2 di dunia juga kian mengacu pada research di bidang fiber optik. Mungkin di itb mahasiswa difasilitasi dengan mata kuliah SKO, namun sekira dengan perkembangan optik sekarang, itu saja tampaknya tidak cukup. WDM atau Photonic subsystem nampaknya harus diperdalam khusus, agar mahasiswa itb bisa andil dalam teknologi masa depan.

risyad17 said...

G5:
Arya Zaenal Risyad (13206054)
Fikri Ramadhan (13206191)

Perkembangan layanan Telekomunikasi pada awalnya berbasis circuit switch, dan sekarang berbasis packet switch membawa pengaruh yang cukup besar bagi penyediaan layanan oleh operator telekomunikasi. Operator telekomunikasi mulai menyediakan layanan yang berbasis IP dan diramalkan bahwa semua layanan akan berbasis IP, termasuk di Indonesia. Beberapa operator besar sedang melakukan pengembangan ke arah ini.

Mengenai implementasi fiber optic (FTTH) di Indonesia memang memerlukan dana yang cukup besar. Tetapi kendala lain implementasinya adalah tata kota di Indonesia yang bisa dibilang kurang mendukung. Seperti yang dikatakan Pak Willy pada pertemuan sebelumnya.

Johan said...

Kel 20:
Johan Sunaris (13205005)
Felix Jatmiko (13206149)

Kami tertatrik dengan pengembangan MPLS. Tujuan utama dari pengembangan MPLS adalah peningkatan kecepatan routing. MPLS memudahkan dalam pembuatan “virtual link" antar node yang berjauhan serta dapat mengenkapsulasi paket dari berbagai protokol jaringan.

Menurut referensi yang kami baca, sejumlah teknologi sebelumnya memiliki tujuan yang mirip, seperti frame relay dan ATM. Teknologi MPLS telah berevolusi dan dikembangkan dari teknologi ATM. Pakar jaringan ATM setuju bahwa ATM harus diganti dengan sebuah protokol yang memerlukan lebih sedikit overhead, sambil menyediakan layanan connection-oriented.
MPLS saat ini banyak menggantikan beberapa teknologi ATM di pasar. Sangat mungkin bahwa MPLS akan sepenuhnya menggantikan teknologi ATM, dengan demikian menyelaraskan teknologi saat ini deng

Anggita said...

G4
Anggita Hapsari 13206034
Muhammad Tito 13206134

menarik sekali pemaparan dari bapa willy mengenai perkembangan dan perangkat-perangkat yang menunjang layanan dan jaringan broadband. sangat menambah wawasan.

membaca tulisan kelompok G10 ini, kami melihat adanya perkembangan untuk teknologi optik salah satunya adalah zero touch photonic yang merupakan kelanjutan dari teknologi WDM. dengan zero touch photonic, kelemahan wdm yakni dibutuhkannya on-site intervention dapat teratasi. sehingga akan menghasilkan teknologi wdm yang lebih fleksibel dan mudah dioperasikan/dimonitor.

semoga saja semua teknologi canggih ini tidak hanya bisa kita pelajari tapi juga dapat segera kita nikmati :)

maaf bila ada kekurangan
terimakasih

Andromeda said...

G18
Niki Adytia P (13206077)
Deon Arinaldo (13206199)

Kami sependapat dengan G6, teknologi zero touch photonics merupakan salah satu teknologi optik masa depan. Dari referensi yang kami baca, teknologi Zero Touch Photonics ini memberi kemudahan dalam mengelola jaringan WDM dengan transponder. Selain untuk routing, teknologi ini juga memudahkan kita dalam memanagemen performa jaringan sesuai kebutuhan sehingga efisiensi jaringan dapat ditingkatkan dan tentu saja akan menurunkan biaya operasional. Teknologi ini memang cocok untuk digunakan sebagai salah satu gerbang menuju blended multimedia services.

Namun, melihat infrastruktur di Indonesia saat ini, penerapan FTTH masih membutuhkan waktu yang relatif lama dan infestasi yang besar. Jadi, mungkin hanya sedikit dari masyarakat Indonesia yang bisa menikmati teknologi ini kedepannya, yang penting ada dulu di Indonesia :))